Kemenbud Targetkan Revitalisasi Ratusan Cagar Budaya di Tahun 2026
Jakarta - Upaya pelestarian warisan sejarah nasional terus digenjot oleh pemerintah. Melalui Kementerian Kebudayaan, lebih dari seratus cagar budaya
Revitalisasi Warisan Budaya: Ratusan Situs Ditargetkan Selesai pada 2026
Tajukpublik.com – Jakarta – Upaya pelestarian warisan sejarah nasional terus digenjot oleh pemerintah. Melalui Kementerian Kebudayaan, lebih dari seratus cagar budaya dijadwalkan untuk direvitalisasi sepanjang tahun 2026. Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga aset budaya sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa proses revitalisasi akan dilaksanakan secara bertahap. Tidak hanya melibatkan kementerian sendiri, program ini juga akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga yang mengelola aset cagar budaya. “Mungkin ada sekitar lebih dari 100 (cagar budaya) yang akan dilaksanakan (revitalisasi). Tahun ini ya pada tahap awal ini,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI pada Jumat, 31 Juli 2026.
Perhatian Khusus dari Presiden Prabowo
Fadli Zon menyoroti bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pelestarian sejarah dan cagar budaya. Oleh karena itu, setiap kementerian dan lembaga didorong untuk merevitalisasi aset budaya yang berada di bawah pengelolaannya. Di lingkungan Kementerian Kebudayaan, program tersebut mencakup revitalisasi museum dan berbagai situs cagar budaya. Diantaranya seperti candi, masjid bersejarah, gereja, benteng, hingga keraton.
“Kemudian ada benteng-benteng, keraton-keraton, Istana Maimun. Sekarang juga akan direvitalisasi, keraton Surakarta dan sejumlah keraton,” ucapnya.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya bertujuan menjaga warisan sejarah dan peradaban bangsa, tetapi juga meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan diharapkan mampu menggerakkan ekosistem budaya, memperkuat ekonomi kreatif, dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Minat Generasi Z terhadap Budaya
Ia menambahkan, wisata budaya kini menjadi salah satu tren yang berkembang di berbagai negara. Mengingat meningkatnya minat generasi muda terhadap pengalaman berbasis sejarah dan budaya. Ia juga mencontohkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Museum Passport yang diterbitkan Kementerian Kebudayaan. Sebanyak 20.000 paspor museum yang dijual seharga Rp89 ribu disebut habis terjual dalam waktu singkat.
“Jadi itu menunjukkan Gen Z ini sekarang suka dengan material culture, karena mungkin mereka ini tadinya digital native. Sehingga sesuatu yang berbentuk, yang bisa dipegang, yang dirasa, dan dikoleksi itu menjadi penting,” ujarnya.
Museum Passport: Buku Jejak Partisipatif
Sebelumnya, Kepala MCB, Indira Estiyanti Nurjadin mengatakan Museum Passport menjadi buku jejak partisipatif bagi seluruh pengunjung museum Indonesia. Museum Passport mengajak masyarakat menjelajahi berbagai museum di Indonesia melalui pengumpulan stempel sebagai penanda setiap kunjungan mereka.
“Sebenarnya ini sebagai bagian dari semangat warisan budaya kita, pelestarian budaya bukan cuma tugas pemerintah atau pengelola semata. Tapi juga melibatkan akademisi dan masyarakat luas, ketika publik turut dilibatkan, di sanalah rasa memiliki tumbuh dengan sendirinya,” katanya.
Menurutnya, Museum Passport ini akan membuat pengunjung kembali ke masa lampau agar bisa digunakan sebagai koleksi dan kenang-kenangan. Dari ide itu, pihak MCB ingin menerbitkannya dan memakainya di museum-museum lainnya.
