Nasional

Irigasi Sepanjang 2,4 Km Bantu Petani Cirebon Hadapi Kemarau

xl_1787492630704684_0f1832f328_berita_pusat-pemberitaan

Program Pengairan Nasional Kementan Sentuh Petani Susukan, Cirebon

Tajukpublik.com – Upaya pemerintah memperkuat ketahanan air pertanian kini menyentuh wilayah Kabupaten Cirebon. Kementerian Pertanian menyalurkan infrastruktur irigasi perpipaan dengan total panjang 2.400 meter kepada Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani yang berkedudukan di Desa Susukan, Kecamatan Susukan. Fasilitas ini dirancang agar lahan sawah tetap memperoleh aliran air secara memadai ketika musim kemarau melanda.

Harapan Dua Dekade Akhirnya Tercapai

Bagi warga kelompok tani tersebut, kehadiran jaringan pipa ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Selama kurang lebih dua puluh tahun, petani di kawasan itu menanti pembangunan pengairan yang layak. M Saeproni, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa syukur mendalam atas perhatian negara terhadap persoalan irigasi di wilayahnya.

“Kami berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden. Terutama khusus kepada Bapak Mentan yang telah memberikan bantuan berupa irpom yang panjangnya 2.400 meter,” ujar Saeproni, Sabtu 22 Agustus 2026.

Ia menambahkan bahwa kelangkaan air selama ini merupakan hambatan paling krusial dalam aktivitas bercocok tanam di desanya. Dengan berfungsinya pipa baru, distribusi air ke petak-petak sawah diharapkan jauh lebih stabil dan dapat diprediksi.

“Kami cuma bisa mengucapkan beribu banyak terima kasih kepada Bapak Mentan dan jajarannya. Kami beserta teman-teman petani ingin sekali bertemu dengan yang terhormat Bapak Mentan,” katanya.

Target Nasional 2026: 89.600 Unit Kegiatan Pengairan

Pembangunan di Susukan merupakan bagian dari skala besar program Kementan tahun 2026. Kementerian menargetkan total 89.600 unit kegiatan infrastruktur air yang diproyeksikan menopang pengairan sekitar 2,1 juta hektare lahan pertanian di seluruh Indonesia.

Rincian target tersebut meliputi 17.400 unit Irigasi Perpompaan, 3.500 unit Irigasi Perpipaan, serta 56.000 unit pompanisasi yang ditujukan melayani sekitar 1,1 juta hektare sawah. Kombinasi berbagai bentuk intervensi ini dimaksudkan agar tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dari akses air tanam.

Amran Sulaiman: Air Adalah Penentu Produksi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan variabel paling menentukan bagi keberlanjutan output pertanian. Ia menolak gagasan bahwa petani harus kehilangan satu musim tanam hanya karena keterbatasan suplai air.

“Kita tidak boleh membiarkan petani kehilangan musim tanam karena kekurangan air. Karena itu pemerintah memperkuat irigasi, pompanisasi, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi,” ujar Amran.

Menurutnya, penguatan infrastruktur pengairan juga menjadi instrumen strategis menghadapi tekanan perubahan iklim. Pemerintah berharap setiap petak sawah tetap memperoleh aliran air yang cukup sepanjang siklus tanam.

“Air adalah faktor penentu produksi. Karena itu, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk memastikan sawah tetap mendapat pasokan air,” katanya.

Frequently Asked Questions

What is Irigasi Sepanjang 2 4 Km Bantu?

Irigasi Sepanjang 2 4 Km Bantu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Irigasi Sepanjang 2 4 Km Bantu matter?

Irigasi Sepanjang 2 4 Km Bantu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *