Nasional

Gempa Susulan Masih Terjadi, DPR Minta Peringatan Langsung Masuk Ponsel Warga

xl_1787494541834994_74344db80b_berita_pusat-pemberitaan

Gempa Susulan di Flores, DPR Minta Alert ke Ponsel

Tajukpublik.com – Gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, dan DPR meminta agar sistem peringatan dini gempa mampu mengirim notifikasi langsung ke perangkat seluler warga. Ribuan guncangan lanjutan yang belum menunjukkan tanda mereda menjadikan kecepatan penyampaian informasi sebagai isu keselamatan publik yang tidak bisa ditunda lagi.

2.119 Guncangan Lanjutan dalam Periode Pemulihan

Berdasarkan data yang dirilis, hingga 18 Agustus 2026 tercatat sebanyak 2.119 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,3 hingga 6,2. Frekuensi dan intensitas guncangan tersebut menempatkan wilayah terdampak dalam kategori risiko tinggi selama fase pemulihan berlangsung. Warga yang tinggal di zona patahan maupun area dengan struktur bangunan rentan menghadapi ancaman berulang yang menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh otoritas terkait.

Kondisi seismik yang belum stabil ini menjadi latar belakang desakan agar mekanisme peringatan dini tidak lagi bergantung pada siaran radio, pengumuman manual, atau aplikasi yang memerlukan unduhan terpisah. Kecepatan penyampaian informasi pasca-deteksi gempa dinilai sebagai faktor penentu keselamatan, terutama bagi mereka yang berada di luar rumah atau di area terbuka saat guncangan tiba-tiba terjadi tanpa peringatan sebelumnya.

Integrasi Peringatan Dini ke Jaringan Telekomunikasi

Musa Rajekshah, anggota Komisi V DPR RI, menyampaikan usulan agar mekanisme peringatan dini gempa mampu mengirim pesan otomatis ke perangkat seluler seluruh warga tanpa memerlukan instalasi aplikasi tambahan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

“Sekarang kita sudah memasuki era digital. Apakah provider bisa dikoneksikan dengan BMKG?”

Ia menyinggung praktik di Jepang, di mana ponsel warga secara otomatis menampilkan peringatan berisi lokasi serta kekuatan guncangan begitu sensor seismik mendeteksi aktivitas. Menurut Musa, Indonesia sebenarnya sudah memiliki perangkat dan infrastruktur yang diperlukan, namun belum mengimplementasikan fitur pengiriman notifikasi langsung ke ponsel. Ia menilai bahwa DPR meminta percepatan pembahasan teknis bersama operator telekomunikasi agar mekanisme tersebut dapat diaktifkan dalam waktu singkat.

“Saya lihat di Jepang, begitu ada gempa, telepon seluler langsung memberikan alert yang berisi lokasi dan kekuatan gempa. Kita belum seperti itu, padahal alatnya sudah ada.”

Ia menambahkan bahwa notifikasi langsung pada layar ponsel dapat memberikan jeda waktu krusial bagi warga untuk melakukan langkah penyelamatan diri, seperti menjauh dari struktur bangunan atau mencari tempat berlindung yang aman. Tanpa jeda tersebut, warga yang tidak mengetahui adanya guncangan akan kehilangan detik-detik berharga yang menentukan keselamatan.

Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Usia Sekolah

Di luar aspek teknologi, Musa menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat harus ditanamkan sejak usia dini. Ia mengusulkan agar materi mitigasi bencana diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal, sehingga setiap generasi baru tumbuh dengan pemahaman dasar tentang prosedur evakuasi dan perlindungan diri.

“Edukasi mitigasi bencana harus diberikan sejak usia dini. Kalau sudah diajarkan di sekolah, anak-anak akan terbiasa memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.”

Menurutnya, teknologi peringatan dini dan pemahaman publik harus berjalan secara simultan. Informasi yang tiba dengan cepat akan jauh lebih bermakna apabila warga sudah mengetahui langkah konkret yang perlu diambil saat bencana melanda. Tanpa edukasi, notifikasi secepat apa pun tidak akan menghasilkan respons yang tepat dan terukur.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Peringatan Dini Gempa

Apakah Indonesia sudah memiliki teknologi untuk mengirim alert gempa ke ponsel? Ya. BMKG telah memiliki jaringan sensor seismik dan infrastruktur data yang memadai. Yang belum diimplementasikan adalah mekanisme pengiriman not

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *