Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Gaya Komunikasi Menteri PU yang Disorot Publik, Jadi Catatan Istana

Mark Jones - tajukpublik.com 3 mins read 7 views

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, baru-baru ini mengonfirmasi bahwa Istana akan meninjau secara serius tanggapan publik mengenai Gaya Komunikasi

Gaya Komunikasi Menteri PU yang Disorot Publik, Jadi Catatan Istana

Istana Siapkan Evaluasi Terhadap Gaya Komunikasi Menteri PU

Tajukpublik.com – Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, baru-baru ini mengonfirmasi bahwa Istana akan meninjau secara serius tanggapan publik mengenai Gaya Komunikasi Menteri PU Dody Hanggodo. Penegasan ini disampaikan setelah berbagai kalangan memberikan respons terhadap cara menteri tersebut menyampaikan pernyataan di depan media. Prasetyo menjelaskan bahwa jika ditemukan menteri yang dinilai kurang tepat dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat, hal tersebut akan menjadi catatan penting untuk evaluasi selanjutnya.

Jadi kalau pun ada salah seorang menteri yang kemudian dianggap cara menyampaikan sesuatu ke publik itu dianggap kurang pas, jadi catatan. Nah itu menjadi catatan untuk nanti kami komunikasi dan kita berharap akan diperbaiki, ujar Prasetyo saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa, 21 Juli 2026.

Perbedaan Antara Evaluasi Kinerja dan Tata Gaya

Meskipun demikian, Prasetyo menekankan bahwa proses evaluasi terhadap kinerja menteri berbeda secara fundamental dengan penilaian terhadap tata gaya komunikasi. Parameter yang digunakan juga tidak sama ketika melihat karakter masing-masing pejabat. Hal ini menunjukkan bahwa Istana memiliki pendekatan yang berbeda dalam menilai setiap aspek kepemimpinan menteri.

Pertanyaannya tadi adalah mengevaluasi dari sisi bagaimana cara berkomunikasi apalagi yang berkenaan dengan karakter masing-masing. Itu juga tentunya parameter atau indikator dan cara mengevalusinya berbeda, jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Dody telah menegaskan bahwa dirinya merupakan warga Jawa Timur yang memiliki gaya bicara khas ‘slengean’. Ia memastikan akan bersikap lebih serius saat menghadiri acara formal atau menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. Gaya slengean sendiri bukan termasuk bahasa baku, melainkan lebih bersifat santai dan gaul. Berbagai sumber menyebutkan bahwa istilah ‘slengean’ menggambarkan kesan urakan, tidak rapi, cuek, serta serampangan.

Dody menjelaskan latar belakangnya sebagai orang swasta yang mungkin terlihat kurang formal dalam berbicara. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya hanya akan bersikap serius ketika membahas hal-hal yang bersifat teknis. Pernyataan ini disampaikan setelah Sidang Kabinet Paripurna pada Senin, 20 Juli 2026. Gaya Komunikasi Menteri PU ini menjadi sorotan karena menyangkut bagaimana seorang pejabat negara berinteraksi dengan publik.

Saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak slengekan, ya sudahlah. Kecuali sesuatu yang teknis banget baru saya akan serius, kalau ini kan bukan sesuatu yang serius, ini hoaks semua, kata Dody.

Evaluasi Rutin Tanpa Reshuffle Kabinet

Menteri Prasetyo juga memastikan bahwa Presiden Prabowo secara rutin melakukan evaluasi terhadap para menteri, wakil menteri, serta pejabat negara lainnya. Evaluasi ini mencakup aspek kinerja maupun sinergi antar kementerian. Dengan demikian, Istana memastikan tidak akan ada reshuffle kabinet saat ini. Fokus utama tetap pada peningkatan komunikasi dan koordinasi antar pejabat negara sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan.

Evaluasi rutin terus menerus kita lakukan, evaluasi dalam artian saling berkoordinasi dalam artian saling memberikan masukan. Karena ada beberapa hal yang memang bergantung konteksnya ya kalau evaluasi dari sisi kinerja itu ada sendiri bagaimana cara kita kemudian mengevaluasi, paparnya.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana Gaya Komunikasi Menteri PU dapat menjadi bahan pertimbangan dalam evaluasi kepemimpinan. Istana tidak terburu-buru mengambil keputusan drastis, melainkan memberikan ruang untuk perbaikan melalui komunikasi yang lebih intensif. Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi tidak selalu berarti perubahan struktur, tetapi juga perbaikan dalam cara berinteraksi dengan masyarakat.

Gabung diskusi