Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

FABC: Sinodalitas Jadi Jalan Perkuat Misi Gereja di Asia

Lisa Jones - tajukpublik.com 3 mins read 7 views

FABC - Jakarta – Sinodalitas tidak dipandang sebagai tujuan akhir bagi Gereja Katolik, melainkan sebuah jalur strategis untuk memperkuat misi keagamaan di

FABC: Sinodalitas Jadi Jalan Perkuat Misi Gereja di Asia

FABC: Sinodalitas sebagai Jalan Misi Gereja di Asia

Tajukpublik.com – FABC – Jakarta – Sinodalitas tidak dipandang sebagai tujuan akhir bagi Gereja Katolik, melainkan sebuah jalur strategis untuk memperkuat misi keagamaan di tengah transformasi yang sedang berlangsung di benua Asia. Melalui semangat kebersamaan dalam perjalanan iman, Gereja diharapkan mampu lebih responsif terhadap berbagai tantangan multidimensi yang dihadapi masyarakat, mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya, hingga geopolitik.

Kardinal Pablo Virgilio David, yang menjabat sebagai Wakil Presiden FABC, menyampaikan bahwa pembahasan dalam Sidang Pleno FABC 2026 melampaui sekadar diskusi konseptual mengenai sinodalitas. Seluruh rangkaian proses tersebut dirancang untuk mendorong Gereja agar semakin setia dalam menjalankan panggilannya. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Mulia Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026, Kardinal Pablo menjelaskan bahwa seringkali muncul kegelisahan di kalangan umat ketika hal-hal baru diperkenalkan, dan sebagian pihak menganggap sinodalitas sebagai inovasi terkini.

“Padahal bukan. Sinodalitas justru bertujuan mendorong Gereja semakin bergerak dalam menjalankan misinya,” ujarnya.

Menurut pandangan Kardinal Pablo, Gereja cenderung terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri dan mempertahankan metode-metode yang telah lama diterapkan. Oleh karena itu, semangat sinodalitas mengajak seluruh umat untuk berjalan bersama, sehingga lebih terbuka terhadap kebutuhan jemaat serta perkembangan zaman yang terus berubah.

Implementasi Sinode tentang Sinodalitas

Kardinal Mario Grech, Sekretaris Jenderal Sinode, juga menegaskan hal serupa dalam pemaparannya di Sidang Pleno FABC. Ia menekankan bahwa Sinode tentang Sinodalitas pada dasarnya berbicara mengenai misi Gereja, bukan semata-mata tentang sinodalitas itu sendiri. Saat ini, Gereja Katolik sedang memasuki tahap implementasi hasil Sinode yang telah disahkan oleh Paus Fransiskus.

Kardinal Mario menjelaskan bahwa sinode tidak lagi dipahami sebagai proses yang hanya melibatkan para uskup, melainkan sebuah perjalanan yang melibatkan seluruh Gereja. Perubahan paradigma ini tercermin dari penyesuaian nama lembaga yang dipimpinnya. Dari sebelumnya bernama “Sekretariat Jenderal Sinode Para Uskup”, kini menjadi “Sekretariat Jenderal Sinode” sebagai penegasan bahwa seluruh umat dipanggil untuk terlibat aktif dalam perjalanan sinodal.

“Kita sekarang dalam fase implementasi,” kata Kardinal Mario Grech.

Dokumen akhir Sinode telah disetujui oleh peserta sidang dan ditandatangani langsung oleh Paus Fransiskus. Karena itu, perhatian Gereja saat ini berfokus pada proses menerima, melaksanakan, dan menghidupi isi dokumen tersebut di setiap Gereja lokal. Gereja universal juga akan menggelar Sidang Gerejawi di Roma pada tahun 2028 sebagai bagian dari tahapan implementasi Sinode tentang Sinodalitas. Seluruh keuskupan, konferensi waligereja, termasuk FABC, diundang untuk membagikan buah-buah perjalanan sinodal yang telah dijalankan.

Refleksi dan Pengalaman Sinodal di Asia

Pastor Clarence Devadass, Sekretaris Eksekutif Kantor Sinodalitas FABC, menjelaskan bahwa sidang pleno diawali dengan refleksi mengenai perubahan geopolitik, sosial, ekonomi, dan budaya yang membentuk kehidupan masyarakat Asia. Menurutnya, Gereja tidak hidup dalam ruang hampa sehingga perlu memahami konteks sebelum menentukan arah misinya.

Para uskup dan delegasi dari berbagai negara Asia juga berbagi pengalaman menjalankan sinodalitas di Gereja lokal masing-masing. Pengalaman tersebut meliputi praktik mendengarkan umat, membangun partisipasi, menjalankan proses penegasan bersama (discernment), hingga memperkuat misi Gereja di tengah masyarakat.

Kardinal Mario menambahkan bahwa Asia memiliki kekayaan rohani yang dapat dipersembahkan kepada Gereja universal melalui pengalaman Gereja-Gereja lokal. Karena itu, kehadirannya dalam Sidang Pleno FABC bukan hanya untuk berbicara, tetapi juga mendengarkan pengalaman Gereja di kawasan Asia.

Sidang Pleno XII FABC akan berlangsung hingga akhir pekan dengan agenda membahas sejumlah dokumen dan menyusun pesan akhir sidang. Seluruh dokumen tersebut akan diselesaikan melalui pembahasan para peserta sebelum ditindaklanjuti bersama Takhta Suci.

Gabung diskusi