BNPT: Rekrutmen Teroris Kini Beralih ke Ruang Digital
BNPT - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mencatat adanya pergeseran signifikan dalam pola penyebaran ideologi radikal. Kini, ruang digital telah menjadi
Transformasi Digital dalam Strategi Rekrutmen Terorisme: BNPT Perkuat Pendekatan Lintas Sektor
Tajukpublik.com – BNPT – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mencatat adanya pergeseran signifikan dalam pola penyebaran ideologi radikal. Kini, ruang digital telah menjadi medan utama bagi kelompok teroris untuk melaksanakan berbagai aktivitas strategis. Mulai dari proses perekrutan anggota baru, kampanye propaganda, hingga pembinaan berkelanjutan, internet memainkan peran krusial dalam operasional mereka.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, menekankan bahwa fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi upaya pencegahan terorisme di Indonesia. Untuk merespons perkembangan tersebut, lembaga yang dipimpinnya telah memperkuat sinergi dengan Kementerian Sosial. Kolaborasi ini difokuskan pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi masyarakat yang terpapar paham radikal.
“Internet menjadi sarana yang cukup signifikan dalam kegiatan kelompok terorisme. Taitu rekrutmen, propaganda, dan pembinaan teror,” kata Eddy saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau layanan rehabilitasi deradikalisasi di Sentra Handayani, Jakarta, Senin 27 Juli 2026.
Proteksi Anak dan Remaja dari Paparan Digital
Menurut data yang dihimpun BNPT, periode 2024 hingga akhir 2025 mencatatkan mitigasi terhadap sekitar 220 anak yang tersebar di 18 provinsi berbeda. Anak-anak ini menjalani proses pemulihan bersama Kementerian Sosial dengan tujuan mengatasi trauma dan kembali menjalani kehidupan normal. Selain itu, lembaga tersebut juga membina sekitar 739 anak yang terpapar melalui media sosial maupun kelompok daring.
Proses pembinaan mencakup tahap identifikasi, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial. Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama. Eddy menegaskan bahwa kerja sama lintas kementerian ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.
Upaya perlindungan ini secara khusus difokuskan untuk melindungi anak, perempuan, dan remaja dari paparan paham radikal di ruang digital. Strategi ini dianggap penting mengingat tingginya interaksi generasi muda dengan platform online.
Rehabilitasi dan Dukungan Berkelanjutan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang dikenal dengan sebutan Gus Ipul menjelaskan bahwa Kemensos menerima penerima manfaat yang direkomendasikan BNPT untuk menjalani rehabilitasi di sentra milik kementerian. Layanan yang diberikan sangat komprehensif, meliputi rehabilitasi psikososial, rehabilitasi medis, pemberdayaan, hingga reintegrasi sosial ke lingkungan asal.
“Setelah di sini kita lakukan rehabilitasi. Ada layanan psikososial, rehabilitasi medis, pemberdayaan sampai ujungnya reintegrasi, bagaimana mereka bisa kembali ke lingkungan masing-masing,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan bahwa selama menjalani rehabilitasi, para penerima manfaat mendapat pendampingan dari BNPT bersama instansi terkait. Setelah dinyatakan siap kembali ke masyarakat melalui asesmen, mereka tetap memperoleh dukungan melalui berbagai program pemberdayaan. Bantuan tersebut mencakup modal usaha dan perbaikan rumah tidak layak huni, serta program strategis pemerintah lainnya.
Menurut Gus Ipul, sejak 2023 lebih dari 2.500 penerima manfaat telah mengikuti program deradikalisasi melalui kerja sama Kemensos dan BNPT. Program tersebut bertujuan memulihkan penerima manfaat agar mampu hidup mandiri dan kembali diterima di tengah masyarakat.
