Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Bhante Cittagutto: Orang Tua Jadi Kunci Membentuk Generasi Penerus Bangsa

Elizabeth Jones - tajukpublik.com 3 mins read 4 views

Jakarta – Dalam kesempatan menyambut peringatan kemerdekaan, pemuka agama Buddha Bhante Cittagutto menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran

Bhante Cittagutto: Orang Tua Jadi Kunci Membentuk Generasi Penerus Bangsa

Bhante Cittagutto: Keluarga sebagai Fondasi Pembentukan Generasi Masa Depan

Tajukpublik.com – Jakarta – Dalam kesempatan menyambut peringatan kemerdekaan, pemuka agama Buddha Bhante Cittagutto menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran keluarga. Ia meyakini bahwa fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa terletak pada pendidikan orang tua. Nilai-nilai yang berkaitan dengan kemerdekaan akan terus terjaga apabila para orang tua berhasil mendidik anak-anaknya menjadi individu yang berkarakter baik. Hal ini menjadi sangat krusial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan kompleks.

Bhante juga memberikan makna tersendiri mengenai kemerdekaan. Menurutnya, hari raya tersebut bukan sekadar momen historis, melainkan representasi dari kehidupan yang damai, sejahtera, serta penuh dengan rasa persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Suasana seperti ini harus senantiasa dipelihara agar bangsa ini terhindar dari konflik dan perpecahan. Kemerdekaan sejati bukan hanya tentang kebebasan politik, tetapi juga kebebasan batin dan spiritual.

Kemerdekaan itu artinya menjadi damai, sejahtera, bahagia. Tidak ada keributan, tidak ada kekacauan, tidak ada permusuhan, tapi penuh persaudaraan, penuh kekeluargaan, penuh kedamaian, keharmonisan, kesejahteraan.

Ungkapan tersebut disampaikan Bhante Cittagutto kepada RRI.CO.ID saat menghadiri kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Acara tersebut menjadi wadah bagi ribuan warga untuk bersama-sama menyambut Bulan Kemerdekaan dengan penuh khidmat. Kehadiran tokoh agama dalam acara semacam ini menunjukkan pentingnya dimensi spiritual dalam kehidupan berbangsa.

Tantangan Menuju Kemajuan Bangsa

Menurut pandangan Bhante, perjalanan Indonesia menuju kemajuan tidak akan pernah luput dari berbagai rintangan dan tantangan. Semua hambatan tersebut harus dihadapi dengan ketabahan, semangat juang, keyakinan, serta kerja keras agar cita-cita kemerdekaan benar-benar terwujud. Selain itu, semangat gotong royong dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika akan tetap relevan selama seluruh lapisan masyarakat memiliki tujuan yang sama. Tantangan-tantangan ini meliputi aspek ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang saling berkaitan satu sama lain.

Itu semua menjadi tantangan negara dalam memperoleh kemajuan, kesuksesan, tentu ada berbagai macam bentuk tantangan, rintangan, gangguan. Tapi kita harus hadapi dengan ketabahan, dengan semangat, dengan keyakinan.

Dengan kemantapan diri, dengan perjuangan kerja keras untuk membela diri supaya bisa merdeka dan damai, serta sejahtera. Sehingga bahagia semuanya warga Indonesia.

Bhante juga mengingatkan bahwa perbedaan pemahaman terkadang dapat memicu pertentangan. Oleh karena itu, hal tersebut harus dihindari demi menjaga persatuan bangsa. Dengan kemantapan diri dan perjuangan keras, bangsa ini dapat meraih kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh warganya. Setiap individu memiliki peran penting dalam mewujudkan visi tersebut melalui tindakan nyata sehari-hari.

Peran Kritis Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Selain membahas tantangan bangsa, Bhante Cittagutto juga menegaskan bahwa keluarga memegang peranan vital dalam membentuk karakter generasi penerus Indonesia sejak usia dini. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, membina, mengarahkan, dan membimbing anak-anak mereka menuju masa depan yang cerah. Pendidikan di rumah menjadi fondasi utama sebelum anak memasuki lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih luas.

Keberhasilan seorang anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan hanya kepada anak itu sendiri tanpa adanya pendampingan dari keluarga. Orang tua tetap dibutuhkan agar anak tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan. Tanpa bimbingan orang tua, anak-anak bisa kehilangan tujuan dan berjalan ke arah yang berbeda. Peran orang tua tidak hanya sebatas memberikan nafkah, tetapi juga memberikan contoh teladan yang baik.

Kalau diserahkan sepenuhnya terserah anak-anak ya nggak bisa, nanti hilang arah, beda arahnya. Orang tua tetap masih penting mengarahkan anak-anaknya.

Pendapat ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia bahwa pendidikan keluarga merupakan fondasi yang tidak dapat digantikan oleh faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, Bhante Cittagutto menekankan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya.

Gabung diskusi