Historic Moment: UD Lomang Panas Jaya Medan Laris Manis, Jual hingga 300 Porsi saat Akhir Pekan
Jual Hingga 300 Porsi Saat Akhir Pekan Historic Moment datang dengan kejutan di Kota Medan, ketika UD Lomang Panas Jaya mencatatkan rekor penjualan luar biasa
UD Lomang Panas Jaya Medan Jual Hingga 300 Porsi Saat Akhir Pekan
Historic Moment datang dengan kejutan di Kota Medan, ketika UD Lomang Panas Jaya mencatatkan rekor penjualan luar biasa hingga 300 porsi per hari di akhir pekan. Tempat ini menjadi magnet bagi penggemar makanan tradisional yang ingin merasakan keunikan lomang Mandailing. Pemilik usaha, M. Nursalim Lubis, mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan ini menunjukkan popularitas lomang sebagai makanan khas yang tak pernah surut meski menghadapi persaingan dari berbagai hidangan modern.
Sejarah Usaha dan Budaya Lokal
UD Lomang Panas Jaya memiliki akar sejarah yang dalam, dimulai dari sebuah lapak sederhana yang didirikan Nursalim pada tahun 1997. Awalnya, usaha ini hanya sebagai bagian dari tradisi masyarakat Mandailing menjelang malam Lebaran, tetapi kini telah berkembang menjadi destinasi kuliner yang terkenal. Dengan berjalannya waktu, lomang yang dulunya hanya dibuat untuk acara tertentu kini menjadi pilihan utama bagi pengunjung yang ingin menikmati cita rasa khas daerah tersebut.
Pertumbuhan dan Pemenuhan Permintaan
Masuknya UD Lomang Panas Jaya ke pasar lebih luas terjadi setelah mereka membuka usaha secara resmi pada 2007. Sejak saat itu, antusiasme pelanggan terus meningkat, dengan permintaan yang mencapai puncak pada hari-hari akhir pekan. Historic Moment ini mencerminkan bagaimana makanan tradisional bisa mengakar dalam masyarakat modern, bahkan menjadi simbol kearifan lokal. Menurut Nursalim, pada hari Sabtu dan Minggu, pelanggan datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga kumpulan teman-teman.
“Setiap akhir pekan, permintaan lomang menjadi luar biasa. Kami selalu menyiapkan 300 porsi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama saat musim liburan atau acara besar,” tutur Nursalim kepada RRI Pro3 pada 28 Juni 2026.
Proses pembuatan lomang di UD Lomang Panas Jaya tetap mempertahankan tradisi yang sudah diwariskan. Bahan utama seperti beras ketan dan santan dipilih secara hati-hati, dengan beras ketan diimpor dari daerah lain untuk menjaga konsistensi rasa. Selain itu, masakan dibuat dalam bambu agar aroma dan tekstur tetap terjaga. Historic Moment ini juga menjadi bukti betapa pentingnya menjaga kualitas dalam mempertahankan daya tarik makanan tradisional.
Dalam menyesuaikan dengan permintaan pasar, UD Lomang Panas Jaya juga menawarkan varian selai seperti srikaya dan durian. Selai srikaya khas Medan, misalnya, menjadi pilihan utama yang menggabungkan rasa lokal dengan kualitas tinggi. Sementara itu, durian yang sedang musim juga diminati oleh pelanggan yang ingin menghadirkan kesan eksklusif. Historic Moment penjualan 300 porsi pada akhir pekan tidak hanya terjadi sekali, tetapi menjadi rutinitas yang terus ditingkatkan.
Seiring waktu, lomang dari UD Lomang Panas Jaya tak hanya menjadi makanan favorit di Medan, tetapi juga mendapat perhatian dari wisatawan lokal dan nasional. Historic Moment ini menjadi salah satu bukti bagaimana makanan tradisional bisa bertransformasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus menjaga identitas budaya. Lokasi usaha di Jalan Flamboyan Raya Nomor 5, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, menjadi tempat yang selalu ramai, terutama pada hari-hari libur atau saat acara kota berlangsung.
Para pengunjung kerap mengapresiasi usaha ini karena menawarkan pengalaman kuliner yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Dengan menempatkan lomang sebagai menu utama, UD Lomang Panas Jaya berhasil menciptakan Historic Moment yang tidak hanya menguntungkan ekonomi lokal tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat tentang kekayaan budaya Indonesia. Pengusaha ini berharap ke depannya, usaha ini bisa terus berkembang dan menjadi percontohan bagi usaha kecil lainnya yang ingin menggabungkan tradisi dengan inovasi.
