Keuangan

Rupiah Kembali Tertekan Dolar AS, Ditutup Melemah Tipis 2 Poin

xl_1787750561398999_fe4b25bff8_berita_pusat-pemberitaan

Rupiah Turun Tipis ke Rp17.725 per Dolar AS di Penutupan Perdagangan

Tajukpublik.com – Pergerakan mata uang rupiah pada sesi perdagangan hari ini menunjukkan pelemahan marginal. Merujuk data Bloomberg, kurs rupiah ditutup di level Rp17.725 per dolar AS, turun setara 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Fokus Pasar: Uji Kelayakan Destry Damayanti di Komisi XI

Perhatian pelaku pasar tertuju pada proses uji kelayakan dan kepatutan yang dijalani Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Ia menjadi satu-satunya kandidat gubernur BI menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo beberapa waktu lalu. Sidang di Komisi XI DPR RI berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Ibrahim Assuibi, Analis Pasar Uang, menyoroti sejumlah pernyataan Destry dalam sidang tersebut. Menurutnya, Destry menegaskan bahwa kondisi ekonomi dalam negeri belum berada pada titik optimal dan masih terdapat banyak sektor yang berpotensi diakselerasi guna mendongkrak pertumbuhan.

“Siklus ekonomi domestik masih belum optimal, masih banyak sektor yang dapat diakselerasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.”

Ibrahim juga menyoroti catatan Destry soal fungsi intermediasi perbankan. Hingga saat ini, terdapat Rp2.548 triliun—setara 21 persen dari plafon kredit—yang belum tersalurkan (undisbursed loan). Segmen kredit UMKM dinilai menjadi kunci untuk menopang daya beli masyarakat sekaligus mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi.

Faktor Eksternal: Spekulasi Kesepakatan Damai AS–Iran

Dari sisi eksternal, Ibrahim mencermati pemberitaan media Rusia (RIA) mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sumber-sumber di Pakistan dan Iran mengindikasikan bahwa isi kesepakatan mencakup jaminan kebebasan navigasi lewat Selat Hormuz.

“Laporan tersebut muncul setelah pejabat Pakistan pekan ini menyatakan pembicaraan media dengan Iran mencapai kemajuan. Termasuk pembahasan pemulihan kesepakatan gencatan senjata dengan AS.”

Data yang Dinanti Pekan Depan

Pelaku pasar kini menanti rilis sejumlah indikator ekonomi domestik penting, antara lain angka inflasi Agustus, kinerja perdagangan internasional, indeks PMI manufaktur, posisi cadangan devisa, serta Indeks Keyakinan Konsumen.

Di ranah eksternal, laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat dijadwalkan terbit pada Rabu waktu setempat. Data tersebut akan memberikan gambaran tambahan terkait kondisi perekonomian AS serta tekanan inflasi yang masih membayangi.

Sementara itu, sorotan terbesar pekan ini tertuju pada pidato perdana Kevin Warsh selaku Ketua The Fed dalam simposium ekonomi Jackson Hole yang dijadwalkan Jumat lusa. Pernyataan Warsh dipandang sebagai sinyal penting mengenai arah kebijakan moneter, khususnya terkait pandangan The Fed terhadap inflasi yang persisten serta prospek ekonomi secara keseluruhan.

Frequently Asked Questions

What is Rupiah Kembali Tertekan Dolar AS Ditutup?

Rupiah Kembali Tertekan Dolar AS Ditutup is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rupiah Kembali Tertekan Dolar AS Ditutup matter?

Rupiah Kembali Tertekan Dolar AS Ditutup matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *