Kemenkes Dirikan Rumah Sakit Darurat untuk Korban Gempa NTT dalam Hitungan Jam
Tajukpublik.com – Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus mengungkapkan bahwa fasilitas rumah sakit darurat kini dapat didirikan hanya dalam rentang waktu lima hingga enam jam. Setelah pemasangan selesai, unit tersebut langsung siap menjalankan fungsi medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.
“Jadi kita bikin rumah sakit darurat, sehingga hari ini rumah sakit darurat itu dibangunnya cuma perlu sekitar lima sampai enam jam. Jadi hari ini sudah bisa dipakai di operasi kami.”
Pernyataan itu disampaikan Benjamin kepada para jurnalis di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, 18 Agustus 2026, saat ia membahas kesiapan penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur.
Kondisi Fasilitas Kesehatan Pasca-Gempa
Dari total 21 rumah sakit yang terdampak guncangan gempa, mayoritas tetap mampu menjalankan layanan secara penuh. Benjamin merinci bahwa 16 di antaranya beroperasi pada kapasitas maksimal, sementara empat lainnya mengalami gangguan teknis namun masih dapat dimanfaatkan untuk pelayanan pasien.
“Dari 21 rumah sakit, 16 beroperasi maksimal total. Empat yang terganggu tapi masih bisa dipakai, yang di Ruteng rusak total.”
Untuk mengatasi kerusakan total yang menimpa satu rumah sakit di Ruteng, Kemenkes menerjunkan paket fasilitas darurat dari Labuan Bajo. Seluruh peralatan telah terpasang dan kini mendukung operasional medis di lokasi tersebut.
Dampak pada Tingkat Puskesmas
Di tingkat puskesmas, dari 192 unit yang tersebar di wilayah terdampak, hanya 49 yang masih berfungsi secara optimal. Sisanya mengalami kerusakan parsial, meskipun layanan kesehatan bagi warga tetap berlangsung tanpa henti.
“Dari 192 puskesmas, 49 masih bisa beroperasi maksimal, sementara lainnya mengalami kerusakan sebagian. Namun, pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan meski terdapat sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan.”
Benjamin menambahkan bahwa 19 puskesmas mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi dapat ditempati. Sebagai langkah darurat, Kemenkes menempatkan fasilitas sementara di sekitar lokasi-lokasi tersebut agar akses layanan kesehatan masyarakat tidak terputus.
Angka Korban dan Respons Krisis
Hingga hari sebelumnya, tercatat 79 warga yang memerlukan penanganan medis akibat fraktur dan cedera kepala. Benjamin mengingatkan bahwa angka tersebut berpotensi meningkat seiring terus ditemukannya kasus-kasus baru di lapangan.
“Pelayanan dalam keadaan terkendali. Saya kira itu berita baiknya bahwa pelayanan terkendali.”
Ia turut mengapresiasi kecepatan arus informasi dari masyarakat maupun tenaga medis melalui berbagai kanal komunikasi. Menurut Benjamin, aliran data yang cepat memungkinkan pusat krisis pemerintah merespons secara langsung dan mengirim tim bantuan ke titik-titik terdampak tanpa penundaan.
“Sehingga otomatis dari pusat krisis langsung segera ke sana. Hari ini sudah terjadi pertolongan, kita punya tim langsung datang.”
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wamenkes Benjamin?
Wamenkes Benjamin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wamenkes Benjamin matter?
Wamenkes Benjamin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

