Iptek

Mekatronika Cerdas BRIN Integrasikan Kendali, Sensor, dan AI untuk Sistem Otonom

xl_1787026924498933_a99134cf2c_berita_humas-kementrian-lembaga

BRIN Kembangkan Mekatronika Cerdas untuk Sistem Otonom Adaptif

Tajukpublik.com – Perpaduan disiplin mesin, elektro, informatika, dan rekayasa kendali membentuk fondasi mekatronika cerdas — pendekatan yang menghasilkan sistem mampu beroperasi secara otomatis sekaligus adaptif terhadap lingkungannya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pengembangan bidang ini lintas sektor, mencakup kendaraan listrik otonom, layanan kesehatan, hingga aktivitas pertanian dan perkebunan.

Integrasi Lintas Disiplin sebagai Inti Pengembangan

Bambang Wahono, Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, menegaskan bahwa konvergensi berbagai cabang ilmu merupakan prasyarat utama agar teknologi mekatronika mampu menjawab tantangan nyata masyarakat.

“Mekatronika cerdas menjadi pemersatu sistem otomasi, manufaktur, dan komputer di industri maupun lingkungan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Fokus risetnya mencakup sistem otonom untuk kendaraan listrik dan sistem mekatronika cerdas untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan, kesehatan, dan energi.”

Portofolio Teknologi yang Sedang Dikerjakan

PRMC BRIN saat ini menangani sejumlah proyek yang ditujukan untuk kebutuhan publik. Rangkaian teknologi tersebut meliputi kendaraan listrik otonom, kursi roda pintar (smart wheelchair), sistem wearable telemedicine bagi pasien penyakit jantung, serta solusi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung operasional pertanian dan perkebunan. Selain itu, terdapat pula pengembangan tujuh alat pemantau kemacetan untuk keperluan monitoring lalu lintas modern.

MEVi: Kendaraan Listrik Otonom Mikro

Salah satu manifestasi konkret dari riset sistem otonom tersebut adalah Micro Autonomous Electric Vehicle (MEVi). Nurul Hasanah, Perekayasa Ahli Pertama PRMC BRIN, menjelaskan bahwa MEVi dikonsepkan untuk bergerak dan menavigasi secara mandiri, ditopang oleh sistem navigasi serta kecerdasan buatan.

Nurul menekankan bahwa ambang pengembangan kendaraan otonom melampaui sekadar kemampuan melaju tanpa pengemudi. Sistem wajib mampu mengenali lingkungan sekitar, mengidentifikasi posisi, mengambil keputusan, dan mengendalikan pergerakan secara aman.

“Ada empat pilar penting yang terus kami kembangkan pada sistem modular ini, yaitu sistem kendali, kepekaan sensor dalam membaca situasi jalan, akurasi pemetaan lokasi (localization), serta kemampuan kecerdasan buatan dalam menentukan keputusan navigasi.”

Jalur Pengembangan Bertahap Sejak 2021

Prototipe MEVi mulai dirakit pada tahun 2021. Sejak saat itu, kapabilitas kendaraan ditingkatkan secara progresif melalui serangkaian pengujian — dari pengenalan lingkungan dan pengendalian pergerakan hingga penentuan arah perjalanan secara mandiri.

Kunjungan Industri: Mahasiswa UGM di Kawasan BRIN Bandung

Bambang dan Nurul memaparkan perkembangan riset tersebut secara langsung kepada mahasiswa Program Sarjana Elektronika dan Instrumentasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan kunjungan industri di Kawasan Sains Teknologi Samaun Samadikun BRIN, Bandung, Rabu (12/8/2026).

Catur Atmaji, dosen pendamping rombongan, menilai kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyaksikan penerapan langsung ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah serta memahami keterkaitannya dengan ekosistem riset dan pengembangan teknologi nasional.

“Harapannya, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu yang selama ini mereka pelajari dapat diterapkan dalam riset dan teknologi. Dengan demikian, pengetahuan yang dimiliki dapat terus dikembangkan.”

Frequently Asked Questions

What is Mekatronika Cerdas BRIN Integrasikan Kendali Sensor?

Mekatronika Cerdas BRIN Integrasikan Kendali Sensor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mekatronika Cerdas BRIN Integrasikan Kendali Sensor matter?

Mekatronika Cerdas BRIN Integrasikan Kendali Sensor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *