Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Iptek

Key Strategy: Presiden Prabowo Apresiasi Penerapan Teknologi Pertanian

Sandra Smith - tajukpublik.com 3 mins read 21 views

Key Strategy: Presiden Prabowo Puji Kemajuan Teknologi Pertanian dan Perikanan Key Strategy menjadi tema utama dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke

Key Strategy: Presiden Prabowo Apresiasi Penerapan Teknologi Pertanian

Key Strategy: Presiden Prabowo Puji Kemajuan Teknologi Pertanian dan Perikanan

Key Strategy menjadi tema utama dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo, yang dianggap sebagai langkah penting untuk mendorong transformasi sektor pertanian dan perikanan. Dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026, Presiden menyaksikan demonstrasi sistem pertanian modern berbasis teknologi PM-AAS, yang menunjukkan potensi peningkatan hasil panen secara signifikan. Ia menegaskan bahwa penerapan teknologi pertanian merupakan kunci untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.

Pameran Inovasi Teknologi Pertanian

Acara tersebut berlangsung di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, yang menjadi tempat pameran berbagai inovasi teknologi pertanian dan perikanan terkini. Presiden mengapresiasi berbagai kebijakan dan program yang telah dijalankan oleh pemerintah, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk optimisasi pertanian. Ia menekankan bahwa Key Strategy harus menjadi panduan utama dalam menghadapi tantangan global di bidang pangan.

“Saya sangat bangga dengan keberhasilan yang telah dicapai, terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan teknologi yang tepat, hasil panen bisa meningkat hingga 100 persen, seperti contoh dari 5 ton gabah sebelumnya kini mencapai 10 hingga 12 ton,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara bersama media, Rabu, 24 Juni 2026.

Kepala Negara juga memaparkan bahwa Key Strategy tidak hanya terbatas pada penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup pendidikan dan pelatihan petani untuk mengikuti perkembangan sektor ini. “Masyarakat pertanian harus terus belajar dan mengadopsi inovasi teknologi agar bisa bersaing di pasar internasional,” tambahnya. Di samping itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan Key Strategy secara optimal.

Implementasi Teknologi dalam Praktik Pertanian

Penerapan teknologi pertanian, menurut Presiden, harus dipadukan dengan kebijakan yang berkelanjutan dan adil. Ia mencontohkan bahwa penggunaan sistem irigasi tercangkup dan alat bantu modern seperti drone dan IoT dapat meningkatkan efisiensi produksi hingga 40 persen. “Dengan Key Strategy, kita bisa memastikan bahwa setiap desa memiliki akses ke teknologi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal,” jelasnya.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Dengan Key Strategy, kita bisa mengejar swasembada pangan secara holistik, termasuk komoditas seperti jagung, beras, kedelai, dan sagu. Keterlibatan masyarakat pertanian sangat krusial untuk mempercepat proses ini,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Presiden juga mengingatkan bahwa Key Strategy tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada kualitas produk. Ia menyoroti peran teknologi dalam memastikan hasil pertanian lebih sehat, aman, dan sesuai standar ekspor. “Kita harus membangun sistem yang menjamin produksi bahan pangan berkualitas tinggi, karena itu adalah jaminan keberlanjutan pertanian Indonesia,” tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mendorong penerapan teknologi pertanian. Program PM-AAS, yang menjadi salah satu pilar Key Strategy, telah menjangkau ribuan petani di berbagai daerah. Presiden menyampaikan bahwa Key Strategy harus diiringi komitmen politik dan anggaran yang memadai agar teknologi bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto juga menekankan bahwa Key Strategy tidak boleh dianggap sebagai solusi instan. Ia menyatakan bahwa transformasi pertanian membutuhkan waktu dan perubahan mindset petani. “Kita harus membangun budaya mengadopsi teknologi, mulai dari tingkat desa hingga provinsi. Karena itu, Key Strategy adalah jalan tercepat untuk mencapai tujuan swasembada pangan,” tuturnya.

Menurut Presiden, perluasan Key Strategy juga melibatkan penguatan ekosistem pertanian modern. Ia menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur, akses pasar, dan pendidikan pertanian teknologi tinggi. “Dengan pendekatan Key Strategy, kita bisa menjamin kelangsungan pertanian Indonesia di tengah dinamika global dan perubahan iklim,” pungkasnya.

Gabung diskusi