BRIN Kenalkan Inovasi Kombucha Berbasis Jamur Medicinal dan Madu
BRIN Kenalkan Inovasi Kombucha Berbasis Jamur Medicinal dan Madu BRIN Kenalkan Inovasi Kombucha Berbasis Jamur - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
BRIN Kenalkan Inovasi Kombucha Berbasis Jamur Medicinal dan Madu
BRIN Kenalkan Inovasi Kombucha Berbasis Jamur – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini menghadirkan inovasi minuman fungsional kombucha yang menggabungkan ekstrak jamur medicinal Ganoderma lucidum dengan madu alami. Inovasi ini menjadi fokus utama dalam acara Capacity Building dan Expo Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) 2026, yang berlangsung di BRIN KST Cibinong pada 8–9 Juli 2026. Kombucha, yang dikenal sebagai minuman fermentasi berbasis bakteri dan ragi, kini diberi nilai tambah melalui penggunaan jamur Ganoderma lucidum sebagai bahan utama, yang memiliki khasiat kesehatan luar biasa. Dengan mengganti teh tradisional dengan rebusan jamur ini dan gula pasir dengan madu, BRIN berharap menciptakan produk yang lebih sehat, beraroma unik, dan memiliki daya tarik pasar yang tinggi.
Proses Fermentasi dan Teknologi Inovatif
Pengembangan kombucha berbasis Ganoderma lucidum dimulai dari pemilihan bahan alami yang berkualitas tinggi. Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Rizki Rabeca Elfirta, menjelaskan bahwa jamur ini dipilih karena kandungan polisakarida dan senyawa bioaktif yang terbukti memberikan manfaat kesehatan maksimal. Proses fermentasi dilakukan secara bertahap, mulai dari merebus tepung Ganoderma untuk mengeluarkan nutrisi, lalu mendinginkan bahan hingga suhu ruang sebelum ditambahkan madu sebagai sumber karbon. Teknologi ini juga memanfaatkan kultur SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) yang diperkaya dengan starter kombucha khusus, memastikan hasil fermentasi tetap stabil dan berkualitas.
Menurut Rizki, penelitian ini dilakukan selama beberapa bulan dengan menguji berbagai metode fermentasi untuk menemukan optimalisasi hasil. “Kombucha berbasis Ganoderma lucidum tidak hanya meningkatkan rasa, tetapi juga meningkatkan kandungan senyawa aktif seperti terpenoid dan flavonoid yang bermanfaat untuk tubuh,” ujarnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan madu mampu mempercepat proses fermentasi dibandingkan gula pasir, karena sifatnya yang lebih manis dan mampu memperkaya aroma serta rasa alami produk.
Manfaat Kesehatan dan Kualitas Produk
Kombucha yang dikembangkan oleh BRIN mengandung asam organik seperti asam asetat dan asam glukonat, yang membantu menjaga keseimbangan mikroba pencernaan dan mendorong proses detoksifikasi tubuh. Selain itu, senyawa bioaktif dari Ganoderma lucidum memiliki aktivitas imunomodulator, menjadikannya alternatif minuman sehat yang cocok untuk berbagai usia. Rizki menekankan bahwa produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern yang mencari minuman berbasis alami dengan efek positif jangka panjang.
Kombucha berbasis jamur medicinal juga memiliki kandungan probiotik yang berguna untuk kesehatan usus. Proses fermentasi yang dikendalikan dengan teknologi BRIN menghasilkan minuman yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki konsistensi dan daya tahan yang baik. “Kombucha ini bisa disimpan dalam kondisi normal selama sekitar 3–4 minggu tanpa kehilangan kualitas,” tambah Rizki. Ia juga menyebutkan bahwa produk ini bisa disesuaikan dengan preferensi rasa, baik untuk konsumsi harian maupun penggunaan dalam bentuk suplemen.
“Kombucha berbasis Ganoderma lucidum adalah solusi inovatif untuk memanfaatkan sumber daya hayati Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan akan minuman fungsional yang ramah lingkungan,” tutur Rizki. Ia menambahkan bahwa inovasi ini telah melewati uji klinis dan kompetisi dengan produk tradisional, menunjukkan bahwa kombucha berbasis jamur medicinal bisa menjadi pilihan utama untuk meningkatkan kesehatan secara alami.
Langkah Pemasaran dan Potensi Pasar
BRIN juga merencanakan strategi pemasaran yang komprehensif untuk memperkenalkan kombucha berbasis jamur medicinal dan madu ini. Produk ini dipasarkan sebagai minuman premium dengan konsep “kesehatan dalam setiap teguk,” dan diharapkan bisa menarik minat konsumen di berbagai segmen usia. Rizki menyatakan bahwa keunggulan kombucha ini terletak pada proses produksi yang terjangkau, tetapi tetap mempertahankan nilai nutrisi dan rasa yang menarik. “Dengan teknologi ini, kita bisa mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor, sekaligus mengembangkan industri lokal berbasis inovasi,” jelas Rizki.
Menurut Rizki, kombucha berbasis Ganoderma lucidum memiliki potensi besar untuk dipasarkan di Indonesia dan pasar internasional. Produk ini bisa menjadi bagian dari tren minuman sehat dan berkelanjutan, dengan kemasan yang ramah lingkungan serta keunggulan dalam peningkatan daya tahan tubuh dan kesehatan mental. “Fermentasi alami memberikan nilai ekonomi tinggi, karena selain menurunkan biaya produksi, juga mengurangi limbah,” ujarnya. Dengan keberlanjutan produksi dan kualitas yang terjaga, kombucha inovatif ini diharapkan bisa menjadi produk unggulan dalam industri kesehatan dan kecantikan.
