Internasional

Menbud Fadli Sebut Kesenian Makyong jadi Jembatan Budaya Indonesia-Malaysia

xl_1787291810878121_9b793be02f_berita_pusat-pemberitaan

Makyong Dinilai Fadli Zon sebagai Jembatan Budaya Antara Indonesia dan Malaysia

Tajukpublik.com – Di hadapan para hadirin pada acara Jamuan Makan Malam Penyambutan Majelis Cendikiawan Madani Malaysia-Indonesia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara terus diperkokoh lewat sinergi di bidang warisan budaya maupun bahasa. Ia menyoroti sejumlah elemen budaya yang tumbuh bersama di wilayah Indonesia dan Malaysia, antara lain kebaya serta seni pertunjukan Makyong.

“Kalau dengan Malaysia kita cukup banyak bekerja sama, termasuk joint nomination untuk warisan budaya dan juga cultural heritage. Tahun ini Insya Allah kita juga menjadi bagian dari representative list untuk Makyong.”

Pernyataan tersebut diucapkan Fadli Zon kepada awak media seusai acara yang berlangsung di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 20 Agustus 2026.

Akar Makyong di Kepulauan Riau dan Pengakuan Awal Malaysia

Fadli Zon menjelaskan bahwa tradisi Makyong berakar kuat di Kepulauan Riau. Namun demikian, Malaysia lebih dulu mencatatkan seni tersebut secara resmi sebagai bagian dari warisan budaya nasional mereka. Ia memandang bahwa kesamaan filosofi budaya yang dimiliki kedua negara merupakan modal strategis untuk memperluas kolaborasi kebudayaan di masa mendatang.

Potensi Besar Pengembangan Bahasa Melayu-Indonesia

Di luar isu warisan budaya, Fadli Zon menyoroti peluang signifikan dalam pengembangan bahasa Indonesia dan Melayu. Apabila wilayah penutur di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Tiongkok, dan Timor Leste digabungkan, total penuturnya diperkirakan mencapai 320 hingga 340 juta orang.

“Bahasa ini menurut saya sudah penting, apalagi bahasa Indonesia sudah diakui sebagai bahasa kesepuluh di UNESCO.”

Ia menilai pengakuan internasional semacam itu menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus memperluas penggunaan bahasa Indonesia di kancah global secara berkelanjutan.

Forum Madani Malindo 2: Dialog Cendekiawan Dua Negara

Kementerian Kebudayaan, melalui Kedutaan Besar Malaysia, menerima delegasi Majelis Cendikiawan Madani Malaysia-Indonesia (Madani Malindo) edisi kedua di Jakarta. Pertemuan itu mempertemukan akademisi, ulama, organisasi Islam, serta para cendekiawan guna memperdalam dialog budaya dan peradaban antara kedua negara.

Fadli Zon menyebut forum tersebut sebagai komponen penting dalam memperluas kerja sama sekaligus diplomasi kebudayaan. Ia menekankan bahwa ikatan budaya serta sejarah peradaban panjang yang dimiliki Indonesia dan Malaysia dapat menjadi fondasi bagi hubungan yang semakin erat.

“Kami berharap para cendekiawan terus membangun budaya dan peradaban bersama melalui dialog terbuka, sejuk, dan berkelanjutan untuk kemajuan. Indonesia memiliki budaya majemuk dan tua, menjadi ruang pertemuan beragam tradisi hingga membentuk masyarakat toleran dan bergotong royong.”

Frequently Asked Questions

What is Menbud Fadli Sebut Kesenian Makyong jadi?

Menbud Fadli Sebut Kesenian Makyong jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menbud Fadli Sebut Kesenian Makyong jadi matter?

Menbud Fadli Sebut Kesenian Makyong jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *