Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Main Agenda: Indonesia Promosikan Pariwisata Halal Indonesia di Vietnam

Karen Garcia - tajukpublik.com 3 mins read 10 views

Indonesia Promosikan Pariwisata Halal di Vietnam Main Agenda - Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kerja sama internasional, Konsul

Main Agenda: Indonesia Promosikan Pariwisata Halal Indonesia di Vietnam

Indonesia Promosikan Pariwisata Halal di Vietnam

Main Agenda – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kerja sama internasional, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City, Carolina Tinangon, hadir di Nha Trang untuk menyampaikan Main Agenda dalam promosi pariwisata halal Indonesia. Kegiatan yang berlangsung 8–9 Juli 2026 ini bertujuan menggali potensi kolaborasi antara Indonesia dan Vietnam, serta menunjukkan bagaimana Main Agenda bisa menjadi pondasi untuk mengembangkan industri pariwisata halal yang berkelanjutan. Acara ini juga menjadi platform untuk menyampaikan keunggulan destinasi wisata Indonesia yang sudah terakreditasi halal, serta membuka peluang bagi pengembangan destinasi baru di kawasan ASEAN.

Langkah Strategis Pariwisata Halal

Pariwisata halal dianggap sebagai Main Agenda utama dalam ekspansi ekonomi global, terutama bagi negara-negara dengan populasi Muslim besar. Carolina Tinangon menekankan bahwa keberhasilan industri ini bergantung pada integrasi layanan wisata yang memenuhi standar halal, termasuk fasilitas ibadah, makanan, dan penginapan. Dalam pemaparan bertema “Pariwisata Halal: Peluang Pemanfaatan Pasar Global di ASEAN,” ia menyoroti betapa pentingnya Main Agenda ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan regional. Dengan potensi pasar Muslim yang terus berkembang, Indonesia diharapkan bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam pengembangan pariwisata halal.

“Main Agenda ini tidak hanya tentang promosi, tapi juga tentang menyusun strategi jangka panjang untuk menjadikan pariwisata halal sebagai pilar ekonomi global. Indonesia, dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, memiliki keunggulan dalam menyediakan pengalaman wisata yang memenuhi syariah, mulai dari Lombok hingga Aceh, yang siap menarik minat wisatawan Muslim di seluruh dunia,” kata Carolina Tinangon, seperti dilansir dari laman Kemlu RI, Kamis, 16 Juli 2026.

Pada kesempatan tersebut, Carolina juga menjelaskan bahwa jumlah wisatawan Muslim global diprediksi akan mencapai 2,5 miliar orang pada 2035. Ini membuktikan bahwa Main Agenda pariwisata halal bukan hanya sebuah inisiatif lokal, tapi juga sebuah kesempatan besar untuk memperluas pasar internasional. Dengan kerja sama yang terstruktur antara Indonesia dan Vietnam, industri ini bisa menjadi sumber pendapatan devisa yang signifikan, sambil menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya.

Pengembangan Infrastruktur Pariwisata Halal

Promosi pariwisata halal Indonesia di Vietnam bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga langkah konkret untuk memperkuat kerangka kerja sama. Carolin menyebutkan bahwa Indonesia sedang mengembangkan sistem pengakuan halal yang lebih komprehensif, termasuk standarisasi layanan di sektor transportasi, penginapan, dan kegiatan wisata. Di Vietnam, pihaknya berharap bisa menjangkau pelaku industri yang siap berkolaborasi dalam menyediakan fasilitas berbasis syariah. Hal ini akan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan Muslim, serta memperkuat reputasi Vietnam sebagai destinasi halal yang layak bersaing di tingkat global.

Dalam rangka mencapai Main Agenda tersebut, pihak Indonesia juga mengajak Vietnam untuk merancang program pelatihan dan sertifikasi bagi pengusaha pariwisata lokal. Dengan adanya keselarasan standar, keduanya bisa membangun ekosistem yang lebih inklusif, menarik lebih banyak wisatawan Muslim dari berbagai negara. Carolin menambahkan bahwa keberhasilan ini memerlukan partisipasi aktif dari seluruh sektor, termasuk pemerintah, bisnis, dan masyarakat. Kehadiran perwakilan dari UN Tourism dan Global Muslim Travel Organization menunjukkan tingkat keterlibatan internasional dalam pembangunan Main Agenda ini.

Hasil dan Peluang di Masa Depan

Kegiatan di Nha Trang berlangsung secara efektif, menghasilkan beberapa kesepakatan penting dalam kerangka kerja sama pariwisata halal. Dari hasil diskusi, terungkap adanya kesempatan besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Muslim ke Indonesia dan Vietnam, terutama melalui promosi yang lebih terarah. Carolin menyebutkan bahwa Main Agenda ini bisa menjadi titik awal untuk membangun jaringan kerja sama yang lebih luas, termasuk pengembangan destinasi halal baru di kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya kolaborasi yang intensif, Indonesia dan Vietnam bisa saling mengisi kebutuhan pasar, serta memperkuat posisi mereka sebagai pusat pariwisata halal di dunia.

Dalam diskusi khusus, para peserta menyampaikan rencana pengembangan destinasi halal di Vietnam, seperti pengintegrasian makanan halal ke dalam menu restoran lokal, serta peningkatan fasilitas ibadah di bandara dan kota wisata. Carolin berharap Main Agenda ini bisa menjadi catalyst untuk peningkatan kualitas layanan, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing keduanya di pasar global. Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta membuka peluang investasi dan kerja sama di sektor lain.

Gabung diskusi