Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Diaspora Indonesia: Situasi Bahrain Masih Aman dan Terkendali

Mark Jones - tajukpublik.com 2 mins read 8 views

Jakarta – Badan Pernandes, selaku Ketua Jaringan Diaspora Indonesia (IDN) Chapter Bahrain, menyampaikan bahwa keselamatan warga negara Indonesia di Bahrain

Diaspora Indonesia: Situasi Bahrain Masih Aman dan Terkendali

Kondisi Bahrain Tetap Stabil: Diaspora Indonesia Aman dari Serangan Iran

Tajukpublik.com – Jakarta – Badan Pernandes, selaku Ketua Jaringan Diaspora Indonesia (IDN) Chapter Bahrain, menyampaikan bahwa keselamatan warga negara Indonesia di Bahrain masih terjaga. Hal ini disampaikan meskipun Iran kembali melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Menurut keterangan yang diberikan kepada PRO3 RRI pada Kamis malam, 23 Juli 2026, pemerintah Bahrain dinilai masih mampu mengontrol situasi yang terjadi. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai evakuasi bagi para penduduk.

“Kami di sini baik-baik saja. Pemerintah Bahrain masih mengendalikan situasi dan belum menetapkan status evakuasi,” ujar Body kepada PRO3 RRI, Kamis 23 Juli 2026 malam.

Badan menjelaskan bahwa otoritas Bahrain secara berkala mengirimkan pemberitahuan darurat ketika terdeteksi adanya ancaman berupa rudal atau drone yang mengarah ke negara tersebut. Setelah muncul notifikasi bahwa kondisi sudah aman, masyarakat dapat kembali melakukan kegiatan sehari-hari tanpa gangguan.

Menurutnya, tidak ada kepanikan berlebihan yang terjadi di kalangan penduduk. Setelah menerima pemberitahuan all clear, aktivitas berjalan seperti biasa.

“Setelah ada pemberitahuan all clear, kami langsung melanjutkan aktivitas seperti biasa. Tanpa kepanikan yang berlebihan,” katanya.

Fokus Serangan pada Fasilitas Militer AS

Badan menambahkan bahwa target utama serangan Iran adalah pangkalan militer Amerika Serikat, bukan kawasan tempat tinggal warga Bahrain. Informasi yang beredar di beberapa media mengenai serangan ke permukiman warga ternyata kurang akurat.

“Yang ditargetkan memang pangkalan Amerika Serikat. Bukan permukiman warga seperti yang ramai diberitakan sebagian media,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi prosedur keselamatan yang telah ditetapkan oleh otoritas setempat. Pemerintah Bahrain juga rutin mengirimkan peringatan melalui notifikasi pada telepon seluler, lengkap dengan arahan keselamatan yang harus diikuti.

Ketika alarm berbunyi, para pekerja diarahkan menuju basement. Mereka baru kembali beraktivitas setelah menerima pemberitahuan bahwa situasi sudah aman.

Imbauan Verifikasi Informasi

Badan juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi keamanan di Bahrain. Sumber informasi yang terpercaya sebaiknya berasal dari keluarga yang berada di Bahrain, pemerintah setempat, maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Tindakan ini penting untuk mencegah kepanikan yang tidak perlu di kalangan diaspora Indonesia.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan kembali menyerang aset militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Fasilitas yang menjadi sasaran meliputi sistem pertahanan udara, instalasi radar, sistem pertahanan rudal, serta sistem penerimaan satelit.

Berdasarkan laporan AFP pada Selasa, 21 Juli 2026, IRGC menyatakan bahwa serangan ditujukan ke dua sistem pertahanan udara dan instalasi radar di dua pos terdepan milik Amerika Serikat di Bahrain. Serangan tersebut juga disebut menyasar sistem pertahanan rudal, radar, dan sistem penerimaan satelit milik AS di Kuwait.

Gabung diskusi