Hiburan

Kemenbud Dukung ‘Strings of Equator’ Kenalkan Musik Nusantara ke Panggung Eropa

xl_1787408367431610_518bf8ea38_berita_pusat-pemberitaan

Strings of Equator: Tantowi Yahya dan Thomshell Band Bawa Musik Nusantara ke Tiga Kota Eropa

Tajukpublik.com – Musisi Tantowi Yahya menggandeng Thomshell Band dalam sebuah tur lintas benua yang diberi nama Strings of Equator. Rangkaian pertunjukan ini menyasar penonton di tiga negara Eropa besar pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Agenda tur mencakup Oslo, Norwegia (24 Agustus 2026), Santa Susanna, Spanyol (28–31 Agustus serta 1 September 2026), dan Den Haag, Belanda (4 September 2026).

Dukungan Resmi dari Kementerian Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa kementerian yang ia pimpin memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Alasannya sederhana: musik termasuk dalam daftar sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan yang diakui negara. Menurut Fadli, keberagaman budaya Indonesia membentang dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dan menjadi ekspresi kebudayaan yang luar biasa.

“Budaya kita yang mega cultural diversity, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Ini merupakan ekspresi kebudayaan kita yang luar biasa.”

Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan pers yang diterima RRI pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Fadli menegaskan bahwa panggung internasional bukan sekadar sarana promosi budaya, melainkan juga kanal untuk memperluas pasar, membangun jejaring, serta membuka peluang kerja sama bagi pelaku musik Indonesia.

Konten Musikal: Perpaduan Lagu Daerah dan Narasi Nusantara

Tantowi Yahya menjelaskan bahwa setiap pertunjukan akan memadukan lagu-lagu daerah dengan cerita tentang kebudayaan Nusantara. Pemilihan materi musik sengaja dirancang untuk memperlihatkan kontras karakter musikal antara Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.

“Wilayah tengah kuat dengan tradisi Jawa dan keraton serta tangga nada slendro, sedangkan Indonesia timur dipengaruhi budaya Pasifik.”

Ia menambahkan bahwa musik di bagian barat banyak menyerap pengaruh Islam dan Melayu, yang tercermin dalam penggunaan instrumen seperti gambus, mandolin, dan biola.

Harapan di Balik Panggung: Lebih dari Sekadar Hiburan

Fadli Zon berharap tur ini tidak berhenti pada fungsi hiburan semata. Ia menginginkan setiap pertunjukan membawa pesan tentang kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadikan negara ini lebih terlihat di kancah internasional.

“Saya berharap kegiatan yang akan dijalankan tidak hanya menghibur tapi membawa pesan kebudayaan Indonesia, kekayaan budaya kita, dan menjadikan Indonesia visibel di dunia internasional.”

Dukungan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan terhadap Strings of Equator merupakan bagian dari upaya memperluas kehadiran musik Indonesia di pasar global. Langkah ini sekaligus memperkuat koneksi antara musisi Indonesia dengan pelaku industri serta penyelenggara pertunjukan di berbagai negara.

Konteks Lebih Luas: Museum Musik Indonesia di Bandung

Di samping dukungan terhadap tur, Menbud Fadli juga mengisyaratkan rencana menghadirkan Museum Musik Indonesia di Bandung. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi pelengkap ekosistem yang memungkinkan musik Nusantara tidak hanya tampil di panggung Eropa, tetapi juga memiliki ruang dokumentasi dan apresiasi di dalam negeri.

Frequently Asked Questions

What is Kemenbud Dukung Strings of Equator Kenalkan?

Kemenbud Dukung Strings of Equator Kenalkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenbud Dukung Strings of Equator Kenalkan matter?

Kemenbud Dukung Strings of Equator Kenalkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *