Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Siap Himpun Ribuan Peserta
Persiapan untuk Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Siap Himpun ribuan peserta dari berbagai penjuru tanah air telah memasuki tahap akhir. Acara monumental ini
Kongres Kebudayaan Nusantara 2026: Menyatukan Kekayaan Budaya Indonesia
Tajukpublik.com – Persiapan untuk Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Siap Himpun ribuan peserta dari berbagai penjuru tanah air telah memasuki tahap akhir. Acara monumental ini akan diselenggarakan di bawah koordinasi Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, kegiatan ini akan berlangsung pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026 mendatang. Lokasi yang dipilih sebagai venue utama adalah Pendopo Kabupaten Malang di Provinsi Jawa Timur, yang dinilai strategis untuk menampung peserta dalam jumlah besar.
Berdasarkan data terbaru dari panitia penyelenggara, antusiasme masyarakat terhadap acara ini terus meningkat. Jumlah peserta yang telah terdaftar kini mendekati angka dua ribu orang, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pemajuan kebudayaan nasional. Peserta tersebut berasal dari beragam latar belakang kebudayaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain masyarakat umum, setidaknya enam puluh dua perguruan tinggi dari berbagai daerah juga akan mengirimkan perwakilan sebagai peserta aktif dalam forum ini, menambah kekayaan perspektif dalam diskusi.
Visi Inklusif untuk Dialog Kebangsaan
Agung Rizkhi Zaifudhin, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pusat HPK, menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya mengundang berbagai elemen masyarakat agar forum berjalan inklusif dan mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan bangsa. Dalam wawancara bersama PRO3 RRI pada hari Kamis, 30 Juli 2026, ia menyampaikan bahwa kehadiran berbagai pihak akan memperkaya hasil kongres.
Kami mengundang seluruh entitas kebudayaan, mulai penghayat kepercayaan, masyarakat adat, pelaku seni tradisi, hingga sivitas akademika perguruan tinggi. Sampai saat ini jumlah peserta telah mendekati dua ribu orang dan akan berkumpul di Pendopo Kabupaten Malang mendatang.
Kehadiran kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kajian ilmiah serta memperkaya rekomendasi yang akan dihasilkan selama pelaksanaan kongres. Hal ini sejalan dengan visi untuk menjadikan Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 sebagai wadah dialog yang produktif bagi seluruh pemangku kepentingan kebudayaan.
Melanjutkan Jejak Sejarah dan Cita-Cita Pendiri Bangsa
Kongres Kebudayaan Nusantara memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pembangunan identitas bangsa Indonesia. Agung Rizkhi Zaifudhin mengingatkan bahwa Kongres Kebudayaan pertama kali diadakan pada tahun 1918 sebagai ruang dialog bagi para tokoh kebudayaan untuk merumuskan arah bangsa bersama. Semangat tersebut menjadi inspirasi utama dalam penyelenggaraan kongres kali ini.
Kongres Kebudayaan pertama tahun 1918 mempertemukan banyak tokoh bangsa untuk mendiskusikan arah kebudayaan Indonesia pada masa mendatang bersama. Semangat itulah yang ingin kami hidupkan kembali melalui Kongres Kebudayaan Nusantara sebagai ruang dialog kebangsaan yang inklusif sekarang.
Sementara itu, Hadi Prajoko sebagai Ketua Umum Pusat HPK menilai bahwa kongres ini merupakan kelanjutan dari gagasan para pendiri bangsa. Ia menyatakan bahwa forum tersebut tidak hanya membahas aspek kebudayaan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa. Menurutnya, Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Siap menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas nasional.
Kami melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa yang meletakkan kemerdekaan bukan hanya sebagai tujuan politik semata bagi Indonesia. Terdapat misi spiritual, budi, dan rasa yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa sesuai amanat konstitusi bersama.
Hadi Prajoko menambahkan bahwa nilai spiritual, budi pekerti, dan rasa merupakan bagian penting yang perlu terus diperkuat melalui pembangunan kebudayaan nasional yang berkelanjutan. Ia berharap Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 dapat melahirkan rekomendasi strategis untuk memperkuat kebijakan pemajuan kebudayaan Indonesia. Selain itu, forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas generasi dalam menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Dengan demikian, Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Siap menjadi tonggak sejarah baru dalam pemajuan kebudayaan Indonesia di era modern.
