Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Topics Covered: Indonesia Raih Belasan Kerja Sama Strategis di INNOPROM 2026

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 9 views

Indonesia Raih Belasan Kerja Sama Strategis di INNOPROM 2026 Topics Covered: Partisipasi Indonesia dalam acara INNOPROM 2026 di Moskow, Rusia, membawa hasil

Topics Covered: Indonesia Raih Belasan Kerja Sama Strategis di INNOPROM 2026

Indonesia Raih Belasan Kerja Sama Strategis di INNOPROM 2026

Topics Covered: Partisipasi Indonesia dalam acara INNOPROM 2026 di Moskow, Rusia, membawa hasil yang signifikan bagi industri dalam negeri. Sebagai negara tamu, Indonesia berhasil menandatangani lebih dari 13 kerja sama strategis dengan negara-negara di kawasan Eurasia, termasuk Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Azerbaijan, Tajikistan, serta wilayah Chelyabinsk, Kirov, dan Sverdlovsk. “Kehadiran Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat posisi industri nasional di pasar internasional,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan pers yang dilaporkan RRI, Senin, 13 Juli 2026.

Peluang Bisnis di Eurasia Tumbuh Berkembang

Topics Covered: Kementerian Perindustrian menggagas delapan pertemuan bilateral dan forum diskusi untuk memperdalam hubungan industri dengan negara-negara peserta. Pertemuan-pertemuan ini menjadi platform bagi para pelaku usaha dan calon investor untuk menjalin kemitraan strategis. “Kerja sama yang terbangun selama acara ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing, dan menciptakan peluang investasi baru,” kata Direktur Jenderal KPAII, Tri Supondy, yang menekankan pentingnya kerja sama antar negara dalam rangka membangun ekosistem industri yang lebih kuat.

“Kerja sama yang terbangun selama INNOPROM 2026 akan memberikan dampak positif terhadap penguatan rantai pasok dan hilirisasi industri di kawasan Eurasia,”

ujar Tri Supondy dalam wawancara eksklusif dengan media. Selain itu, Indonesia juga menyoroti pengembangan kawasan industri, alih teknologi, dan peningkatan kualitas SDM sebagai fokus utama dalam kegiatan ini.

Kerja Sama Strategis di Berbagai Sektor

Topics Covered: Dalam rangka memperkuat sektor industri, Indonesia berhasil mencatatkan 13 Memorandum of Understanding (MoU) di berbagai bidang kritis, seperti manufaktur, semikonduktor, telematika, dan industri maritim. Kesepakatan ini mencakup kolaborasi antara IPERINDO, PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, PIKKI, serta United Industrial Corporation AK Bars. “Dengan 13 kerja sama strategis ini, kita bisa memperluas pasar ekspor dan memperbaiki kualitas produk dalam negeri,” jelas Tri Supondy.

Industri Kimia Indonesia juga menandatangani MoU dengan CHETRA LLC, sementara Himpunan Kawasan Industri Indonesia bermitra dengan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones Russian Federation. Kerja sama ini diharapkan mendorong pertukaran teknologi, standarisasi produk, dan penguatan ekosistem industri di kawasan tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi diskusi mengenai manufaktur maju dan hilirisasi yang menjanjikan masa depan industri nasional.

Topics Covered: Acara INNOPROM 2026 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan potensi sektor manufaktur dalam pasar internasional. Partisipasi ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membangun jaringan bisnis yang bisa berdampak jangka panjang. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui bahwa kegiatan ini membuka peluang kolaborasi dengan negara-negara Eurasia yang memiliki kebutuhan dan minat terhadap produk Indonesia.

Kawasan Industri dan Pengembangan Teknologi

Kerja sama dalam bidang kawasan industri dan pengembangan teknologi menjadi bagian penting dari pencapaian ini. Indonesia menggagas penandatanganan MoU dengan lembaga-lembaga lokal untuk mendukung inisiatif hilirisasi dan penguatan rantai pasok. “Kerja sama antara kawasan industri Indonesia dan negara-negara tetangga bisa mempercepat proses transformasi sektor manufaktur,” terang Tri Supondy. Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri melalui kolaborasi internasional.

Topics Covered: Acara INNOPROM 2026 juga menampilkan berbagai diskusi mengenai industri sawit berkelanjutan dan peran manufaktur dalam menciptakan nilai tambah. Dalam sesi-sesi tersebut, para pemangku kepentingan memperlihatkan komitmen untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi melalui inovasi dan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. “Keberhasilan kerja sama ini menunjukkan bahwa industri Indonesia mampu beradaptasi dengan permintaan pasar global,” tambah Tri Supondy.

Kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Eurasia tidak hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan jangka panjang. Pemerintah Indonesia optimis bahwa peran aktif dalam acara INNOPROM 2026 akan membuka peluang baru untuk menarik investasi asing dan meningkatkan ekspor sektor industri. “Kita harus terus membangun kemitraan strategis untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Agus Gumiwang Kartasasmita.

Gabung diskusi