New Policy: Pelanggan KA Sancaka Utara Melonjak 98,25 Persen
ncaka Utara Capai 98,25 Persen New Policy - Dengan penerapan New Policy terbaru oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), jumlah penumpang pada KA Sancaka Utara
Peningkatan Penggunaan KA Sancaka Utara Capai 98,25 Persen
New Policy – Dengan penerapan New Policy terbaru oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), jumlah penumpang pada KA Sancaka Utara mengalami kenaikan signifikan hingga Mei 2026. Menurut data yang diterbitkan pada Sabtu, 20 Juni 2026, angka penumpang mencapai 142.135, meningkat sekitar 98,25 persen dibandingkan sebelumnya yang hanya 71.695. Perubahan ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap kebijakan baru yang berdampak pada aksesibilitas dan kenyamanan penggunaan layanan kereta api ini. Rute KA Sancaka Utara menghubungkan Surabaya Pasarturi di Jawa Timur dengan Cilacap di Jawa Tengah, menjadi salah satu jalur utama yang mengakomodasi kebutuhan mobilitas warga.
Kebijakan Baru yang Mengubah Pola Perjalanan
New Policy yang diterapkan KAI berfokus pada peningkatan kapasitas dan layanan di KA Sancaka Utara. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa perjalanan KA Sancaka Utara memiliki keunikan karena menghubungkan kota-kota strategis seperti Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Kroya, dan akhirnya Cilacap. “Kebijakan baru ini memberikan pilihan transportasi langsung yang lebih efisien untuk kebutuhan pendidikan, pekerjaan, wisata, serta aktivitas ekonomi,” tambah Anne, yang menekankan efektivitas New Policy dalam mengoptimalkan aksesibilitas wilayah yang terpencil.
Dengan New Policy, layanan ini menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang ingin menjangkau destinasi wisata populer. Penumpang yang berangkat ke Bojonegoro dapat menikmati keindahan Kayangan Api, sementara di Kota Solo, mereka bisa mengakses pusat budaya dan kuliner lokal. Stasiun Klaten menjadi titik strategis untuk mengunjungi Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, serta Yogyakarta yang memudahkan akses ke Malioboro. Kebumen, sebagai bagian dari rute ini, menyediakan kesempatan untuk melihat Benteng Van der Wijck, yang sebelumnya sulit dicapai dengan transportasi umum.
Infrastruktur dan Fasilitas yang Mendukung Kebijakan Baru
KAI menyediakan dua kelas layanan di KA Sancaka Utara, yaitu eksekutif dan ekonomi modifikasi. Armada ini memiliki total kapasitas 488 tempat duduk, dengan fasilitas tambahan seperti pendingin ruangan, toilet, stop kontak, dan rak bagasi. Kehadiran layanan makan yang bisa dipesan melalui aplikasi Access by KAI juga menjadi nilai tambah bagi pengguna. “Dengan New Policy, kami memastikan kenyamanan dan keamanan dalam perjalanan, serta peningkatan kualitas pelayanan,” ujar Anne Purba, menyoroti perbaikan infrastruktur sebagai bagian dari kebijakan baru.
Perubahan kebijakan ini juga memperluas cakupan layanan ke berbagai daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan rute yang menembus wilayah pedesaan dan perkotaan, KA Sancaka Utara menjadi solusi transportasi yang lebih terjangkau dan cepat. Anne menyebutkan bahwa kenaikan jumlah penumpang menunjukkan kebutuhan akan mobilitas yang tinggi, terutama dalam konteks pengembangan ekonomi lokal. “Kebijakan baru ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan pendidikan di daerah-daerah yang dilalui,” jelasnya.
EVP Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengimbau masyarakat untuk menggunakan kanal resmi untuk mendapatkan informasi terkini. “Dengan mengakses situs kai.id, pengguna bisa memperoleh jadwal, ketersediaan kursi, dan layanan secara akurat,” kata Wisnu, yang menegaskan bahwa New Policy juga memperkuat transparansi dan kepercayaan terhadap sistem transportasi kereta api. Relasi KA Sancaka Utara, yang dioperasikan sejak 1 Desember 2019, terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas yang semakin meningkat.
Manfaat New Policy dalam menunjang pengembangan transportasi lokal tidak hanya terlihat dari kenaikan penumpang, tetapi juga dari peningkatan interaksi antar wilayah. Rute ini memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat di Jawa Timur dan Jawa Tengah, terutama di area yang kurang dilayani oleh moda transportasi lain. “Kebijakan baru ini membuka jalan bagi pengembangan ekonomi, wisata, dan pendidikan, karena memudahkan perjalanan antar daerah,” pungkas Wisnu, yang menambahkan bahwa KAI terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perluasan rute KA Sancaka Utara juga memberikan peluang bagi pengembangan infrastruktur pendukung, seperti akses ke pelabuhan dan bandara. Dengan New Policy yang menekankan integrasi transportasi, masyarakat bisa menggunakan KA Sancaka Utara sebagai bagian dari perjalanan multi-modal. “Kami berharap New Policy ini menjadi contoh keberhasilan dalam mengubah pola perjalanan masyarakat,” tutur Anne, yang menegaskan bahwa kenaikan penggunaan KA Sancaka Utara menunjukkan keberhasilan kebijakan tersebut dalam mendorong pergerakan warga di wilayah terpencil.
Dalam jangka panjang, New Policy diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas jalan, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. KAI juga berencana untuk memperluas jaringan kereta api lainnya di Indonesia, dengan KA Sancaka Utara menjadi model keberhasilan dalam penerapan kebijakan baru. Dengan peningkatan penggunaan hingga 98,25 persen, layanan ini menunjukkan bahwa New Policy berhasil menciptakan solusi transportasi yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.
