Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Key Strategy: Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha

Patricia Jackson - tajukpublik.com 4 mins read 11 views

Pertamina Selesaikan Penyederhanaan 31 Unit Anak Usaha Key Strategy - Dalam rangka Key Strategy transformasi korporasi, Pertamina, sebagai perusahaan BUMN

Key Strategy: Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha

Pertamina Selesaikan Penyederhanaan 31 Unit Anak Usaha

Key Strategy – Dalam rangka Key Strategy transformasi korporasi, Pertamina, sebagai perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia, telah berhasil menyelesaikan penyederhanaan struktur organisasi dengan mengintegrasikan 31 entitas anak usaha hingga akhir kuartal pertama tahun 2026. Proses ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mengoptimalkan nilai tambah untuk perekonomian dalam negeri. Dengan Key Strategy ini, Pertamina memperlihatkan komitmen untuk menjadi perusahaan energi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Penyederhanaan tersebut dilakukan di bawah kepemimpinan Direktur Utama, Simon Aloysius Mantiri, sebagai upaya merampingkan keberadaan anak usaha yang berpotensi memperbesar ruang lingkup bisnis. Dalam pernyataan resmi, Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis, menjelaskan bahwa langkah ini mencakup merger, penjualan bisnis non-core, serta likuidasi entitas yang tidak lagi berkontribusi signifikan. Tujuan utamanya adalah menyelaraskan aktivitas anak usaha dengan visi Pertamina untuk mendorong inovasi, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat fokus pada sektor-sektor yang strategis.

Key Strategy ini adalah langkah penting untuk membentuk struktur yang lebih sederhana dan efektif. Dengan menggabungkan 31 entitas anak usaha, kami dapat mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan sumber daya diarahkan ke tujuan yang lebih jelas,” ujar Agung Wicaksono.

Proses penggabungan dan pelepasan bisnis ini juga diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan daya saing Pertamina dalam pasar energi global. Dengan Key Strategy yang diusung, perusahaan mampu fokus pada inisiatif-inisiatif yang menjanjikan pertumbuhan jangka panjang, seperti pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi. Selain itu, langkah ini juga dianggap sebagai komitmen Pertamina untuk menjawab tantangan ketahanan energi nasional di tengah dinamika harga global yang fluktuatif.

Tata Kelola yang Lebih Transparan dan Kolaborasi dengan Pihak Lain

Dalam rangka mendukung Key Strategy ini, Pertamina memastikan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang lebih ketat. Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, menegaskan bahwa penyederhanaan dilakukan secara sistematis, dengan mempertimbangkan risiko, kepatuhan hukum, serta keterlibatan aktif dari berbagai pihak. Proses ini tidak hanya memperbaiki efisiensi internal, tetapi juga memperkuat transparansi dalam pengelolaan sumber daya dan keputusan strategis.

Kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga pemerintah lainnya menjadi bagian penting dari Key Strategy ini. Dukungan dari pihak-pihak terkait memastikan bahwa penyederhanaan struktur dilakukan tanpa mengorbankan kepastian hukum atau stabilitas operasional. Menurut Baron, sinergi dengan lembaga pengawas memperkuat kepercayaan publik dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat.

“Dengan Key Strategy ini, Pertamina berharap mampu menjadi mitra strategis dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Kami juga memastikan bahwa seluruh proses penyederhanaan dilakukan dengan penuh pertimbangan dan transparansi,” tambah Baron.

Pengoptimalan struktur ini juga diharapkan mendorong inisiatif-inisiatif strategis seperti pengembangan proyek energi bersih dan peningkatan kapasitas produksi migas. Dengan memperkuat konsentrasi pada sektor-sektor yang kritis, Pertamina ingin memastikan bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya berfokus pada laba semata, tetapi juga pada kontribusi terhadap keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi. Key Strategy ini menjadi pondasi untuk mencapai visi jangka panjang perusahaan, yakni menjadi pemain utama dalam ekosistem energi global.

Pelaksanaan yang Komprehensif dan Dukungan dari Pemerintah

Penyederhanaan 31 unit anak usaha ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2026 yang dikeluarkan pemerintah sebagai langkah strategis untuk mereformasi BUMN. Dukungan dari pemerintah memberikan kepastian bahwa Key Strategy ini akan terus berjalan sesuai dengan arah kebijakan nasional. Dalam pernyataannya, Agung Wicaksono menegaskan bahwa proses ini bukan hanya tentang penggabungan, tetapi juga tentang transformasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan kepuasan pelanggan.

Komitmen Pertamina untuk melaksanakan Key Strategy ini juga diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka dengan publik dan stakeholder. Dengan struktur yang lebih sederhana, perusahaan dapat lebih efektif dalam memperkenalkan inisiatif-inisiatif strategis, termasuk pengembangan teknologi dan pengurangan emisi karbon. Langkah likuidasi entitas yang tidak aktif, misalnya, tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga menghapus redundansi yang memperlambat pertumbuhan.

Key Strategy ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis, tetapi juga memperkuat kapasitas Pertamina untuk bersaing di pasar global. Dengan menyederhanakan struktur, kami dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan yang terus berlangsung,” jelas Agung Wicaksono.

Langkah penyederhanaan ini juga diharapkan mendorong konsistensi dalam kebijakan corporate, sehingga mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih solid. Dengan fokus pada Key Strategy, Pertamina berupaya membangun jejaring kerja yang lebih dinamis, meningkatkan inovasi, dan memastikan bahwa setiap entitas anak usaha memiliki peran yang jelas dalam mendorong keberlanjutan bisnis. Proses ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya mengikuti trend, tetapi juga proaktif dalam mengubah struktur untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.

Gabung diskusi