Nasional

Pembangunan Bendungan Pelosika Disiapkan, Akan Jadi Terbesar di Sultra

xl_1789619822158174_f7894949d1_berita_pusat-pemberitaan

Bendungan Pelosika Diproyeksikan Jadi Infrastruktur Air Terbesar di Sulawesi Tenggara

Tajukpublik.com – Pemerintah menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu proyek strategis infrastruktur sumber daya air untuk periode 2025-2029. Bendungan ini diproyeksikan menjadi yang terbesar di Sulawesi Tenggara dan menempati posisi ketiga terbesar di Indonesia dari sisi kapasitas tampung.

Proyek tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah kebutuhan penting di wilayah Konawe, mulai dari penyediaan air irigasi, air baku bagi masyarakat, pengurangan ancaman banjir, hingga pengembangan energi terbarukan. Masa konstruksi Bendungan Pelosika direncanakan berjalan pada 2026 sampai 2030, setelah saat ini berada dalam tahap pemrograman dan persiapan menuju proses lelang.

Kapasitas Tampung Lebih dari Satu Miliar Meter Kubik

Bendungan Pelosika akan memiliki kapasitas tampung total sebesar 1,117 miliar meter kubik air. Dari jumlah itu, kapasitas tampungan efektifnya mencapai 808 juta meter kubik. Kawasan genangan yang terbentuk diperkirakan mencakup area seluas 5.451,56 hektare.

Secara konstruksi, bendungan ini menggunakan tipe urugan dengan inti clay atau tanah lempung. Tingginya direncanakan mencapai 63 meter. Pembangunan keseluruhan proyek diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp9,8 triliun.

Skala tampungan tersebut menempatkan Bendungan Pelosika sebagai salah satu simpul penting pengelolaan air di Sulawesi Tenggara. Air yang tersimpan tidak hanya ditujukan untuk digunakan pada saat musim tanam, tetapi juga menjadi cadangan ketika kebutuhan meningkat atau debit sungai mengalami perubahan.

Menopang Irigasi hingga 20.458 Hektare

Salah satu fungsi utama Bendungan Pelosika adalah mendukung layanan irigasi untuk 20.458 hektare lahan pertanian masyarakat. Cakupan ini terdiri atas 12.678 hektare daerah irigasi fungsional dan 7.780 hektare daerah irigasi potensial.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, indeks pertanaman ditargetkan naik dari 220 persen menjadi 300 persen setiap tahun. Artinya, lahan yang sebelumnya memungkinkan penanaman dua kali dalam setahun dapat berpeluang ditanami hingga tiga kali.

Peningkatan frekuensi tanam menjadi salah satu aspek penting bagi penguatan produksi pangan. Namun, manfaat bendungan akan sangat bergantung pada kesiapan jaringan distribusi air sampai ke lahan pertanian. Karena itu, pembangunan bendungan perlu berjalan searah dengan rehabilitasi dan penguatan jaringan irigasi.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan bahwa air yang tersimpan harus dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani. Ketersediaan pasokan yang stabil dinilai berperan langsung dalam menjaga produktivitas pertanian serta mendukung kondisi ekonomi petani.

“Suplai air yang berkelanjutan menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 17 September 2026.

Pasokan Air Bersih untuk Sekitar 540 Ribu Penduduk

Selain pertanian, Bendungan Pelosika disiapkan untuk menyediakan air baku sebanyak 750 liter per detik. Volume tersebut diproyeksikan dapat melayani kebutuhan air bersih sekitar 540 ribu jiwa di Kabupaten Konawe.

Penyediaan air baku merupakan fungsi yang penting karena air dari bendungan nantinya dapat menjadi sumber bagi pelayanan air bersih setelah melalui proses pengolahan dan jaringan distribusi yang diperlukan. Kehadiran sumber air yang lebih besar juga diharapkan memperkuat ketahanan air masyarakat dalam jangka panjang.

Fungsi bendungan tidak berhenti pada penyimpanan air. Infrastruktur semacam ini juga membantu mengatur aliran ketika curah hujan tinggi, sehingga kelebihan debit dapat dikelola lebih baik sebelum mencapai kawasan yang rentan terdampak banjir.

Menekan Luasan Risiko Banjir di Konawe

Bendungan Pelosika ditargetkan mengurangi risiko banjir secara signifikan di Kabupaten Konawe. Luasan wilayah dengan risiko banjir diproyeksikan turun dari 19.330 hektare menjadi 6.301 hektare.

Pengurangan risiko itu mencakup sepuluh kecamatan, yaitu Asinua, Abuki, Lambuya, Uepai, Unaaha, Konawe, Anggaberi, Wawotobi, Wonggeduku, dan Pondidaha. Pengendalian banjir di kawasan tersebut menjadi bagian dari manfaat langsung proyek terhadap permukiman, aktivitas ekonomi, serta lahan pertanian masyarakat.

Meski demikian, efektivitas pengendalian banjir tetap berkaitan dengan pengelolaan kawasan secara menyeluruh. Bendungan dapat berfungsi sebagai pengatur debit, sementara kondisi aliran sungai, drainase, serta pemanfaatan ruang di wilayah hilir juga menjadi bagian yang menentukan hasil akhirnya.

Membuka Potensi Energi Air dan Surya

Rancangan Bendungan Pelosika turut memasukkan pemanfaatan energi berkelanjutan. Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA di bendungan ini direncanakan berkapasitas 40 megawatt. Selain itu, tersedia potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan kapasitas 261,12 megawatt.

Perpaduan fungsi air, pangan, pengendalian banjir, dan energi membuat proyek ini memiliki peran yang luas bagi Sulawesi Tenggara. Bendungan tidak hanya dipersiapkan sebagai bangunan penahan air, melainkan sebagai infrastruktur yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan kegiatan produktif secara terpadu.

Apabila seluruh tahapan pembangunan, jaringan irigasi, serta fasilitas pendukungnya berjalan sesuai rencana, Bendungan Pelosika diharapkan menjadi salah satu fondasi penting bagi ketahanan pangan, ketahanan air, pengurangan risiko banjir, dan pengembangan energi bersih di Kabupaten Konawe dan sekitarnya.

Frequently Asked Questions

What is Pembangunan Bendungan Pelosika Disiapkan Akan Jadi?

Pembangunan Bendungan Pelosika Disiapkan Akan Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pembangunan Bendungan Pelosika Disiapkan Akan Jadi matter?

Pembangunan Bendungan Pelosika Disiapkan Akan Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *