Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Iptek

Indonesia Kenalkan LVAD CoreHeart 6, Alat Bantu Jantung Terkecil Pertama di Asia

Karen Williams - tajukpublik.com 3 mins read 4 views

Terobosan besar dalam dunia kedokteran jantung telah hadir di Indonesia. RSCM Cipto Mangunkusumo bersama HeartSpan.ai resmi memperkenalkan Left Ventricular

Indonesia Kenalkan LVAD CoreHeart 6, Alat Bantu Jantung Terkecil Pertama di Asia

Indonesia Kenalkan LVAD CoreHeart 6: Alat Bantu Jantung Terkecil di Asia

Tajukpublik.com – Terobosan besar dalam dunia kedokteran jantung telah hadir di Indonesia. RSCM Cipto Mangunkusumo bersama HeartSpan.ai resmi memperkenalkan Left Ventricular Assist Device (LVAD) CoreHeart 6, sebuah inovasi revolusioner yang menjadi alat bantu jantung terkecil dan teringan pertama di seluruh benua Asia. Perangkat canggih ini memberikan harapan baru bagi ribuan pasien gagal jantung stadium lanjut yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan pengobatan.

LVAD CoreHeart 6 berfungsi sebagai pompa jantung otomatis yang dipasang melalui prosedur operasi minimal invasif. Alat ini membantu ventrikel kiri jantung dalam memompa darah secara efektif bagi penderita dengan kondisi fungsi jantung yang melemah parah. Dengan ukuran yang sangat compact, perangkat ini tidak hanya lebih ringan tetapi juga lebih nyaman bagi pasien untuk menjalani kehidupan sehari-hari setelah implantasi.

Spesifikasi dan Keunggulan Teknologi

CoreHeart 6 memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya, menjadikannya pilihan ideal untuk pasien dengan ukuran tubuh kecil maupun anak-anak. Teknologi magnetik levitation yang digunakan memungkinkan putaran rotor tanpa gesekan, sehingga mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan durasi penggunaan alat. Sistem ini juga dilengkapi dengan sensor pintar yang memantau fungsi jantung secara real-time dan mengirimkan data ke tim medis.

Kami ingin menciptakan ekosistem layanan gagal jantung yang berkelanjutan melalui pelatihan dokter, kemitraan internasional, juga pengembangan berjangka panjang. Tujuan kami adalah memberdayakan tenaga kesehatan lokal dan membangun model layanan yang bermanfaat bagi pasien di seluruh kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Wei Siang Yu, pendiri HeartSpan.ai, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di RSCM Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa kemampuan tim medis Indonesia menjadi fondasi untuk memperluas akses terapi gagal jantung di kawasan Asia Tenggara. Dengan dukungan teknologi terkini, Indonesia berpotensi menjadi pusat rujukan regional untuk penanganan gagal jantung.

Program Pelatihan dan Kolaborasi Multidisiplin

Program pengembangan ini mencakup berbagai aspek penting dalam ekosistem kesehatan jantung. Mulai dari pelatihan tenaga medis, pertukaran pengetahuan, hingga kemitraan strategis dengan lembaga internasional. Program ini juga berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan bidang kardiovaskular secara komprehensif. Pelatihan diberikan kepada dokter, perawat, koordinator LVAD, serta berbagai tenaga kesehatan lainnya yang terlibat dalam perawatan pasien.

Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM, Dr. Birry Karim, menekankan bahwa penanganan gagal jantung memerlukan kolaborasi berbagai disiplin ilmu. Proses implantasi melibatkan dokter jantung, dokter anestesi, dan tenaga kesehatan pendukung lainnya. Dr. Birry menjelaskan bahwa layanan ini dikembangkan secara bertahap sejak tahun 2017 di RSCM. Program heart failure menjadi dasar pembentukan layanan gagal jantung yang terintegrasi hingga saat ini.

Hasil awal menunjukkan perkembangan positif yang menggembirakan. Pasien pertama yang menjalani implantasi menunjukkan respons yang sangat baik terhadap terapi. Pasien tersebut berhasil lepas ventilator dalam waktu 24 jam dan mulai menjalani mobilisasi dengan pengawasan ketat dari tim medis. Data menunjukkan tingkat keberhasilan implantasi yang tinggi dengan komplikasi minimal.

Masa Depan Terapi Gagal Jantung di Indonesia

Indonesia Kenalkan LVAD CoreHeart 6 Alat sebagai langkah strategis menuju sistem kesehatan jantung yang lebih maju. Dengan rencana ekspansi layanan ke berbagai rumah sakit di Indonesia, akses terhadap terapi canggih ini akan semakin luas. Pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat mendukung program ini melalui pendanaan dan kebijakan yang mendukung inovasi medis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program LVAD dan pendaftaran pasien, masyarakat dapat mengunjungi website resmi RSCM atau menghubungi departemen kardiovaskular langsung. Tim medis siap memberikan konsultasi dan panduan lengkap mengenai prosedur implantasi serta perawatan pasca-operasi.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu LVAD CoreHeart 6? LVAD CoreHeart 6 adalah alat bantu jantung terkecil dan teringan pertama di Asia yang berfungsi sebagai pompa otomatis untuk membantu ventrikel kiri jantung memompa darah pada pasien gagal jantung.

Siapa saja yang bisa menerima implantasi LVAD? Pasien gagal jantung stadium lanjut dengan fungsi ventrikel kiri yang melemah parah, termasuk pasien dengan ukuran tubuh kecil dan anak-anak, dapat menjadi kandidat untuk implantasi LVAD CoreHeart 6.

Berapa lama alat ini dapat digunakan? Dengan teknologi magnetik levitation tanpa gesekan, LVAD CoreHeart 6 dirancang untuk penggunaan jangka panjang dengan durasi yang lebih lama dibandingkan generasi sebelumnya.

Di mana pasien bisa mendapatkan layanan ini? Layanan implantasi LVAD saat ini tersedia di RSCM Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dengan rencana ekspansi ke rumah sakit mitra di berbagai kota di Indonesia.

(Shafira Nursyifa)

Gabung diskusi