Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga hingga Akhir 2026

William Martin - tajukpublik.com 3 mins read 2 views

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keyakinannya bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga hingga Akhir 2026

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh Stabil Hingga 2026

Tajukpublik.com – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keyakinannya bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga sampai akhir tahun 2026. Keyakinan ini berlandaskan pada hasil positif yang diraih pada paruh pertama tahun ini, ditambah dengan kelanjutan sejumlah program strategis pemerintah di paruh kedua. Menurut Airlangga, kondisi ekonomi Indonesia mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan global, termasuk konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, serta perlambatan ekonomi dunia.

Secara rinci, Airlangga menjelaskan bahwa ekonomi nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen pada triwulan kedua. Sementara itu, sepanjang semester pertama 2026, capaian tersebut mencapai 5,45 persen. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026, ia menegaskan bahwa angka-angka ini menunjukkan performa yang solid.

Angka 5,29 persen ini angka yang cukup baik, dan kita sepanjang satu semester ini kita tumbuh 5,45 persen. Dan tumbuh ini kita menjaga terhadap dijaganya tujuh tahun pertumbuhan di atas 5 persen.

Posisi Indonesia di Kawasan ASEAN

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di antara negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ASEAN. Airlangga menyoroti bahwa Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan mencapai 6,1 persen, melampaui rata-rata nasional. Pulau Jawa tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi sebesar 56,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurutnya, hasil ini membuktikan bahwa rantai pasok nasional masih menjadi fondasi utama perekonomian. Sektor industri pengolahan menyumbang 18,5 persen terhadap PDB. Di sisi lain, sektor akomodasi serta makan dan minum mengalami pertumbuhan 10,6 persen, yang didorong oleh Program MBG, industri perhotelan, dan industri perjalanan.

Sektor konstruksi juga menunjukkan peningkatan sebesar 6,68 persen, sejalan dengan penguatan di sektor perumahan. Pemerintah bahkan menaikkan plafon Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dari Rp37,5 triliun menjadi Rp50 triliun untuk mendukung sektor ini. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Indikator Sosial dan Investasi Meningkat

Airlangga juga memaparkan bahwa indikator sosial mengalami perbaikan pada semester pertama 2026. Jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 430 ribu orang, sehingga tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen. Selain itu, jumlah penduduk bekerja meningkat 522 ribu orang, mencapai total 148,19 juta orang. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran berkurang 24 ribu orang, menjadi 7,22 juta orang.

Dari sisi investasi, realisasi investasi pada semester pertama 2026 tumbuh 7,2 persen menjadi Rp1.010,6 triliun. Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp507,6 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun. Airlangga mengungkapkan bahwa investasi pada semester pertama 2026 menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja tetap meningkat meski di tengah berbagai isu maupun kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini menunjukkan bahwa sektor investasi masih menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Program Lanjutan di Paruh Kedua 2026

Pada semester kedua 2026, pemerintah akan melanjutkan berbagai program untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Program tersebut meliputi bantuan pangan, pelatihan vokasi, program magang, penguatan sektor pariwisata, serta peningkatan investasi. Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan kondisi global untuk mengantisipasi dampak eksternal terhadap perekonomian domestik.

Dengan semester satu yang solid, pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga tahun 2026. Dan tentunya pemerintah terus waspada terhadap gejolak yang muncul di geopolitik sambil memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Frequently Asked Questions

Berapa target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026? Berdasarkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen hingga akhir 2026.

Apa saja faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia? Faktor-faktor tersebut meliputi penguatan rantai pasok nasional, peningkatan investasi, program bantuan sosial, serta penguatan sektor pariwisata dan konstruksi.

Bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara ASEAN lainnya? Indonesia berada di antara negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ASEAN, dengan Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan mencapai 6,1 persen.

Apakah ada program baru yang akan diluncurkan di paruh kedua 2026? Ya, pemerintah akan melanjutkan program bantuan pangan, pelatihan vokasi, program magang, serta meningkatkan plafon Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Gabung diskusi