Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Keuangan

IHSG Berbalik Melemah Tipis pada Penutupan Sesi I ke Level 6.234

William Martin - tajukpublik.com 3 mins read 5 views

IHSG Berbalik Melemah Tipis pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Senin, 3 Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan kecil

IHSG Berbalik Melemah Tipis pada Penutupan Sesi I ke Level 6.234

IHSG Berbalik Melemah Tipis di Sesi Pertama, Investor Waspada Data Makro

Tajukpublik.com – IHSG Berbalik Melemah Tipis pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Senin, 3 Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan kecil dengan nilai penutupan sementara di angka 6.234,29. Penurunan ini sebesar 1,83 poin atau setara dengan 0,03 persen dari level penutupan hari sebelumnya. Meskipun berada dalam zona negatif, pergerakan indeks sepanjang sesi pertama sempat mencapai titik tertinggi sebesar 6.273,326. Di sisi lain, level terendah dicatatkan pada angka 6.213,346.

Nilai transaksi yang tercatat hingga jeda siang hari mencapai Rp7,6 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 23,09 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 1,3 juta kali selama sesi tersebut. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 323 saham mengalami penguatan, 294 saham lainnya melemah, dan 169 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama ini tercatat mencapai Rp10,92 triliun.

Awal Sesi IHSG Dibuka Menguat Signifikan

Sebelum mengalami penurunan tipis, IHSG sempat dibuka dengan penguatan pada perdagangan pagi. Pada pembukaan, indeks berada di level 6.272,61 atau naik 36,61 poin setara 0,59 persen dibandingkan penutupan hari Jumat sebelumnya. Penguatan tersebut merupakan kelanjutan dari tren positif yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Meskipun indeks menguat, investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) sekitar Rp35 miliar di pasar saham. Berdasarkan data dari BNI Sekuritas, saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi BBCA, AMMN, ANTM, UNTR, dan TLKM. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih bersikap selektif di tengah penguatan indeks.

Proyeksi dan Analisis Pasar Saham

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju level 6.300. Namun, ia mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai potensi koreksi apabila indeks gagal bertahan di atas area tersebut.

“IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level resistansi kuat di 6.300. Namun, apabila belum mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi kembali mengalami koreksi,” kata Fanny.

Fanny memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 6.120 hingga 6.200. Sementara level resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.270 hingga 6.300.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi, neraca perdagangan, hingga data pertumbuhan ekonomi. Dari sisi eksternal, investor masih mencermati konflik Timur Tengah, dan pergerakan harga minyak dunia yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa penyebab IHSG Berbalik Melemah Tipis pada sesi pertama? Penurunan tipis ini disebabkan oleh aksi jual investor asing sebesar Rp35 miliar serta sentimen pasar yang masih berhati-hati sebelum rilis data makro domestik.

Berapa level support dan resistance IHSG saat ini? Level support berada di kisaran 6.120 hingga 6.200, sementara resistance diproyeksikan pada rentang 6.270 hingga 6.300.

Saham apa saja yang banyak dijual investor asing? Saham BBCA, AMMN, ANTM, UNTR, dan TLKM menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada sesi pertama perdagangan.

Kapan data makro penting akan dirilis? Pelaku pasar menantikan rilis data inflasi, neraca perdagangan, dan data pertumbuhan ekonomi dalam waktu dekat untuk menentukan arah pasar selanjutnya.

Gabung diskusi