Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Keuangan

IHSG Teruskan Pelemahan di Zona Merah pada Penutupan Sesi I, Sentuh Level 6.173

Patricia Jackson - tajukpublik.com 2 mins read 6 views

Pasar saham Indonesia mencatatkan tren penurunan pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi I dalam zona merah

IHSG Teruskan Pelemahan di Zona Merah pada Penutupan Sesi I, Sentuh Level 6.173

IHSG Tertekan ke Level 6.173,94 di Sesi Pertama

Tajukpublik.com – Pasar saham Indonesia mencatatkan tren penurunan pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi I dalam zona merah setelah turun 22,49 poin atau setara dengan 0,36 persen. Posisi terakhir tercatat di angka 6.173,94 menurut data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak dalam rentang 6.144,27 hingga 6.219,42. Angka ini berada di bawah level penutupan perdagangan sebelumnya yang mencapai 6.196,43. Volume perdagangan tercatat sebesar 17,307 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp7,097 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 299 emiten mencatatkan kenaikan, 312 mengalami penurunan, dan 182 lainnya bergerak datar.

Faktor Pemicu Pelemahan Pasar

Salah satu penyebab utama penurunan IHSG adalah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi hal tersebut melalui konferensi pers di Gedung BI, Jakarta.

“Per kemarin, secara resmi kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden,” jelas Prasetyo Hadi pada Senin, 27 Juli 2026.

Pemerintah menyatakan bahwa proses pergantian kepemimpinan akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior, ditunjuk untuk menjabat sebagai Penjabat Sementara Gubernur hingga penunjukan gubernur definitif selesai dilakukan.

Agenda Ekonomi Global yang Ditunggu Investor

Selain faktor domestik, pelaku pasar juga memperhatikan perkembangan ekonomi global. Salah satunya adalah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat memengaruhi sentimen investor. Selain itu, para investor menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat untuk kuartal II-2026 serta keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Analisis pasar menunjukkan bahwa sikap The Fed dalam mempertahankan suku bunga tinggi akan berdampak signifikan terhadap arus modal global. Pergerakan ini diperkirakan juga akan memengaruhi dinamika pasar saham Indonesia ke depannya.

Gabung diskusi