Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Makro

Wamentan Ajak Pengusaha Tani Perluas Pasar Ekspor

William Martin - tajukpublik.com 3 mins read 14 views

Jakarta – Dalam acara pelantikan pengurus serta pembukaan Rapat Kerja Nasional pertama Pengusaha Tani Indonesia, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

Wamentan Ajak Pengusaha Tani Perluas Pasar Ekspor

Sudaryono Dorong Pengusaha Tani Fokus pada Ekspor, Bukan Hanya Proyek Pemerintah

Tajukpublik.com – Jakarta – Dalam acara pelantikan pengurus serta pembukaan Rapat Kerja Nasional pertama Pengusaha Tani Indonesia, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan ajakan penting bagi para pelaku usaha tani. Ia mendorong mereka untuk beralih dari orientasi proyek pemerintah menuju pembangunan bisnis pertanian yang kompetitif dan berorientasi ekspor. Sudaryono, yang dikenal dengan panggilan Mas Dar, menyampaikan hal tersebut di Auditorium Kementerian Pertanian pada Selasa, 21 Juli 2026. Wamentan Ajak Pengusaha Tani Perluas cakupan pasar melalui strategi bisnis yang lebih luas dan berkelanjutan.

Peluang Pasar Global yang Semakin Luas

Menurut Sudaryono, sektor pertanian saat ini menghadapi peluang terbesar dalam pengembangan pasar global. Pemerintah terus membuka akses perdagangan internasional, dan para pengusaha tani diminta untuk memanfaatkan momentum ini. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan perluasan akses ekspor ke berbagai negara tujuan.

“Kalau sekarang pemerintah sedang membuka peluang ekspor ceker ayam ke China, peluang ekspor karet ke Rusia, atau komoditas lainnya, pengusaha tani harus ikut mengambil bagian. Jangan hanya mencari akses proyek pemerintah. Bangun bisnis yang besar, bisnis yang sehat, bisnis yang berorientasi ekspor,” kata Sudaryono.

Ia menilai bahwa ruang untuk proyek pemerintah memiliki keterbatasan tertentu. Seluruh prosesnya juga diawasi secara ketat. Sebaliknya, peluang bisnis akan jauh lebih besar apabila pelaku usaha mampu membangun jaringan pemasaran yang kuat dan memanfaatkan pasar internasional secara optimal. Wamentan Ajak Pengusaha Tani Perluas jaringan distribusi mereka ke berbagai negara dengan potensi permintaan tinggi.

Menyesuaikan Strategi dengan Kebijakan Pemerintah

Sudaryono juga menekankan pentingnya penyesuaian strategi bisnis dengan arah pembangunan pemerintah. Saat ini, swasembada pangan menjadi prioritas utama dalam kebijakan nasional. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat usaha pertanian di dalam negeri. Para pengusaha tani perlu memahami arah kebijakan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau era sekarang adalah era swasembada pangan, ya pengusaha juga harus bergerak mengikuti arah itu. Jangan justru mencari usaha yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Ini momentum besar yang harus dimanfaatkan,” katanya.

Menutup bagian ini, ia mengingatkan agar para pengusaha tidak mencari peluang usaha yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang sedang dijalankan. Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah akan menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Program Sembilan Komoditas Strategis

Pemerintah saat ini menjalankan program pengembangan sembilan komoditas perkebunan strategis. Program tersebut mencakup kelapa, kakao, kopi, pala, lada, serta komoditas ekspor lainnya dengan dukungan anggaran mencapai Rp9,9 triliun. Program ini dinilai membuka peluang baru di sektor perdagangan, pengolahan, hingga ekspor hasil pertanian.

“Kalau pemerintah sedang membangun sentra kelapa, kakao, kopi, atau pala, maka pengusaha tani harus sudah bersiap menjadi pedagang, pengolah, hingga eksportir komoditas tersebut. Peluangnya sangat besar,” ucapnya.

Sudaryono juga mencontohkan keberhasilan pemerintah dalam membuka akses ekspor durian Indonesia langsung ke China. Hal ini menjadi bukti bahwa pasar internasional semakin terbuka bagi produk pertanian nasional. Wamentan Ajak Pengusaha Tani Perluas pemanfaatan program ini untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Pelayanan Bersih dan Transparan

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa seluruh pelayanan di Kementerian Pertanian dilakukan secara bersih dan transparan. Ia meminta masyarakat untuk tidak mempercayai pihak yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat Kementerian Pertanian untuk menawarkan bantuan dengan imbalan tertentu.

“Kalau ada yang mengaku orang saya atau mengaku bisa mengurus sesuatu atas nama saya, laporkan saja. Tidak ada praktik seperti itu. Semua pelayanan dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan,” katanya.

Kunci Sukses Ada di Lapangan

Menutup sambutannya, Sudaryono mengajak pengurus PTI untuk lebih sering turun ke lapangan. Tujuannya adalah untuk memahami kebutuhan petani sekaligus menangkap peluang usaha secara langsung. Ia menekankan bahwa keberhasilan bisnis pertanian tidak hanya ditentukan oleh strategi di atas kertas, tetapi juga oleh pemahaman mendalam terhadap kondisi lapangan.

“Jangan hanya duduk di ruangan ber-AC. Kuncinya ada di lapangan, di kebun, di sawah, di tempat-tempat yang panas. Di situlah peluang usaha pertanian sebenarnya berada,” ucapnya.

Dengan demikian, Wamentan Ajak Pengusaha Tani Perluas tidak hanya pasar ekspor, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis pertanian secara keseluruhan melalui pendekatan yang lebih holistik dan terintegrasi.

Gabung diskusi