Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Makro

Mentan: Siap Rugi, Siap Jadi Pengusaha Besar

Daniel Jackson - tajukpublik.com 2 mins read 16 views

Mentan - Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, mendorong anak muda Indonesia untuk tidak takut gagal dalam merintis bisnis. Dalam pidatonya di Auditorium

Mentan: Siap Rugi, Siap Jadi Pengusaha Besar

Mentan Amran: Kegagalan Awal Kunci Menuju Kesuksesan Pengusaha

Tajukpublik.com – Mentan – Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, mendorong anak muda Indonesia untuk tidak takut gagal dalam merintis bisnis. Dalam pidatonya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Selasa (21/7/2026), ia menekankan bahwa menanggung kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan seorang wirausaha.

Acara tersebut merupakan Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional I Pengusaha Tani Indonesia (PTI). Amran menyampaikan bahwa karakter kuat, disiplin tinggi, dan ketangguhan mental menjadi fondasi utama dalam membangun usaha, terutama di bidang pertanian.

Rugi sebagai Guru Terbaik

Menurut Menpan, seseorang yang ingin sukses berbisnis harus siap menghadapi kerugian terlebih dahulu. Ia menjelaskan bahwa periode kehilangan modal bisa berlangsung lima hingga sepuluh tahun sebelum keuntungan mulai mengalir deras.

“Kalau mau menjadi pengusaha, yang Anda tunggu adalah rugi dulu. Minimal lima sampai sepuluh tahun. Begitu untung, hasilnya bisa berlipat. Siap rugi berarti siap jadi konglomerat,” ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa ketakutan terhadap kerugian sering kali menghambat seseorang untuk berkembang. Mereka yang enggan mengambil risiko cenderung melewatkan berbagai peluang berharga. Kerugian, menurutnya, justru merupakan proses pembelajaran yang membentuk mental seorang pebisnis tangguh.

Pertanian Sektor Menjanjikan

Amran juga membantah persepsi bahwa pertanian kurang diminati generasi muda. Faktanya, hampir delapan puluh persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian, mulai dari pangan, perkebunan, hingga industri pengolahan.

“Masalahnya bukan di sektor pertaniannya, tetapi pada mindset kita. Hampir 80 persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian. Artinya, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko,” katanya.

Organisasi PTI diharapkan dapat menjadi wadah bagi wirausaha muda yang ingin mengembangkan pertanian modern di berbagai wilayah. Selain itu, organisasi ini juga berfungsi sebagai motor penggerak pemberdayaan petani dan regenerasi pelaku usaha di sektor ini.

Kolaborasi untuk Indonesia Emas 2045

Mentan mengajak seluruh anggota PTI untuk memanfaatkan lahan produktif yang masih terbengkalai. Ia juga mendorong pengembangan kawasan percontohan berbasis teknologi serta penciptaan peluang ekonomi di pedesaan.

“Bangunkan lahan tidur, hidupkan pemuda, hidupkan desa. Jadilah teladan. Kalau pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia,” ucapnya.

Kementerian Pertanian berkomitmen untuk berkolaborasi dengan PTI melalui pendampingan intensif, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan kawasan percontohan. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat regenerasi petani dan meningkatkan daya saing pertanian menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup sambutannya, Amran menegaskan bahwa karakter merupakan modal terpenting bagi seorang pengusaha. Keberanian menghadapi kegagalan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah akan menentukan keberhasilan seseorang dalam membangun usaha.

“Kalau kehilangan uang, Anda tidak kehilangan apa-apa. Kalau kehilangan semangat, Anda kehilangan sesuatu. Tetapi kalau kehilangan karakter, Anda kehilangan segalanya. Karakter itulah yang akan membawa seseorang menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses,” katanya.

Gabung diskusi