Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Olimpik

Special Plan: PON XXII/2028 Bidik Sukses Sport Tourism di NTT-NTB

Daniel Jackson - tajukpublik.com 4 mins read 6 views

ourism di NTT-NTB Special Plan yang digagas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menjadi fokus utama penyelenggaraan PON XXII/2028 di Nusa Tenggara

Special Plan: PON XXII/2028 Bidik Sukses Sport Tourism di NTT-NTB

PON XXII/2028 Bidik Sukses Sport Tourism di NTT-NTB

Special Plan yang digagas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menjadi fokus utama penyelenggaraan PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Tujuan utama dari rencana ini adalah mengubah PON menjadi momentum keberhasilan pariwisata olahraga (sport tourism) yang mampu meningkatkan ekonomi lokal melalui peningkatan aksesibilitas, pameran destinasi wisata, dan peningkatan fasilitas untuk mengakomodasi kebutuhan atlet dan pengunjung. Special Plan ini merupakan strategi integratif yang menggabungkan pembangunan infrastruktur, promosi budaya, serta sinergi antara sektor olahraga dan pariwisata, yang secara aktif diusung sebagai jawaban atas tantangan peningkatan minat wisatawan dalam negeri dan internasional.

Strategi Sport Tourism dalam Special Plan

KONI Pusat menekankan bahwa Special Plan ini bukan sekadar acara olahraga, tetapi juga perangkat untuk meningkatkan daya tarik daerah NTT dan NTB sebagai destinasi wisata. Marciano Norman, Ketua Umum KONI Pusat, menuturkan bahwa keberhasilan PON XXII/2028 diukur dari berbagai aspek, termasuk kontribusi pada perekonomian lokal, peningkatan keberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. “Special Plan ini dirancang untuk mengubah PON menjadi ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga edukatif dan menarik bagi wisatawan,” tambahnya saat melakukan inspeksi ke Hapu Mbay Hall di Kabupaten Sumba Timur.

“Dengan memadukan sport tourism dalam Special Plan, kita ingin menunjukkan potensi NTT dan NTB sebagai wilayah yang siap menawarkan pengalaman olahraga dan wisata yang unik. Ini akan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha, pemangku kebijakan, dan masyarakat setempat,” jelas Marciano.

Perbaikan Fasilitas dan Kesiapan Infrastruktur

Venue utama yang ditinjau, Hapu Mbay Hall, menjadi salah satu contoh keberhasilan peningkatan kualitas infrastruktur dalam rangka Special Plan. Marciano menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi mendalam terhadap fasilitas tersebut, termasuk perbaikan teknis, keamanan, dan penataan ruang untuk menunjang pertandingan tenis meja yang dijadwalkan. “KONI akan terus mengoptimalkan venue-venue yang digunakan, baik yang ada maupun yang baru, sebagai bagian dari Special Plan untuk memastikan kepuasan peserta dan penonton,” imbuhnya.

“Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting dalam merealisasikan Special Plan ini. Kami berharap kesiapan infrastruktur seperti Hapu Mbay Hall dapat menjadi contoh keberhasilan yang akan menyebar ke lokasi lain,” lanjut Sekretaris Daerah Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, yang turut serta dalam inspeksi tersebut.

Potensi Ekonomi dan Peran UMKM

PON XXII/2028 diharapkan menjadi penyemangat bagi sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) di NTT dan NTB. Dalam Special Plan, KONI menargetkan peningkatan pengunjung lokal dan mancanegara yang akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan akan jasa akomodasi, transportasi, kuliner, serta penginapan khusus untuk wisatawan olahraga. “Kita ingin menunjukkan bahwa PON tidak hanya menguntungkan atlet, tetapi juga warga sekitar melalui peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan,” kata Marciano.

Keberlanjutan dan Dampak Jangka Panjang

Konsep sport tourism dalam Special Plan juga menekankan keberlanjutan pembangunan. PON XXII/2028 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga alat untuk memperkenalkan budaya lokal dan keindahan alam NTT dan NTB ke kancah internasional. Marciano menyampaikan bahwa keberhasilan ini akan terukur dari berbagai indikator, seperti peningkatan kunjungan wisatawan, peningkatan nilai tambah dari destinasi wisata, dan keterlibatan masyarakat dalam mengelola sumber daya mereka. “Special Plan ini juga berupaya menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih solid, sehingga hasilnya bisa dirasakan setelah acara selesai,” jelasnya.

“PON XXII/2028 adalah titik awal untuk mewujudkan visi sport tourism yang lebih luas. Dengan Special Plan, kita ingin menciptakan lebih banyak peluang ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan citra daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Umbu Ngadu Ndamu.

Kolaborasi dan Peran Pemerintah Pusat

Special Plan yang diusung KONI Pusat didukung oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta pemerintah daerah setempat. Kemenpora juga terlibat dalam strategi pengembangan olahraga nasional yang menjadi dasar keberhasilan Special Plan ini. Selain itu, KONI berharap adanya keterlibatan lebih banyak investor dan mitra strategis untuk memastikan keberlanjutan program sport tourism. “Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam membangun kualitas event PON XXII/2028 dan memperkuat ekonomi daerah,” tutur Marciano.

Dalam rangka memperkuat keterlibatan masyarakat, Special Plan juga mencakup pelatihan dan pendidikan bagi warga setempat untuk menjadi pengelola dan penggerak pariwisata. Dengan adanya PON XXII/2028, NTT dan NTB akan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menyelenggarakan acara besar sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang berbasis pariwisata. “Ini adalah langkah penting dalam membangun ekosistem yang lebih kuat di daerah-daerah kita,” pungkas Marciano Norman.

Gabung diskusi