Important Visit: Indonesia dan Maroko Perkuat Kerja Sama Perdagangan
Indonesia dan Maroko Perkuat Kerja Sama Perdagangan Important Visit – Dalam kunjungan resmi yang berlangsung di Jakarta, Dyah Roro Esti, Wakil Menteri
Indonesia dan Maroko Perkuat Kerja Sama Perdagangan
Important Visit – Dalam kunjungan resmi yang berlangsung di Jakarta, Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, memaparkan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Maroko memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Kedua negara, yang memiliki peran strategis di pasar global, telah mengambil langkah konkret dalam memperkuat hubungan perdagangan bilateral. “Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat proses perundingan kerja sama ekonomi dan meningkatkan komitmen keduanya dalam mendorong pertumbuhan ekspor-impor,” ujar Roro pada Kamis, 9 Juli 2026.
Kemitraan Melalui Perjanjian Jaminan Produk Halal
Satu dari langkah utama yang diambil adalah penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) terkait jaminan produk halal. Perjanjian ini mengukir kemajuan signifikan dalam membangun kepercayaan antara kedua negara, terutama di bidang perdagangan produk agroekologis dan halal. “Dengan MRA ini, kita dapat mempercepat proses perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) yang akan memperkuat keberlanjutan perdagangan kita,” lanjut Roro. Ia menambahkan bahwa perjanjian ini juga menjadi pengakuan terhadap kualitas produk Indonesia yang semakin dikenal di pasar internasional.
“Kami berharap proses perundingan perjanjian perdagangan dapat dimulai kembali di awal tahun 2027. Mengundang Indonesia ke Marrakesh, salah satu pusat perdagangan utama, agar dapat melihat langsung potensi Maroko sebagai akses ke pasar Afrika,” kata Omar Hejira, Wakil Perdagangan Luar Negeri Maroko.
Perkembangan Ekspor dan Investasi
Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Maroko terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai 235 juta dolar AS, naik sebesar 33,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya, 2024. Angka ini menunjukkan bahwa ekspor-impor kedua negara mengalami peningkatan signifikan. Indonesia sendiri mencatat surplus perdagangan sebesar 74,8 juta dolar AS selama periode tersebut, mencerminkan keunggulan produk lokal di pasar Maroko.
Dalam upaya memperdalam kolaborasi ekonomi, Kementerian Perdagangan Indonesia mengajak pelaku usaha Maroko untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia 2026, yang akan diadakan 14–18 Oktober di ICE BSD Tangerang. Pameran ini diharapkan menjadi ajang promosi produk ekspor Indonesia sekaligus menunjukkan kesiapan negara sebagai hub perdagangan global. “Kedua negara perlu memperkuat sinergi, terutama dalam mengeksplorasi peluang pasar yang saling melengkapi,” tambah Roro.
Strategi Penguatan Kemitraan Ekonomi
Sebagai bagian dari Important Visit ini, pihak Indonesia dan Maroko sepakat mempercepat proses perundingan PTA. PTA akan memberikan kelonggaran tarif dan non-tarif yang menjanjikan bagi kedua negara, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi bersama. “Kami ingin memastikan bahwa perjanjian ini mencakup sektor-sektor yang paling potensial, seperti pertanian, manufaktur, dan energi terbarukan,” jelas Roro. Ia menyoroti pentingnya kerja sama dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan pola konsumen dan persaingan dagang.
Investasi langsung dari Maroko ke Indonesia juga meningkat drastis, mencapai 5,4 juta dolar AS pada 2025, dibandingkan 1,4 juta dolar AS di 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan minat Maroko terhadap potensi ekonomi Indonesia, terutama di sektor industri dan jasa. “Kami melihat peluang besar dalam menanamkan modal di bidang manufaktur dan energi terbarukan, yang merupakan kebutuhan utama negara-negara berkembang,” tambah Hejira. Hal ini juga membuka jalan bagi pengembangan kemitraan dalam bentuk Perusahaan Modal Asing (PMA) yang lebih besar.
Potensi Peluang di Pasar Afrika
Kedatangan delegasi Maroko ke Indonesia dalam Important Visit menunjukkan komitmen kuat untuk menjembatani akses ekspor Indonesia ke pasar Afrika. Maroko, sebagai negara yang memiliki hubungan strategis dengan wilayah tersebut, diharapkan menjadi pintu masuk utama bagi produk Indonesia. “Pasar Afrika memiliki potensi besar, terutama dalam sektor pangan dan tekstil,” ungkap Hejira. Ia menekankan bahwa Maroko akan menjadi mitra yang andal dalam mengembangkan hubungan perdagangan bilateral tersebut.
Dalam konteks ini, kerja sama yang dijalin antara kedua negara tidak hanya berfokus pada ekspor, tetapi juga pada pertukaran teknologi dan peningkatan kapasitas produksi. “Kami ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan, baik dalam bidang ekspor maupun investasi,” jelas Roro. Ia menambahkan bahwa kebijakan perdagangan Indonesia yang terbuka akan menjadi daya tarik utama bagi pelaku usaha Maroko.
Dengan diperkuatnya kerja sama ini, baik melalui Important Visit maupun perjanjian perdagangan yang sedang diperjuangkan, diharapkan akan mendorong penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Maroko. Langkah-langkah konkret yang diambil selama kunjungan ini akan menjadi fondasi untuk kolaborasi jangka panjang yang lebih solid. “Kedua negara memiliki keunggulan yang saling melengkapi, sehingga potensi pertumbuhan ekonomi bersama sangat besar,” pungkas Roro.
