Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Olimpik

Key Strategy: Sebanyak 72 Klasifier Olahraga Disabilitas Indonesia Dinyatakan Lulus

Mark Jones - tajukpublik.com 3 mins read 17 views

tas Lulus Sertifikasi Key Strategy - Dalam rangka mendorong pemerataan keahlian dalam bidang olahraga disabilitas, Key Strategy mengumumkan bahwa sebanyak 72

Key Strategy: Sebanyak 72 Klasifier Olahraga Disabilitas Indonesia Dinyatakan Lulus

Key Strategy: 72 Klasifier Olahraga Disabilitas Lulus Sertifikasi

Key Strategy – Dalam rangka mendorong pemerataan keahlian dalam bidang olahraga disabilitas, Key Strategy mengumumkan bahwa sebanyak 72 klasifier telah lulus sertifikasi nasional. Pelatihan ini dilaksanakan di dua lokasi strategis, yaitu Kota Solo dan Kota Makassar, yang menjangkau peserta dari 28 provinsi di seluruh Indonesia. Hasil ujian yang ketat menunjukkan bahwa para peserta kini siap memastikan pengelompokan atlet penyandang disabilitas berdasarkan kemampuan teknis secara akurat.

Pelatihan Wilayah Barat di Kota Solo

Pelatihan untuk wilayah barat berlangsung selama 4 hari, dari 19 hingga 22 Mei 2026, di Kota Solo. Sebanyak 45 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Jawa Tengah dan sekitarnya mengikuti program ini. Mereka menguasai teknik dasar dalam klasifikasi olahraga disabilitas, termasuk penggunaan alat bantu, penilaian kinerja atlet, dan standar internasional yang diterapkan dalam pembinaan atlet disabilitas. Dengan Key Strategy sebagai pondasi utama, pelatihan ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas klasifier di daerah-daerah yang belum memiliki tenaga ahli.

Pelatihan Wilayah Timur di Kota Makassar

Dalam pelatihan wilayah timur, yang diadakan di Kota Makassar dari 29 Juni hingga 2 Juli 2026, sebanyak 32 peserta mengikuti program dengan intensitas tinggi. Meski hanya 27 di antaranya dinyatakan lulus, kegiatan ini membuka jalan untuk memperluas ketersediaan klasifier ke wilayah terpencil. Key Strategy menjadi fokus utama dalam penyesuaian metode pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan lokal dan kondisi fisik atlet penyandang disabilitas. Hasil pelatihan ini akan membantu meningkatkan akurasi klasifikasi, sehingga pertandingan menjadi lebih adil dan terjangkau.

“Key Strategy dalam pelatihan ini bertujuan mengembangkan kompetensi klasifier untuk menjangkau semua provinsi, terutama daerah yang masih kurang memiliki sumber daya. Dengan adanya tenaga yang tersertifikasi, kami yakin klasifikasi akan lebih konsisten dan mendorong partisipasi penyandang disabilitas secara optimal,” jelas Leny Kurnia, Plt Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora.

“Klasifikasi adalah kunci dalam memastikan atlet disabilitas diakui secara teknis. Dengan Key Strategy, kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem yang lebih profesional di tingkat nasional,” tambah Retno Setianing, Chief Classifier NPC Indonesia.

Proses pemeriksaan klasifikasi melibatkan dua tahap: ujian teori dan praktik lapangan. Ujian teori menilai pemahaman peserta tentang aturan olahraga disabilitas, sedangkan ujian praktik menguji kemampuan mereka dalam mengklasifikasikan atlet secara langsung. Para peserta juga diberi pelatihan tentang klasifikasi spesifik cabang olahraga, seperti atletik, bulu tangkis, dan catur. Program ini diperkirakan akan meningkatkan jumlah klasifier hingga 80% dalam waktu 12 bulan, sehingga akses ke layanan klasifikasi semakin merata.

Bali menjadi salah satu provinsi yang turut berpartisipasi dalam pelatihan ini. Made Dwi Puja Setiawan, peserta dari Bali, menilai pelatihan nasional ini sangat penting untuk menggali potensi atlet disabilitas di daerah. “Key Strategy yang digunakan dalam pelatihan ini membantu kami memahami bagaimana mengklasifikasikan atlet sesuai dengan kondisi fisik mereka. Program ini harus terus dikembangkan untuk mencapai keadilan dalam olahraga disabilitas,” ujarnya. Di samping itu, Retno Setianing juga menekankan bahwa Key Strategy menjadi pedoman utama dalam memperkuat sistem klasifikasi nasional.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keahlian klasifier sebagai bagian dari Key Strategy pembinaan atlet disabilitas Indonesia. Dengan adanya 72 klasifier yang resmi bersertifikat, harapan muncul bahwa kompetisi olahraga disabilitas akan semakin berkualitas. Para klasifier nantinya akan berperan dalam menilai kelayakan atlet, memastikan bahwa setiap pertandingan diadakan secara adil dan mencerminkan kemampuan terbaik penyandang disabilitas. Program ini juga berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya klasifikasi dalam olahraga.

Gabung diskusi