TC di Prancis Jadi Bekal Berharga Penggawa Garuda Pertiwi
Pengalaman Clairefontaine: Warisan Berharga bagi Garuda Pertiwi Muda
Tajukpublik.com – Para pemain muda timnas putri Indonesia memandang pemusatan latihan di Prancis sebagai tonggak penting dalam karier mereka. Kegiatan TC yang berlangsung di National Football Centre Clairefontaine pada 3–9 Mei 2026 membuka wawasan mereka tentang bagaimana pembinaan sepak bola kelas dunia dijalankan di negara tersebut.
Selama satu pekan di Clairefontaine, skuad Garuda Pertiwi U-17 terpapar langsung pada pendekatan taktis, standar disiplin, serta intensitas yang dituntut oleh kompetisi internasional. Pembelajaran itu mencakup metode latihan, pemahaman taktik, hingga ekspektasi performa di level tertinggi.
Suara dari Dalam Lapangan
Nafeeza Ayasha Nori, salah satu penggawa Garuda Pertiwi, menyebut periode TC tersebut memberinya banyak pelajaran yang belum pernah ia temui sebelumnya.
"Terima kasih kepada PSSI, Pak Erick Thohir dan Bu Vivin karena sudah memberikan aku kesempatan untuk mendapatkan pengalaman waktu TC di Paris," ujar Nafeeza dalam keterangan tertulis PSSI yang diterima pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa segala yang dipelajari di Prancis kini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bersama timnas.
"Karena itu aku bisa belajar banyak hal-hal baru di sana," kata Nafeeza mengenai pengalaman menjalani TC di Prancis.
Sentimen serupa diungkapkan Kesya Arabela Manisya Nian. Baginya, akses ke fasilitas dan kurikulum pembinaan di Prancis merupakan privilese yang tidak semua pemain sepak bola putri Indonesia miliki.
"Saya dan teman-teman sangat bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk menjalani TC di Prancis," ujar Kesya.
"Menurut saya itu sangat berharga karena tidak semua pemain mendapatkan kesempatan seperti itu," kata Kesya.
Dari Clairefontaine ke Srikandi Merdeka Cup
Wawasan yang diserap di Prancis langsung diuji di arena kompetitif. Timas Indonesia U-16 kemudian turun pada turnamen Srikandi Merdeka Cup 2026, sebuah ajang internasional kategori U-16 yang mempertemukan tujuh negara. Indonesia mengutus dua skuad pada turnamen tersebut: Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara.
Garuda Pertiwi berhasil menembus babak final, meski pada akhirnya harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Thailand. Bagi para pemain muda itu, hasil di final menjadi bukti bahwa bekal dari Clairefontaine telah bertransformasi menjadi daya saing nyata di panggung internasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is TC di Prancis Jadi Bekal Berharga?TC di Prancis Jadi Bekal Berharga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does TC di Prancis Jadi Bekal Berharga matter?TC di Prancis Jadi Bekal Berharga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.