UKWR Ditutup, Kepala RRI Jakarta Tegaskan Kegagalan Bukan Akhir Perjalanan
UKWR Ditutup, Kepala RRI Jakarta Tegaskan Kegagalan Bukan Akhir Perjalanan
Tajukpublik.com – UKWR Ditutup Kepala RRI Jakarta menjadi perhatian utama setelah Korwilnus XIII Jakarta bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) RRI menggelar Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) Angkatan 54 pada 19–20 Agustus 2026. Sebanyak 71 peserta dari berbagai wilayah kerja mengikuti rangkaian ujian kompetensi selama dua hari sebelum prosesi penutupan resmi dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Acara penutupan dihadiri jajaran panitia penyelenggara, tim penguji, serta seluruh peserta yang telah menyelesaikan tahapan penilaian teknis dan editorial.
Mekanisme dan Tujuan Uji Kompetensi Wartawan Radio
UKWR merupakan mekanisme penilaian berkala yang dirancang untuk mengukur kesiapan profesional setiap wartawan radio di lingkungan RRI. Ujian mencakup aspek teknis penyiaran, pemahaman kode etik jurnalistik, kemampuan verifikasi fakta, serta kompetensi editorial dalam konteks penyiaran publik. Dalam sambutan pembukaan di Jakarta pada 19 Agustus 2026, Kepala Pusbangkom RRI Ade Rosadi mengingatkan bahwa tujuan penyelenggaraan melampaui sekadar memperoleh sertifikat atau skor numerik.
"UKWR berupaya memastikan bahwa setiap wartawan RRI memiliki profesionalisme, empati, dan know-how yang memadai. Profesionalisme berarti bekerja berdasarkan kode etik, disiplin terhadap fakta, independen, dan bertanggung jawab kepada publik."
Rosadi menekankan bahwa kompetensi yang diuji harus tercermin nyata dalam sikap kerja sehari-hari setiap jurnalis, bukan sekadar dokumen administratif yang tersimpan di laci. Ia menambahkan bahwa standar yang diterapkan pada Angkatan 54 akan menjadi rujukan bagi siklus-siklus penilaian berikutnya di seluruh wilayah kerja RRI.
Pesan Kepala RRI Jakarta: Kegagalan Bukan Titik Akhir
Mochamad Bugi Hidayat, Kepala RRI Jakarta, menyampaikan pesan utama dalam sambutan penutupan. Ia menegaskan bahwa hasil ujian tidak menentukan akhir karier profesional seorang wartawan. Bagi Bugi, UKWR Ditutup Kepala RRI Jakarta menjadi momentum untuk memperkuat komitmen institusional terhadap standar jurnalisme yang bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
"Semoga program-program kita dapat dipertanggung jawabkan dan valid. Selamat bagi yang sudah dianggap kompeten, bagi yang belum, ini bukan akhir dari segalanya."
Bugi mengucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan kompeten, namun dengan tegas menyampaikan bahwa mereka yang belum lulus tidak perlu berkecil hati. Ia membuka ruang bagi peserta untuk mengikuti siklus penilaian berikutnya setelah memperbaiki aspek-aspek yang masih lemah, baik dalam dimensi teknis maupun etika penyiaran.
Pengakuan Keterbatasan Penyelenggaraan dan Ajakan Masukan
Di sisi lain, Bugi mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan UKWR kali ini. Ia meminta maaf atas keterbatasan tersebut, namun menegaskan bahwa panitia telah mengerahkan upaya maksimal dalam kondisi yang tersedia. Ia secara terbuka mengundang peserta untuk menyampaikan masukan langsung kepadanya guna perbaikan penyelenggaraan di angkatan-angkatan mendatang.
"Kami sebagai penyelenggara, banyak hal yang masih kurang, mudah-mudahan itu tidak memengaruhi selama pelaksanaan. Kami mohon maaf, inilah yang maksimal kita berikan, jika ada yang kurang, bisa disampaikan ke saya."
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui tentang UKWR
Apakah UKWR hanya berlaku untuk wartawan RRI? Ya, Uji Kompetensi Wartawan Radio merupakan program internal RRI yang ditujukan bagi seluruh jurnalis radio di lingkungan perusahaan. Setiap angkatan diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah kerja, termasuk Korwilnus XIII Jakarta yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Angkatan 54.
Bagaimana jika peserta tidak lulus pada satu angkatan? Berdasarkan pernyataan Kepala RRI Jakarta, kegagalan dalam satu siklus UKWR bukan akhir perjalanan profesional. Peserta dapat mengikuti penilaian ulang pada angkatan berikutnya setelah memperbaiki kompetensi yang belum terpenuhi, baik melalui pelatihan mandiri maupun program pengembangan yang disediakan oleh Pusb