Kemenhut: Kebakaran TN Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan
Kemenhut: Kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan
Tajukpublik.com – Kemenhut menyatakan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai berhasil dipadamkan setelah penanganan intensif dilakukan selama 7 hingga 9 September 2026. Kebakaran tersebut berdampak pada area konservasi seluas sekitar 46,42 hektare.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Angin kencang membuat api beberapa kali kembali menyala, sedangkan serasah, ranting, dan semak kering mempercepat perambatan api. Tim gabungan tetap melakukan pemadaman serta pengecekan berulang untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang tertinggal.
Asap Pertama Dilaporkan di Blok Simaung
Kebakaran diketahui pada 7 September 2026 sekitar pukul 12.05 WIB. Warga melaporkan adanya kepulan asap di Blok Simaung, Desa Singkup, Jawa Barat. Asap tersebut juga terdeteksi oleh tim Patroli Udara Tanpa Awak atau PUTA dari Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan SPTN Wilayah I Kuningan.
Setelah laporan diterima, petugas segera melakukan pemadaman dari darat dengan peralatan manual dan mekanik. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau titik api di medan kawasan taman nasional. Vegetasi yang mengering menjadi perhatian utama karena bara kecil berpotensi kembali membesar ketika terkena hembusan angin.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Toni Anwar, mengatakan petugas tidak hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan. Penyisiran dilakukan berulang kali agar titik panas dan bara tersembunyi tidak memicu kebakaran kembali.
“Api beberapa kali kembali menyala karena tiupan angin. Petugas terus melakukan pemadaman dan penyisiran hingga memastikan seluruh titik api benar-benar padam,” ujar Toni.
Seluruh Titik Api Padam pada 9 September
Kemenhut mencatat pemeriksaan terakhir dilakukan pada 9 September 2026 pukul 15.51 WIB. Hasilnya, tidak ditemukan lagi api di sejumlah lokasi terdampak, yaitu Blok Simaung, Tegal Bodas, Cileutik, Jalan Maling Situmpuk, dan Panjakroma.
Penyisiran pascapemadaman menjadi tahap penting dalam penanganan kebakaran hutan. Nyala api di permukaan dapat hilang lebih dulu, tetapi bara masih mungkin tersimpan di bawah tumpukan daun, ranting, atau material kering lainnya. Jika kondisi angin dan cuaca mendukung, bara tersebut dapat menyalakan api kembali.
Luas lahan yang terbakar dalam kejadian ini mencapai sekitar 46,42 hektare. Kebakaran tersebut menambah catatan dampak kebakaran di kawasan Gunung Ciremai selama periode 21 Juli hingga September 2026. Balai TNGC mencatat hampir 97,32 hektare kawasan terbakar dalam rentang waktu tersebut.
Kewaspadaan Bersama untuk Melindungi Gunung Ciremai
Penanganan kebakaran oleh Kemenhut menegaskan pentingnya respons cepat di kawasan konservasi. Hutan di Gunung Ciremai memiliki fungsi penting bagi ekosistem, keanekaragaman hayati, dan manfaat lingkungan bagi masyarakat sekitar. Vegetasi yang terbakar membutuhkan waktu untuk pulih, sehingga pencegahan perlu menjadi perhatian utama.
Cuaca dan kondisi bahan bakar alami di hutan dapat memperbesar risiko kebakaran. Angin kencang mampu mengubah arah serta memperluas sebaran api, sementara semak, daun kering, dan serasah menjadi material yang mudah terbakar. Karena itu, koordinasi petugas dan dukungan informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan.
Warga di sekitar kawasan hutan diimbau untuk segera melapor apabila melihat kepulan asap, mencium bau terbakar, atau menemukan tanda awal kebakaran lainnya. Laporan yang diteruskan dengan cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api menjalar ke area yang lebih luas.
“Menjaga Gunung Ciremai berarti menjaga ekosistem, keanekaragaman hayati, dan manfaat hutan bagi kehidupan,” kata Toni.
Meski seluruh titik api telah dinyatakan padam, pemantauan dan langkah pencegahan tetap diperlukan. Keberhasilan pemadaman selama tiga hari menjadi hasil kerja berkelanjutan di lapangan, sekaligus pengingat bahwa perlindungan kawasan Gunung Ciremai memerlukan kewaspadaan bersama.
FAQ Kebakaran Taman Nasional Gunung Ciremai
Kapan kebakaran Gunung Ciremai berhasil dipadamkan?
Seluruh titik api dinyatakan padam berdasarkan pemeriksaan terakhir pada 9 September 2026 pukul 15.51 WIB.
Berapa luas area yang terdampak kebakaran?
Kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai berdampak pada area sekitar 46,42 hektare.
Apa yang menyebabkan api sulit dipadamkan?
Angin kencang serta vegetasi kering seperti serasah, ranting, dan semak membuat api mudah merambat dan beberapa kali kembali menyala.
Apa yang dapat dilakukan masyarakat jika melihat tanda kebakaran?
Masyarakat dapat segera melaporkan kepulan asap, bau terbakar, atau indikasi api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.