TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Karhutla Kawah Ijen Meluas, Banyuwangi Minta Bantuan Helikopter Water Bombing

Published September 5, 2026 · Updated September 5, 2026 · By Sandra Smith - tajukpublik.com

Foto : Sandra Smith - tajukpublik.com

Api di Lereng Kawah Ijen Tak Kunjung Padam, Banyuwangi Desak Pendekatan Udara

Tajukpublik.com – Kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, salah satu destinasi alam paling ikonik di ujung timur Pulau Jawa, kini berada dalam kondisi siaga darurat. Sejak Jumat dini hari, 4 September 2026, kobaran api menyambar vegetasi di hulu lereng Gunung Ijen dan menyebar dengan cepat akibat embusan angin kencang khas kawasan pegunungan. Menanggapi situasi yang terus memburuk, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara resmi mengajukan permohonan dukungan helikopter pengebom air kepada BPBD Jawa Timur serta Kantor SAR Surabaya. Langkah ini diambil setelah tim di lapangan mengonfirmasi bahwa puluhan titik api masih aktif dan belum dapat dikendalikan sepenuhnya oleh personel darat.

Medan Terjal Jadi Penghalang Utama Pemadaman

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa topografi kawasan menjadi faktor penentu mengapa pemadaman dari darat berjalan sangat lambat. Lereng atas Gunung Ijen memiliki kemiringan ekstrem, jalur setapak yang sempit, dan vegetasi rapat yang membuat pergerakan tim pemadam menjadi sangat terbatas. Air harus dipikul atau dipompa dari titik sumber di bagian bawah lereng menuju lokasi kebakaran yang berada jauh di atas, sebuah proses yang memakan waktu berjam-jam dan menguras tenaga personel.

"Kami sudah cek langsung bersama tim, dan terpantau masih ada puluhan titik api," ujar Ipuk seusai memantau kondisi karhutla di Paltuding TWA Kawah Ijen, Jumat 4 September 2026.

Ia menegaskan bahwa tanpa intervensi dari udara, api berisiko meluas ke area yang lebih luas dan mengancam ekosistem kawasan yang menjadi habitat berbagai spesies endemik. Seluruh pihak yang hadir dalam koordinasi lapangan sepakat bahwa pendekatan udara merupakan satu-satunya opsi realistis untuk memutus rantai penyebaran api dalam waktu singkat.

"Oleh karena itu semua sepakat mengusulkan pemadaman menggunakan helikopter water bombing. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti agar api tidak melebar ke mana-mana," katanya.

Logistik Air dan Peran PT Medco Geothermal Energi

Di samping permintaan helikopter, Ipuk juga menghubungi PT Medco Geothermal Energi, operator pembangkit listrik tenaga panas bumi yang beroperasi di kawasan Gunung Ijen. Perusahaan tersebut diminta membantu memenuhi kebutuhan air dalam skala besar untuk operasi pemadaman. Medco menyatakan kesediaannya memasok air dari embung (reservoir) yang mereka kelola di area operasional. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret bagaimana infrastruktur energi terbarukan dapat difungsikan sebagai aset tanggap darurat bagi lingkungan sekitar.

Ipuk menutup pernyataannya dengan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan relawan yang telah bekerja tanpa henti selama 24 jam. Ia menekankan bahwa semangat gotong royong lintas instansi dan sektor swasta menjadi tulang punggung penanganan kebakaran kali ini.

"Pihak Medco juga sudah bersedia memasok air dari embung mereka, semua pihak gotong royong berupaya memadamkan api. Terima kasih para petugas dari tim gabungan dan relawan yang terus berupaya memadamkan api," ujarnya.

Dapur Umum dan Dukungan Operasional di Lapangan

Untuk memastikan keberlangsungan operasi pemadaman yang berlangsung dalam shift berkepanjangan, Ipuk menginstruksikan BPBD Banyuwangi agar segera mendirikan dapur umum di lokasi kejadian. Fasilitas ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh petugas gabungan, anggota SAR, dan relawan yang mengoperasikan pemadaman secara bergantian tanpa jeda. Kesiapan logistik konsumsi dinilai krusial mengingat operasi diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan tidak ada risiko reignisi.

Penutupan Sementara Akses Wisatawan

Sebagai langkah perlindungan publik, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur memutuskan menutup sementara seluruh kunjungan wisata ke kawasan TWA Kawah Ijen. Penutupan berlaku mulai Jumat dan akan terus berjalan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan pengunjung mengingat kondisi medan yang masih penuh asap, suhu udara yang meningkat akibat kebakaran, serta potensi percikan api yang dapat menjangkau jalur pendakian. Bagi wisatawan yang telah merencanakan kunjungan, penutupan ini berarti aktivitas trekking menuju kawah biru, penikmatan panorama dari Paltuding, serta eksplorasi hutan hujan pegunungan harus ditunda hingga situasi dinyatakan aman.

Kawah Ijen: Aset Ekologis dan Ekonomi yang Terancam

Kawah Ijen bukan sekadar destinasi wisata. Kawasan ini menyimpan danau asam terbesar di dunia dengan warna biru kehijauan yang khas, lapangan belerang yang menjadi sumber penghidupan ratusan penambang tradisional, serta hutan pegunungan yang berfungsi sebagai daerah aliran sungai bagi ribuan warga di Banyuwangi dan Bondowoso. Kebakaran yang melanda hulu lereng mengancam tidak hanya keanekaragaman hayati di kawasan tersebut, tetapi juga kualitas air yang mengalir ke permukiman di hilir. Setiap hari keterlambatan pemadaman berarti risiko tambahan bagi ekosistem yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih dari kerusakan vegetasi.

Angin kencang yang menjadi pemicu utama penyebaran api pada Jumat dini hari merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi di kawasan pegunungan Ijen. Kondisi ini membuat upaya pencegahan karhutla di musim kering menjadi semakin mendesak, terutama mengingat luasnya area yang sulit dijangkau oleh armada pemadam konvensional. Pengalaman kebakaran kali ini diperkirakan akan memperkuat argumentasi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran lebih besar bagi sistem deteksi dini, jalur akses darurat, serta kesiapan armada udara di kawasan konservasi Jawa Timur.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Karhutla Kawah Ijen Meluas Banyuwangi Minta?

Karhutla Kawah Ijen Meluas Banyuwangi Minta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Karhutla Kawah Ijen Meluas Banyuwangi Minta matter?

Karhutla Kawah Ijen Meluas Banyuwangi Minta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.