TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gempa M4,1 Guncang Pangandaran, Terasa hingga Cianjur Selatan

Published Agustus 24, 2026 · Updated Agustus 24, 2026 · By Karen Williams - tajukpublik.com

Foto : Karen Williams - tajukpublik.com

Gempa M4 1 Guncang Pangandaran: Getaran Terasa hingga Cianjur Selatan, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Tajukpublik.com – Pagi Senin, 24 Agustus 2026, warga di sejumlah wilayah Jawa Barat dikejutkan oleh getaran tanah yang cukup kuat. Gempa M4 1 Guncang Pangandaran menjadi topik pembicaraan utama setelah guncangan pertama tercatat pukul 06.29.42 WIB. Penduduk di Cigedug, Singaparna, serta berbagai kawasan di Kabupaten Pangandaran merasakan getaran secara nyata, sementara kawasan Cimaung dan Cianjur Selatan turut merasakan guncangan pada tingkat yang lebih ringan.

Intensitas Getaran dan Skala MMI

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas getaran di wilayah Pangandaran dan sekitarnya berada pada skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang. Sementara pada tingkat III MMI, sensasinya menyerupai truk besar yang melintas di luar rumah, sehingga banyak penduduk yang spontan keluar dari tempat tinggal mereka untuk memastikan tidak ada kerusakan.

Skala MMI sendiri merupakan alat ukur kualitatif yang menggambarkan efek gempa bumi terhadap manusia, bangunan, dan lingkungan sekitar. Semakin tinggi angka MMI, semakin besar potensi kerusakan yang ditimbulkan. Pada peristiwa kali ini, angka yang tercatat masih berada pada rentang rendah hingga sedang, sehingga tidak menimbulkan dampak struktural yang berarti.

Lokasi Episenter dan Kedalaman Hiposenter

BMKG menetapkan titik episenter gempa pada koordinat 8,15 derajat Lintang Selatan dan 107,91 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada pada kedalaman 36 kilometer di bawah permukaan laut. Dengan kedalaman tersebut, peristiwa ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal yang terjadi di perairan sekitar 81 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Pangandaran. Kedalaman hiposenter yang relatif dangkal membuat getaran yang mencapai permukaan terasa lebih jelas dibandingkan gempa pada kedalaman ratusan kilometer.

Penjelasan Geologi: Aktivitas Sesar Bawah Laut

Hartanto, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, menyampaikan keterangan resmi mengenai sumber gempa pada hari yang sama. Ia menjelaskan bahwa pergerakan struktur geologi di dasar laut menjadi pemicu utama peristiwa tersebut.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif Bawah Laut," ujar Hartanto dalam keterangan tertulis kepada RRI.co.id, Senin, 24 Agustus 2026.

Sesar aktif bawah laut di kawasan Selat Sunda dan perairan selatan Jawa Barat memang dikenal sebagai zona yang secara periodik menghasilkan gempa-gempa berkekuatan kecil hingga sedang. Aktivitas tektonik pada struktur tersebut merupakan bagian dari interaksi lempeng yang terus berlangsung di kawasan tersebut, sehingga kejadian serupa dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tidak Ada Kerusakan, Belum Terdeteksi Gempa Susulan

Hartanto memastikan bahwa hingga saat pengumuman resmi dibuat, belum ditemukan kerusakan fisik pada bangunan rumah warga maupun infrastruktur publik akibat guncangan tersebut. Petugas pemantauan BMKG juga melaporkan bahwa tidak terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 07.00 WIB.

"Hingga pukul 07.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," tegasnya.

Meskipun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Seluruh pembaruan resmi terkait kondisi geologi dapat diakses melalui kanal publik milik BMKG, baik melalui situs resmi maupun media sosial terverifikasi.

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui Setelah Merasakan Getaran

Apakah gempa berkekuatan M4,1 berbahaya? Secara umum, gempa pada magnitudo 4 hingga 4,5 jarang menimbulkan kerusakan struktural pada bangunan yang dibangun sesuai standar. Namun, getaran tetap dapat membuat benda-benda di dalam rumah bergoyang atau jatuh, sehingga warga perlu memastikan perabot berat terpasang dengan aman.

Apakah perlu mengkhawatirkan gempa susulan? Gempa susulan berkekuatan lebih kecil memang dapat terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah gempa utama. BMKG terus memantau aktivitas seismik dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila ada perkembangan signifikan.

Bagaimana cara mengetahui informasi resmi? Warga disarankan mengikuti kanal komunikasi resmi BMKG, termasuk situs web dan akun media sosial terverifikasi, untuk mendapatkan data episenter, magnitudo, serta rekomendasi keselamatan terkini tanpa harus bergantung pada kabar yang belum terkonfirmasi.

Related Reading