TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Nelayan Tradisional di Kalimantan Utara

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Karen Garcia - tajukpublik.com

Foto : Karen Garcia - tajukpublik.com

Kabut Asap Karhutla Membatasi Jangkauan Melaut Nelayan Tradisional di Kalimantan Utara

Tajukpublik.com – Setiap tahun, bulan Agustus menjadi masa yang berat bagi para nelayan tradisional di Kalimantan Utara. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti perairan dan membuat jarak pandang sangat terbatas. Pulau-pulau kecil serta pegunungan yang selama ini menjadi acuan arah di laut tiba-tiba lenyap dari pandangan, sehingga orientasi navigasi para nelayan lumpuh.

Navigasi Tanpa Teknologi: Insting yang Kini Gagal

Rustan, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara, menegaskan bahwa fenomena ini bukan hal baru. Ia menjelaskan bahwa nelayan tradisional di wilayahnya tidak bergantung pada perangkat teknologi modern, melainkan pada insting dan tanda-tanda alam.

"Fenomena karhutla ini setiap tahun, setiap bulan Agustus selalu terjadi. Sementara nelayan tradisional seperti kita hanya mengandalkan insting, tidak mengandalkan teknologi."

Ketika tanda-tanda alam itu tertutup asap, para nelayan kehilangan kemampuan menentukan haluan menuju titik tangkapan. Rustan mengungkapkan bahwa volume operasi melaut terpaksa dipangkas secara signifikan.

"Volume melaut kita dikurangi, karena kita sangat terdampak. Kita sudah tidak bisa menentukan haluan menuju lokasi tangkap, karena tanda-tanda alam sudah tidak bisa terbaca lagi."

Jarak Tempuh Terpangkas Drastis

Dampak paling nyata terlihat pada jarak melaut. Nelayan yang sebelumnya mampu beroperasi hingga tujuh sampai sepuluh mil dari daratan kini hanya berani menempuh dua hingga tiga mil. Kekhawatiran kehabisan bahan bakar di tengah kabut tebal menjadi alasan utama pembatasan jarak.

"Kita tidak berani jauh-jauh ke tengah, karena kalau melautnya terlalu jauh, khawatir BBM habis. Biasanya kita melaut tujuh sampai sepuluh mil dari daratan, sekarang hanya sekitar dua sampai tiga mil."

Gangguan jarak pandang bahkan berlanjut hingga malam hari. Lampu suar navigasi di Kota Tarakan, yang biasanya berfungsi sebagai penanda arah, turut tak terlihat di balik lapisan asap pekat.

Pendapatan dan Kesehatan Terancam

Penurunan volume melaut berimplikasi langsung pada hasil tangkapan harian. Karena pendapatan nelayan tradisional sepenuhnya bergantung pada tangkapan setiap hari, kontraksi jarak operasi berarti kontraksi penghasilan. Namun, Rustan menekankan bahwa para nelayan tidak memiliki pilihan untuk berhenti melaut; laut adalah satu-satunya sumber penghidupan mereka.

Di samping kerugian ekonomi, paparan asap juga mulai memengaruhi kondisi fisik para nelayan. Rustan melaporkan bahwa batuk-batuk dialami hampir seluruh nelayan selama kurang lebih dua minggu terakhir akibat menghirup udara yang tercemar asap.

Respons Pemerintah: Operasi Hari ke-48

Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan telah memasuki hari ke-48. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, menjelaskan bahwa upaya pemadaman baik dari darat maupun udara terus diperkuat.

"Kami menambah 45 personel Manggala Agni, melakukan rotasi petugas, serta memperkuat sumber air, peralatan, logistik, dan layanan kesehatan."

Berdasarkan data sementara yang dirilis, total luas lahan terbakar di Kalimantan Utara tercatat sekitar 400 hektare. Pernyataan Rustan disampaikan dalam wawancara bersama Pro3 RRI pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sementara keterangan Yudho dikutip dari rilis resmi Kementerian Kehutanan RI pada hari yang sama.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Nelayan Tradisional?

Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Nelayan Tradisional is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Nelayan Tradisional matter?

Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Nelayan Tradisional matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.