TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wapres Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan di Kalimantan Tengah

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Daniel Jackson - tajukpublik.com

Foto : Daniel Jackson - tajukpublik.com

Wapres Gibran Tinjau Perawatan Orangutan Terdampak Asap Karhutla di Nyaru Menteng

Tajukpublik.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis, 10 September 2026. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat penanganan orangutan yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan, sekaligus memastikan kebutuhan perawatan satwa di lokasi dapat dipenuhi.

Pusat rehabilitasi itu dikelola oleh Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF. Dalam peninjauan tersebut, Wapres hadir bersama pejuang satwa dan dokter hewan yang turut datang dari Jakarta. Kehadiran mereka diarahkan untuk memperkuat respons terhadap dampak karhutla, baik bagi satwa liar maupun habitat yang menopang kehidupannya.

“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” ujar Wapres.

Meninjau Forest School dan Karantina Orangutan

Di Nyaru Menteng, Gibran meninjau langsung sejumlah fasilitas yang digunakan untuk pemulihan orangutan. Salah satunya adalah Forest School BOSF Nyaru Menteng, tempat 17 orangutan saat ini menjalani proses pembinaan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari tahapan rehabilitasi sebelum satwa memiliki kemampuan yang lebih baik untuk hidup di lingkungan alaminya.

Wapres juga mendatangi area Karantina Individu Orangutan. Di kawasan ini, sekitar 90 orangutan menjalani perawatan dalam sejumlah kandang. Salah satu penanganan yang diperhatikan adalah nebulisasi, yakni pemberian uap yang digunakan sebagai bagian dari perawatan satwa yang terdampak kondisi asap akibat karhutla.

Asap kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia. Satwa yang berada di kawasan terdampak juga dapat menghadapi gangguan pernapasan, keterbatasan akses pakan, serta tekanan pada ruang hidupnya. Karena itu, pusat rehabilitasi memiliki peran penting dalam memberi perlindungan sementara dan perawatan bagi satwa yang memerlukan penanganan.

Bantuan untuk Mendukung Kebutuhan Perawatan

Dalam kunjungannya, Wapres menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, bawang bombay, dan alat nebulizer. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasional perawatan orangutan di pusat rehabilitasi. Ketersediaan perlengkapan medis dan bahan pendukung menjadi penting ketika jumlah satwa yang harus dipantau dan dirawat meningkat.

Selain melihat fasilitas, Wapres berdialog dengan dokter hewan, relawan, serta tim perlindungan satwa yang bekerja di Nyaru Menteng. Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan di lapangan dan memperkuat koordinasi penanganan satwa yang terkena dampak karhutla.

Tenaga medis hewan, relawan, yayasan, dan pegiat konservasi memiliki peran yang saling melengkapi dalam proses pemulihan. Perawatan satwa tidak berhenti pada penanganan gejala atau luka. Kondisi fisik, kebutuhan nutrisi, masa karantina, hingga kesiapan habitat juga perlu diperhatikan agar pemulihan dapat berlangsung berkelanjutan.

Perlindungan Satwa dan Pemulihan Habitat

Gibran menegaskan bahwa upaya menjaga satwa harus berjalan seiring dengan pemulihan lingkungan. Satwa yang terluka atau terpapar asap membutuhkan perawatan, tetapi keberlangsungan hidup mereka juga ditentukan oleh kondisi kawasan tempat mereka memperoleh makanan, air, dan perlindungan.

“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menempatkan pemulihan habitat sebagai bagian penting dari respons karhutla. Orangutan dan satwa lain tidak dapat dipisahkan dari hutan yang menjadi ruang hidupnya. Saat kawasan hutan terdampak kebakaran dan asap, tantangan yang muncul bukan hanya kebutuhan medis jangka pendek, melainkan juga pemulihan unsur-unsur ekosistem yang mendukung kehidupan satwa dalam jangka panjang.

Upaya perlindungan yang terpadu mencakup perhatian pada sumber pakan, ketersediaan air, serta kondisi ekosistem di sekitar habitat. Dengan pendekatan seperti itu, penanganan dampak kebakaran tidak hanya berfokus pada situasi darurat, tetapi juga pada langkah pemulihan yang lebih menyeluruh.

Apresiasi bagi Tim Perlindungan Satwa

Wapres menyampaikan penghargaan kepada pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam perawatan dan perlindungan satwa. Apresiasi itu ditujukan kepada dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, serta seluruh tim yang menjalankan tugas di tengah dampak karhutla.

Kunjungan ke Nyaru Menteng menegaskan bahwa penanganan bencana lingkungan memerlukan perhatian terhadap seluruh unsur yang terdampak. Perlindungan masyarakat tetap menjadi kebutuhan utama, sementara satwa liar dan habitatnya juga memerlukan langkah penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Dengan perawatan yang memadai di pusat rehabilitasi serta perhatian pada pemulihan lingkungan, upaya menjaga orangutan dan satwa lain dapat terus dilakukan di tengah tantangan karhutla. Nyaru Menteng menjadi salah satu titik penting dalam pekerjaan tersebut, khususnya bagi orangutan yang membutuhkan karantina, perawatan, dan pembinaan sebelum melanjutkan tahapan pemulihan berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Wapres Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan di Kalimantan?

Wapres Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan di Kalimantan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wapres Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan di Kalimantan matter?

Wapres Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan di Kalimantan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.