TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wapres Apresiasi Keterlibatan Anak Muda dalam Penanganan Bencana di Flores

Published Agustus 21, 2026 · Updated Agustus 21, 2026 · By Elizabeth Jones - tajukpublik.com

Foto : Elizabeth Jones - tajukpublik.com

Wapres Apresiasi Keterlibatan Anak Muda dalam Penanganan Bencana di Flores

Tajukpublik.com – Wapres Apresiasi Keterlibatan Anak Muda yang turun langsung ke lapangan menjadi sorotan utama setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Posko Golo Cenggo di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Enam mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) ditempatkan di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur selama satu minggu penuh untuk memberikan dukungan psikologis awal kepada anak-anak pengungsi gempa. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan komitmen nyata untuk mendampingi korban bencana melalui pendekatan ramah anak yang terstruktur dan berkesinambungan.

Kunjungan ke Posko Golo Cenggo dan Apresiasi Langsung

Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026. Di hadapan para relawan muda yang sedang bertugas, Wapres menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan mereka meninggalkan kenyamanan kampus untuk membantu saudara-saudara di NTT yang terdampak gempa. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di lokasi pengungsian memiliki dampak langsung terhadap kondisi emosional anak-anak yang kehilangan rumah, sekolah, dan rutinitas harian mereka dalam waktu singkat.

"Saya sangat mengapresiasi kepedulian dan dedikasi teman-teman mahasiswa yang mau ikut membantu pemulihan bagi saudara-saudara kita di NTT."

Wapres juga menekankan bahwa program pendampingan ini dirancang agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan tanpa harus mengulang kembali peristiwa traumatis secara verbal. Pendekatan yang digunakan meliputi bermain bebas, bercerita, bernyanyi bersama, serta permainan kelompok sederhana yang dirancang khusus untuk membangun rasa aman dan nyaman di tengah situasi pengungsian yang penuh ketidakpastian.

Peran Psikologi dan Konteks Kunjungan di Sikka

Sebelum tiba di Manggarai, para mahasiswa tersebut telah membersamai rangkaian agenda kerja Wapres di Kabupaten Sikka pada Kamis, 20 Agustus 2026. Mereka kemudian melanjutkan pendampingan ke wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, menjadikan keterlibatan ini bagian dari kontribusi anak muda melalui keahlian akademik yang mereka miliki. Transisi dari agenda resmi ke lapangan menunjukkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam tanggap bencana dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan kenegaraan tanpa mengurangi substansi bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

Dorongan Partisipasi Terkoordinasi dan Berkelanjutan

Wapres mendorong agar keterlibatan generasi muda dalam penanganan bencana tidak berhenti pada satu kejadian, melainkan terus diperkuat dan dijalankan secara terkoordinasi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat menjadi prasyarat mutlak untuk mendukung penanganan darurat sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana di tingkat komunitas.

"Semoga keilmuan yang telah teman-teman dapatkan di kampus, bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT."

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi institusi pendidikan tinggi lain untuk mengembangkan program serupa, sehingga Wapres Apresiasi Keterlibatan Anak Muda tidak hanya menjadi catatan satu peristiwa, tetapi fondasi bagi kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pendampingan Anak Muda di Lokasi Bencana

Apakah program pendampingan psikologis ini bersifat sementara atau berkelanjutan? Program yang dijalankan oleh mahasiswa UI berlangsung selama satu minggu penuh di lokasi pengungsian. Namun, Wapres mendorong agar model serupa dikembangkan secara berkelanjutan dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga dukungan psikologis tidak berhenti setelah masa penempatan berakhir dan dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.

Metode apa yang digunakan untuk membantu anak-anak pengungsi? Pendekatan ramah anak menjadi inti dari seluruh program. Mahasiswa menggunakan bermain bebas, bercerita, bernyanyi, dan permainan kelompok sederhana untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi tanpa harus mengulang peristiwa gempa secara verbal. Tujuannya menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah situasi pengungsian yang penuh ketidakpastian dan kehilangan.

Siapa yang memfasilitasi dan mengawasi pelaksanaan program ini? Misi pendampingan difasilitasi langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming sebagai bagian dari agenda kerja kenegaraan. Pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta pemangku kepentingan terkait di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, memastikan bahwa setiap aktivitas pendampingan berjalan sesuai standar dan kebutuhan lapangan.

Related Reading