TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tindak Lanjut Arahan Mentan Amran, Berdikari Siapkan 30.000 Ton SBM untuk Peternak R

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Sandra Smith - tajukpublik.com

Foto : Sandra Smith - tajukpublik.com

30.000 Ton Bungkil Kedelai Disiapkan untuk Peternak Rakyat

Tajukpublik.com – PT Berdikari tengah menyiapkan pasokan 30.000 ton Soybean Meal (SBM) atau bungkil kedelai yang ditujukan bagi peternak rakyat. Inisiatif ini merupakan implementasi langsung dari arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, terkait pengendalian biaya produksi di sektor peternakan.

Akses Awal 5.000 Ton Melalui Koperasi LPER

Direktur Operasional PT Berdikari, Agung Aulia, mengungkapkan bahwa tahap pertama telah berjalan. Sebanyak 5.000 ton SBM sudah mulai diakses melalui Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER). Bahan baku pakan tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan anggota dan binaan koperasi tersebut. Di sisi lain, beberapa koperasi peternak lain telah mengajukan permintaan SBM kepada Berdikari, dan proses pengajuan itu masih berjalan. Hal ini membuka ruang bagi lebih banyak peternak rakyat untuk memperoleh akses bahan baku pakan.

Latar Belakang: Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional

Langkah pengadaan ini berakar pada Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional yang dipimpin langsung oleh Mentan Amran di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Surabaya, pada 11 Agustus 2026. Salah satu agenda utama rapat tersebut adalah strategi pengendalian biaya pakan, yang dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat.

Penandatanganan MoU di Jakarta

Kerja sama akses awal 5.000 ton SBM melalui LPER diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU). Dokumen tersebut ditandatangani pada 18 Agustus 2026 di Jakarta oleh Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, dan Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma. Proses penandatanganan disaksikan oleh Agung Aulia beserta jajaran dari kedua belah pihak.

"Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan," ujar Agung.

Agung menegaskan bahwa kolaborasi dengan LPER merupakan titik awal dalam membangun tata kelola peternakan yang lebih baik, sekaligus memperluas jangkauan akses bahan baku pakan bagi peternak.

Respons Koperasi LPER

H. Mulyadi Atma menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kepastian pasokan bahan baku pakan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan biaya produksi yang terus meningkat.

"Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di awal ini, kami optimis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan," ujar Mulyadi.

Mulyadi berharap langkah ini mampu membantu peternak bangkit kembali dari tekanan ekonomi. Baginya, kepastian pasokan merupakan salah satu prasyarat utama dalam menjalankan usaha peternakan secara berkelanjutan.

Peran Pemerintah dan Konsolidasi Pengadaan

Kementerian Pertanian mendorong pola pengadaan pakan yang lebih terencana dan terkonsolidasi agar bahan baku dapat diperoleh secara efisien. Konsolidasi kebutuhan melalui koperasi juga dinilai mampu memperkuat posisi tawar peternak dalam rantai pasok.

Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menjelaskan bahwa mekanisme konsolidasi melalui koperasi membantu memenuhi kebutuhan bahan baku secara lebih terstruktur dan memperkuat posisi peternak.

"Kami mendorong agar akses peternak terhadap bahan baku pakan semakin mudah dan efisien," ujar Tri Melasari.

Menurut Tri, kolaborasi yang dibangun tidak sekadar menjawab kebutuhan bahan baku jangka pendek, melainkan diarahkan untuk membentuk tata kelola pakan yang memberikan kepastian jangka panjang.

"Yang kita bangun bukan hanya soal penyaluran bahan baku, tetapi ekosistem pakan," katanya.

Skema Tiga Pilar: Pemerintah, Berdikari, dan Koperasi

Dalam kerangka kerja sama ini, pemerintah berperan melalui kebijakan dan fasilitasi. PT Berdikari memperkuat kesiapan pasokan bahan baku, sementara koperasi mengonsolidasikan kebutuhan anggotanya agar akses pakan lebih terencana. Skema tersebut dirancang untuk menjangkau lebih banyak peternak rakyat secara bertahap.

Kesiapan 30.000 ton SBM mencerminkan perluasan tindak lanjut pemerintah dalam merespons arahan Mentan Amran mengenai pengendalian biaya produksi peternak rakyat. Dari jumlah tersebut, 5.000 ton telah diakses melalui LPER, sementara pengajuan dari koperasi lain masih dalam proses. Akses bahan baku yang lebih efisien diharapkan mampu mengurangi beban biaya produksi dan menjaga daya tahan usaha peternak rakyat secara berkelanjutan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tindak Lanjut Arahan Mentan Amran Berdikari?

Tindak Lanjut Arahan Mentan Amran Berdikari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tindak Lanjut Arahan Mentan Amran Berdikari matter?

Tindak Lanjut Arahan Mentan Amran Berdikari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.