TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Anak Keluarga Miskin

Published September 21, 2026 · Updated September 21, 2026 · By William Martin - tajukpublik.com

Foto : William Martin - tajukpublik.com

Sekolah Rakyat Perluas Pendidikan Gratis untuk Anak dari Keluarga Miskin

Tajukpublik.com – Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin kini memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan tanpa biaya melalui program Sekolah Rakyat. Layanan ini mencakup peserta didik pada tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas, dengan tujuan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Program tersebut dirancang agar kondisi keuangan keluarga tidak menghentikan anak untuk belajar. Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai salah satu jalan penting untuk mengurangi risiko kemiskinan berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, jangkauan Sekolah Rakyat terus diperbesar ke berbagai daerah.

Menjangkau 182 Wilayah

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial, Devi Deliani, menyampaikan bahwa puluhan ribu anak telah kembali mendapatkan akses terhadap layanan pendidikan berkualitas secara gratis. Capaian itu mencakup anak-anak dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis. Sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak,” kata Devi di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Saat ini, Sekolah Rakyat telah hadir di 182 wilayah. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan tahun pertama pelaksanaannya, ketika program ini tersedia di 166 titik. Perluasan lokasi menjadi bagian dari upaya agar layanan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan, termasuk di daerah yang sebelumnya belum memiliki fasilitas permanen program tersebut.

Setiap penerima layanan tercatat melalui nama dan alamat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Pendataan ini digunakan untuk memastikan bantuan pendidikan disalurkan kepada anak yang memang berada dalam kondisi membutuhkan. Ketepatan data menjadi unsur penting karena program pendidikan gratis ditujukan bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Bangunan Permanen Mulai Beroperasi

Pada tahun ini, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 93 gedung permanen Sekolah Rakyat. Sejumlah bangunan tersebut mulai digunakan dalam rentang pertengahan Juli hingga awal September. Kehadiran gedung permanen diharapkan memperkuat kapasitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperluas akses bagi calon siswa di wilayah sekitarnya.

Fasilitas yang lebih menetap memberi ruang bagi program untuk berkembang secara berkelanjutan. Bagi keluarga miskin, akses ke sekolah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan ruang belajar, tetapi juga kepastian bahwa anak dapat terus mengikuti proses pendidikan tanpa terbebani biaya. Pendidikan yang terjangkau dapat membantu anak menjaga keberlanjutan belajar dari satu jenjang ke jenjang berikutnya.

Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan pemberdayaan. Pendekatan ini menempatkan anak sebagai pusat dari upaya jangka panjang: ketika mereka memiliki kesempatan belajar, pilihan untuk masa depan juga dapat menjadi lebih luas.

Program tersebut tidak semata menambah jumlah sekolah, melainkan menegaskan bahwa latar belakang ekonomi tidak seharusnya menentukan sejauh mana seorang anak dapat mengenyam pendidikan. Anak dari keluarga miskin tetap memerlukan lingkungan belajar yang layak, pendampingan pendidikan, serta akses yang berkesinambungan hingga mereka menuntaskan jenjang sekolah.

Target Layanan untuk 2027

Pemerintah menargetkan lebih dari 150 ribu siswa dapat menerima layanan Sekolah Rakyat pada 2027. Sasaran ini menunjukkan skala perluasan yang cukup besar dibandingkan jumlah anak yang telah terjangkau saat ini. Pencapaian target tersebut akan membutuhkan kesiapan bangunan, pendataan penerima yang akurat, serta perluasan layanan ke daerah-daerah lain.

Selain meningkatkan jumlah siswa, pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Kapasitas tiap gedung direncanakan dapat menampung lebih dari 2.000 siswa. Jika target ini terwujud, akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin dapat tersedia lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Perluasan Sekolah Rakyat membawa arti penting bagi keluarga yang selama ini menghadapi hambatan ekonomi dalam menyekolahkan anak. Kehadiran program ini memberi kesempatan agar pendidikan tetap berjalan, bukan tertunda atau terhenti karena keterbatasan biaya. Dalam jangka panjang, akses belajar yang lebih merata diharapkan menjadi pijakan bagi anak-anak untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Dengan jumlah wilayah layanan yang terus bertambah dan pembangunan gedung permanen yang mulai beroperasi, Sekolah Rakyat memasuki tahap perluasan yang lebih luas. Fokus program tetap tertuju pada anak-anak yang membutuhkan, agar pendidikan berkualitas dapat menjadi hak yang benar-benar dapat mereka rasakan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis?

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis matter?

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.