TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menteri PPPA Perkuat Pendampingan Psikologis Korban Kekerasan Seksual

Published Agustus 25, 2026 · Updated Agustus 25, 2026 · By Emily Thomas - tajukpublik.com

Foto : Emily Thomas - tajukpublik.com

Penguatan Dukungan Psikologis bagi Anak Korban Kekerasan Seksual di Rumah Singgah NTT

Tajukpublik.com – Langkah konkret untuk memperkuat layanan pendampingan psikologis bagi anak-anak korban kekerasan seksual dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Menteri PPPA Arifah Fauzi secara langsung meninjau tiga anak yang tengah menjalani pemulihan di sebuah rumah singgah wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Menilai Kebutuhan Pemulihan Jangka Panjang

Arifah Fauzi menyampaikan bahwa dampak trauma akibat kekerasan seksual tidak serta-merta hilang dalam waktu singkat. Proses pemulihan, menurutnya, memerlukan pendekatan bertahap yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Ia juga menyoroti pentingnya suasana lingkungan yang aman dan nyaman sebagai fondasi bagi pemulihan psikologis korban.

"Kami melihat layanan yang diberikan sudah baik, namun pendampingan psikologis perlu diperkuat karena trauma kekerasan seksual berkepanjangan. Lingkungan aman dan nyaman juga penting untuk mendukung proses pemulihan anak korban kekerasan seksual."

Sebagai tindak lanjut, KemenPPPA menjembatani kerja sama antara rumah singgah dan HIMPSI guna menghadirkan layanan pendampingan psikologis yang lebih terstruktur. Arifah menekankan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan tahap perkembangan yang berbeda, sehingga intervensi psikologis harus bersifat individual dan adaptif.

"Pendampingan khusus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak agar proses pemulihan berjalan secara optimal. Setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, sehingga layanan psikologis harus diberikan sesuai kondisi dan perkembangan mereka."

Keterlibatan Psikolog Anak dan Koordinasi Penanganan Perkara

Psikolog anak Seto Mulyadi, yang dikenal luas dengan sapaan "Kak Seto", turut hadir dalam kunjungan tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada para biarawati yang telah menyediakan ruang aman bagi anak-anak korban. Kak Seto menilai kehadiran psikolog klinis melalui HIMPSI menjadi elemen krusial dalam membantu melenyapkan trauma yang masih melekat pada para korban.

"Kami akan segera menghubungi HIMPSI untuk membantu. Khususnya psikolog klinis untuk melakukan treatment psikologis supaya traumanya bisa hilang secepatnya."

Di luar aspek psikologis, Kak Seto juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah NTT. Hal ini berkaitan dengan penanganan perkara yang hingga saat ini masih menghadapi kendala di tingkat Polres Manggarai Barat. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan proses hukum harus menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas utama.

"Kami akan berkoordinasi dengan Polda NTT terkait penanganan perkara korban yang masih terkendala di Polres Manggarai Barat. Proses penanganan perkara harus tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menteri PPPA Perkuat Pendampingan Psikologis Korban?

Menteri PPPA Perkuat Pendampingan Psikologis Korban is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menteri PPPA Perkuat Pendampingan Psikologis Korban matter?

Menteri PPPA Perkuat Pendampingan Psikologis Korban matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.