TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mentan Amran Ajak Ulama Kawal Indonesia Maju

Published Agustus 24, 2026 · Updated Agustus 24, 2026 · By Patricia Jackson - tajukpublik.com

Foto : Patricia Jackson - tajukpublik.com

Mentan Amran Ajak Ulama Kawal Transformasi Nasional Menuju Indonesia Maju 2045

Tajukpublik.com – Mentan Amran Ajak Ulama Kawal Indonesia menjadi sorotan utama ketika Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tampil di hadapan ratusan tokoh agama pada Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu, 22 Agustus 2026. Dalam forum bertema penguatan ukhuwah dan transformasi umat tersebut, Amran menyampaikan pesan tegas bahwa para ulama memiliki peran sentral dalam mengawal arah pembangunan bangsa menuju cita-cita Indonesia Maju pada tahun 2045.

Konteks Forum dan Pesan Strategis

Amran membuka paparannya dengan menegaskan bahwa fondasi terwujudnya visi 2045 tidak lain adalah tercapainya kemandirian pangan di tingkat nasional. Ia menyebut keberhasilan Indonesia menghentikan impor beras sebagai bukti nyata ketangguhan seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani di sawah hingga aparatur negara di kementerian. Capaian itu, menurutnya, lahir dari kolaborasi lintas sektor yang konsisten dan tidak bisa dipisahkan dari dukungan moral serta doa para pemuka agama.

"Kami ingin melaporkan apa capaian kita bersama. Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia harus swasembada beras dan tidak impor beras."

Ia menambahkan bahwa pemerintah secara rutin turun ke lapangan untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi petani di berbagai daerah. Di tengah tekanan krisis global serta praktik perdagangan yang dinilai merugikan produsen domestik, Amran menyatakan komitmen tanpa kompromi:

"Pilihan kami hanya dua, berhenti atau menegakkan kebenaran. Selama napas masih dipinjamkan Allah, kami akan terus menegakkan kebenaran dan tidak pandang bulu."

Hilirisasi Komoditas dan Tantangan Tiga Krisis Global

Agenda hilirisasi komoditas pertanian menjadi poin berikutnya dalam pidato Amran. Ia menguraikan rencana pengolahan dalam negeri terhadap kelapa, kelapa sawit, dan produk strategis lainnya sebagai langkah krusial untuk menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Menurutnya, Indonesia坐拥 sumber daya alam yang melimpah namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

"Dunia saat ini menghadapi tiga krisis besar, yaitu air, pangan, dan energi. Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar."

Amran kemudian mengaitkan visi hilirisasi dengan target jangka panjang menjadikan Indonesia negara berdaya saing global pada 2045. Setiap pulau, ujarnya, dituntut mandiri pangan, mandiri energi, dan mandiri protein agar ketahanan nasional tidak bergantung pada pasokan luar.

"Mimpi kita adalah menjadi negara superpower pada 2045. Caranya, setiap pulau harus mandiri pangan, mandiri energi, dan mandiri protein."

Respons MUI sebagai Mitra Strategis Pembangunan

Merespons ajakan Mentan Amran Ajak Ulama Kawal agenda pembangunan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP MUI Buya Arif Fahrudin menyatakan kesiapan lembaganya untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menekankan bahwa MUI sebagai rumah besar umat memiliki tanggung jawab moral untuk mempersatukan kekuatan bangsa menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

"Majelis Ulama Indonesia adalah rumah besar umat yang harus mampu mempersatukan seluruh kekuatan bangsa. Tantangan ke depan semakin berat sehingga dibutuhkan ukhuwah, kepedulian, dan kerja bersama."

Amran menutup forum dengan permohonan doa dan dukungan penuh dari seluruh hadirin. Ia mengingatkan bahwa transformasi berskala nasional tidak dapat ditangani satu institusi secara tunggal, melainkan menuntut sinergi berkelanjutan antara pemerintah, ulama, petani, dan seluruh lapisan masyarakat.

FAQ

Kapan dan di mana acara Mentan Amran Ajak Ulama Kawal Indonesia Maju berlangsung? Acara tersebut digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Makassar, Sulawesi Selatan, dalam rangka Musyawarah Daerah MUI Sulsel.

Apa pesan utama yang disampaikan Menteri Pertanian di forum tersebut? Amran menekankan pentingnya swasembada pangan, hilirisasi komoditas pertanian, dan peran ulama dalam mengawal transformasi nasional menuju Indonesia Maju 2045.

Bagaimana respons MUI terhadap ajakan pemerintah? Sekjen MUI Buya Arif Fahrudin menyatakan kesiapan lembaga untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan menyerukan penguatan ukhuwah serta kerja bersama seluruh elemen bangsa.

Related Reading