TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Mark Jones - tajukpublik.com

Foto : Mark Jones - tajukpublik.com

Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara

Tajukpublik.com – Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs budaya di wilayah Maluku Utara menjadi sorotan utama ketika Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pengumuman tersebut di hadapan Pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) masa bakti 2026–2031. Acara pelantikan dan pengukuhan pengurus baru itu berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Dalam pidatonya, Fadli menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan sejumlah lokasi bersejarah di Ternate dan Tidore agar dapat diakses dan dinikmati masyarakat luas.

Jejak Alfred Wallace dan Peran Direktorat Warisan Budaya

Fokus utama dari rencana revitalisasi yang diumumkan Fadli tertuju pada peninggalan Alfred Wallace di Ternate. Naturalis asal Inggris tersebut pernah tinggal dan melakukan penelitian di kepulauan Maluku pada abad ke-19, meninggalkan jejak intelektual yang hingga kini masih relevan bagi dunia ilmu pengetahuan. Fadli menyatakan bahwa situs-situs yang telah berstatus cagar budaya akan ditangani secara khusus melalui Direktorat Warisan Budaya.

"Jejak Alfred Wallace di Ternate dapat dikembangkan menjadi bagian dari kekayaan sejarah dan pengetahuan yang dapat dikunjungi masyarakat," ujar Fadli dalam keterangan pers yang diterima RRI pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Ia menambahkan bahwa program Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs budaya ini tidak sekadar bersifat fisik, tetapi juga mencakup pendokumentasian narasi sejarah, penyediaan interpretasi edukatif, serta integrasi dengan program wisata budaya nasional. Anggaran khusus akan dialokasikan untuk pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur di sekitar lokasi-lokasi cagar budaya.

Posisi Strategis Maluku Utara dalam Sejarah Nusantara

Fadli menekankan bahwa Maluku Utara menempati kedudukan krusial dalam narasi sejarah kepulauan Nusantara. Sebagai kawasan yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai Kepulauan Rempah, wilayah ini telah menjalin hubungan dagang dan diplomatik dengan berbagai negara jauh sebelum era modern. Benteng Oranje, Benteng Kalamata, serta peninggalan Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan menjadi bukti fisik kelimpahan warisan tersebut.

"Maluku Utara mempunyai aset-aset budaya dan peninggalan sejarah yang penting," tegasnya.

Menurut Fadli, pengembangan situs-situs tersebut akan memperkuat identitas kultural masyarakat setempat sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis sejarah. Setiap provinsi, lanjutnya, memiliki tanggung jawab kolektif untuk memastikan warisan budaya tidak tergerus waktu atau kelalaian administratif.

Filosofi Moloku Kie Raha dan Skala Warisan Budaya Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Fadli menyinggung filosofi Moloku Kie Raha—sistem perserikatan empat kesultanan di Maluku—sebagai warisan intelektual yang perlu dirawat dan diperkenalkan ke khalayak lebih luas. Ia juga memaparkan skala kekayaan budaya Indonesia secara nasional: 2.727 warisan budaya takbenda, 743 cagar budaya tingkat nasional, 1.340 kelompok etnis, serta 718 bahasa yang hidup di seluruh penjuru negeri.

Kekayaan tersebut, menurut Fadli, merupakan modal yang wajib dijaga sekaligus dikembangkan secara berkelanjutan. Pelestarian tidak boleh berhenti pada aspek fisik bangunan, tetapi harus mencakup transmisi pengetahuan lisan, praktik ritual, serta keterampilan tradisional yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Maluku Utara.

Panggilan kepada HIKMU dan Respons Ketua Umum

Fadli menyerukan agar HIKMU mengambil peran aktif dalam memajukan kebudayaan Maluku Utara, memperkuat regenerasi pelaku budaya, serta melahirkan gagasan-gagasan baru yang menghidupkan nilai-nilai lokal tanpa kehilangan akar tradisionalnya. Ia berharap kekayaan budaya daerah dapat terus dilestarikan sekaligus berkembang secara dinamis.

"Semoga HIKMU terus tumbuh menjadi paguyuban yang solid, mempererat persaudaraan masyarakat Maluku Utara. Dan juga ikut memajukan budaya Maluku Utara di

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs Budaya?

Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs Budaya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs Budaya matter?

Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs Budaya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.