Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia Pelajaran HAM Terbesar
Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia: 2.008 Peserta Ikuti Pelajaran HAM Serentak di IPDN Jatinangor
Tajukpublik.com – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia pada kategori The Largest Human Rights Lesson yang dicatatkan oleh Guinness World Records. Acara yang berlangsung di lingkungan Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, itu melibatkan 2.008 peserta dari kalangan praja, dosen, mahasiswa, serta elemen civitas akademika lainnya. Capaian tersebut sekaligus menggeser rekor sebelumnya yang dipegang Kepolisian Ekuador pada tahun 2018 dengan jumlah peserta 1.770 orang.
Skala kegiatan ini jauh melampaui pelajaran HAM berskala besar yang pernah diselenggarakan di negara mana pun. Ratusan peserta duduk serentak dalam satu arena terbuka, menerima materi edukasi tentang prinsip-prinsip hak asasi manusia yang disampaikan langsung oleh jajaran kementerian. Dimensi acara yang melibatkan lebih dari dua ribu orang secara bersamaan menjadikan pencatatan rekor ini peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di kancah internasional.
Respons Menteri dan Landasan Hukum
Natalius Pigai, Menteri HAM, menyambut pencatatan rekor tersebut sebagai bukti nyata bahwa tugas pokok kementeriannya—pendidikan dan penyuluhan HAM—telah mencapai dimensi baru. Dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026, ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan titik kulminasi dari seluruh rangkaian gerakan penyuluhan yang telah digulirkan ke berbagai penjuru Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
"KemenHAM menjadi satu-satunya kementerian yang berhasil memecahkan rekor dunia dalam menjalankan salah satu tugas pokoknya. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah meningkatkan pendidikan dan penyuluhan HAM kepada masyarakat Indonesia," ujar Natalius Pigai.
Ia juga merujuk pada Perpres Nomor 156 Tahun 2024 tentang HAM sebagai dasar hukum yang mewajibkan kementeriannya mendidik dan mengajarkan prinsip-prinsip HAM kepada seluruh lapisan masyarakat. Menurut Pigai, pengakuan internasional melalui pencatatan rekor tersebut memperkuat legitimasi pelaksanaan mandat presiden tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa regulasi nasional dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata berskala masif.
Pengakuan Global dan Arah Kebijakan
Pencapaian ini dinilai akan memperkuat posisi Indonesia di forum internasional, khususnya di Dewan HAM PBB. Pigai berharap rekor tersebut mendorong negara-negara lain menjadikan Indonesia sebagai model dalam penyelenggaraan pendidikan HAM berskala besar. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas pendirian Kementerian HAM RI yang, menurutnya, tepat dan strategis dalam mengangkat harga diri bangsa di tingkat global.
"Keberadaan Kementerian HAM turut mengangkat harga diri bangsa Indonesia di tingkat dunia," kata Pigai menutup keterangannya.
Dengan demikian, peristiwa di IPDN Jatinangor tidak sekadar menjadi catatan statistik, melainkan juga penanda bahwa Indonesia kini memiliki instrumen kelembagaan yang mampu menghasilkan dampak pendidikan HAM pada skala yang diakui dunia internasional.
FAQ: Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia
Di mana acara pencatatan rekor ini berlangsung? Acara dilaksanakan di lingkungan Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan melibatkan 2.008 peserta dari berbagai unsur civitas akademika dan praja.
Rekor apa yang dipecahkan dan siapa pemegang rekor sebelumnya? Kategori yang dicatatkan adalah The Largest Human Rights Lesson oleh Guinness World Records. Rekor lama dipegang Kepolisian Ekuador (2018) dengan 1.770 peserta.
Dasar hukum apa yang melandasi kegiatan edukasi HAM ini? Kegiatan ini berlandaskan Perpres Nomor 156 Tahun 2024 tentang HAM yang mewajibkan penyelenggaraan pendidikan dan penyuluhan HAM kepada masyarakat.
Kapan pernyataan resmi Menteri HAM disampaikan? Keterangan pers disampaikan di Jakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026.