Karhutla Riau Menurun, Penanganan di Kerumutan Diperkuat Lewat Udara
Karhutla Riau Menurun, Penanganan di Kerumutan Diperkuat dari Udara
Tajukpublik.com – Perkembangan karhutla Riau menurun secara umum sepanjang Agustus 2026, namun penanganan di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, masih menjadi titik fokus utama seluruh instansi pemadam. Lebih dari 280 hektare lahan gambut di desa tersebut telah terbakar, dan operasi pemadaman tanpa henti sudah memasuki hari ke-26 tanpa tanda-tanda mereda.
Pembaruan Situasi dari Kapolda Riau
Inspektur Jenderal Herry Heryawan, Kepala Kepolisian Daerah Riau, memberikan keterangan resmi kepada RRI.co.id pada Senin, 24 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa tren kebakaran di tingkat provinsi memang menunjukkan perbaikan yang signifikan, tetapi konsentrasi penuh aparat keamanan dan pemadam kini tertuju pada satu lokasi di Pelalawan yang belum bisa dikendalikan sepenuhnya.
"Secara keseluruhan di Provinsi Riau mengalami penurunan, dan saat ini yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Pelalawan, khususnya Desa Kerumutan. Sekitar 280 hektare lebih lahan terbakar, penanganannya sudah berlangsung 26 hari."
Mengapa Lahan Gambut Memerlukan Dukungan Udara
Kerumutan terletak di kawasan gambut yang secara alami menyimpan panas di lapisan bawah tanah. Bara api dapat bertahan berminggu-minggu di bawah permukaan dan tidak dapat dijangkau oleh selang atau pompa darat. Karena itu, Polda Riau mengaktifkan operasi penyemprotan udara secara berkelanjutan bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan Manggala Agni, dengan dukungan logistik dan personel dari BNPB serta BPBD setempat. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi satu-satunya cara efektif untuk menekan titik panas yang tersembunyi di kedalaman gambut.
"Karena Kerumutan merupakan lahan gambut, mau tidak mau kekuatan udara harus terus digunakan. Dukungan BNPB dan BPBD juga cukup masif, ini merupakan kerja bersama karena karhutla adalah persoalan kita semua."
Sekat Kanal dan Perlindungan Permukiman
Untuk mencegah rembesan api merambat ke permukiman, pemerintah daerah diinstruksikan menyiapkan alat berat guna membangun sekat kanal pembatas di sekeliling area kebakaran. Langkah ini menjadi garis pertahanan terakhir sebelum api menyentuh kawasan hunian warga yang berbatasan langsung dengan lahan gambut.
"Alat berat harus disiapkan agar kita bisa membuat penyekatan sehingga kebakaran tidak berimbas ke perumahan-perumahan warga. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas."
Langkah Prabencana dan Penanganan Kesehatan
Sebelum api membesar, pembangunan embung air penampungan sudah lebih dulu dilaksanakan sebagai langkah prabencana untuk memastikan ketersediaan air saat kebakaran terjadi. Setelah kebakaran meluas, Polda Riau berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan warga yang terpapar kepulan asap. Anak-anak dengan gejala ISPA dicek secara khusus oleh tenaga medis, masker dibagikan gratis, dan sesi trauma healing digelar untuk membantu pemulihan psikologis keluarga terdampak.
"Tidak cukup hanya memadamkan api, kita juga harus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan. Kita melakukan pemeriksaan kesehatan, mengecek anak-anak yang terkena ISPA, membagikan masker dan memberikan trauma healing."
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Karhutla di Kerumutan
Berapa lama operasi pemadaman di Kerumutan telah berlangsung? Per 24 Agustus 2026, operasi pemadaman sudah berjalan 26 hari tanpa henti dan masih terus dilakukan hingga api benar-benar padam.
Mengapa pemadaman dari darat saja tidak cukup? Kerumutan merupakan lahan gambut. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan hanya dapat dijangkau secara efektif melalui penyemprotan dari udara.
Apakah warga sekitar terdampak langsung? Ya. Warga yang terpapar asap menjalani pemeriksaan kesehatan, anak-anak dengan gejala ISPA mendapat penanganan khusus, masker dibagikan secara gratis, dan sesi trauma healing disediakan untuk pemulihan psikologis.
Siapa saja yang terlibat dalam penanganan? Polda Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai