TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026, Ratusan Polisi dari 43 Negara Berkumpul di Bali

Published September 20, 2026 · Updated September 20, 2026 · By Patricia Jackson - tajukpublik.com

Foto : Patricia Jackson - tajukpublik.com

Bali Menjadi Titik Temu Polisi Perempuan Dunia dalam IAWP 2026

Tajukpublik.com – Sebanyak 450 polisi perempuan dari 43 negara berkumpul di Bali untuk mengikuti The 63rd International Association of Women Police Annual Training Conference 2026. Forum internasional ini berlangsung selama lima hari, 20–24 September 2026, di The Westin Resort Nusa Dua, Badung.

Konferensi dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Minggu, 20 September 2026. Pembukaan ditandai dengan seremoni pemukulan gong, yang menandai dimulainya rangkaian diskusi dan pelatihan mengenai persoalan kepolisian yang semakin kompleks serta melampaui batas negara.

Indonesia kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi penyelenggara konferensi tahunan IAWP. Kepercayaan ini menjadi kesempatan kedua bagi Indonesia untuk menerima forum polisi perempuan dari berbagai belahan dunia. Pada 2021, Indonesia juga menjadi tuan rumah Konferensi IAWP ke-58 yang digelar di Labuan Bajo dengan tema Women at the Centerstage of Policing.

Tahun ini, IAWP membawa tema Women Leading Global Change. Tema tersebut menempatkan kepemimpinan perempuan sebagai bagian penting dari upaya membangun institusi kepolisian yang responsif, tangguh, dan mampu menghadapi perubahan pola kejahatan dunia.

“Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia untuk kembali dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi IAWP,” katanya.

Delegasi dari 43 Negara

Skala pertemuan terlihat dari keragaman negara asal peserta. Dari total 450 delegasi, 164 peserta berasal dari Indonesia. Tanzania menjadi negara dengan delegasi internasional terbanyak, yakni 48 peserta. Kanada mengirimkan 36 peserta, sementara Amerika Serikat diwakili 19 peserta dan Inggris sebanyak 18 peserta.

Australia menghadirkan 16 peserta, sedangkan Korea Selatan mengirimkan 14 orang. Selain negara-negara tersebut, delegasi dari puluhan negara lain turut bergabung dalam agenda konferensi di Bali. Komposisi ini membuka ruang pertemuan lintas kawasan untuk membicarakan pengalaman kerja, tantangan institusi, serta pendekatan yang dapat dipelajari bersama.

Hadir pula sejumlah tokoh internasional, termasuk Presiden IAWP Julia Jaeger dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Kateryna Pavlichenko. Kehadiran pimpinan organisasi dan pejabat dari berbagai negara memperluas dimensi pertemuan, dari pelatihan teknis hingga penguatan jaringan kerja sama kepolisian internasional.

Fokus pada Tantangan Kepolisian Modern

Agenda IAWP 2026 tidak hanya membahas representasi perempuan dalam organisasi kepolisian. Peserta juga dijadwalkan mendalami isu-isu operasional yang relevan dengan perkembangan ancaman keamanan saat ini.

Materi yang dibahas mencakup kepemimpinan perempuan, penanganan investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, dan kontra-terorisme. Topik lain mencakup kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, serta kejahatan transnasional terorganisasi.

Rangkaian isu tersebut menunjukkan bahwa penegakan hukum kini menghadapi tantangan yang saling terhubung. Kejahatan dapat melibatkan pelaku, korban, transaksi, maupun teknologi yang berada di lebih dari satu negara. Karena itu, pertukaran pengalaman antaraparatur penegak hukum menjadi unsur penting untuk memahami perubahan modus dan memperkuat kemampuan respons.

Perkembangan teknologi digital juga memunculkan kebutuhan baru bagi kepolisian. Kekerasan berbasis teknologi, misalnya, membutuhkan pemahaman atas bentuk ancaman yang terjadi di ruang digital sekaligus dampaknya terhadap korban di dunia nyata. Sementara itu, pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI menambah dimensi baru dalam perkembangan teknologi yang perlu dicermati oleh lembaga penegak hukum.

Dalam konteks tersebut, pelatihan internasional memberi kesempatan bagi peserta untuk membandingkan praktik kerja dari berbagai negara. Forum seperti IAWP dapat menjadi ruang untuk mengenali kesamaan persoalan, membahas perbedaan pendekatan, serta membangun relasi profesional yang dapat mendukung komunikasi lintas negara pada masa mendatang.

Memperkuat Kepemimpinan dan Kolaborasi

Kapolri menekankan pentingnya peran polisi perempuan dalam menjawab tuntutan kepolisian modern. Penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan jejaring perempuan di lingkungan kepolisian menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.

Kolaborasi lintas negara juga dinilai semakin relevan ketika pola kejahatan berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Kerja sama antarkepolisian dapat membantu memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman, terutama pada isu yang memiliki dampak lintas wilayah seperti perdagangan orang, terorisme, serta kejahatan terorganisasi.

IAWP 2026 di Bali diharapkan memperkuat hubungan berkelanjutan di antara para peserta sekaligus menghasilkan pertukaran praktik baik dalam pekerjaan kepolisian. Bagi Indonesia, penyelenggaraan konferensi ini juga menjadi kesempatan untuk kembali mengambil peran dalam pertemuan polisi perempuan di tingkat global.

Pesan penutup yang disampaikan kepada seluruh delegasi menegaskan pentingnya semangat bersama dalam memperkuat perempuan, institusi kepolisian, perdamaian, dan perubahan global.

“Together, we empower women, together, we strengthen policing,. Together, we uphold peace and together, we lead global change,” katanya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026?

Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026 matter?

Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.