Helikopter Polri Berhasil Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo
Helikopter Polri Evakuasi Satu Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
Tajukpublik.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap penumpang KM Virgo Transport 8 kembali menghasilkan temuan. Helikopter Polri Dauphin AS 365 N3 P-3103 berhasil membawa satu jenazah korban dari area kecelakaan di laut menuju Banjarmasin pada Senin, 14 September 2026.
Korban ditemukan di perairan yang berjarak kurang lebih 30 nautical mile dari daratan. Jarak tersebut membuat dukungan penerbangan menjadi bagian penting dalam operasi SAR gabungan, terutama untuk mempercepat pemindahan korban dari lokasi penemuan ke fasilitas penanganan di darat.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa pengerahan armada udara dilakukan agar proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat di tengah lokasi pencarian yang jauh dari garis pantai.
“Ketika posisi korban masih berada puluhan mil laut dari daratan, dukungan udara menjadi sangat penting untuk mempercepat proses evakuasi,” kata Isir dalam keterangannya, Senin 14 September 2026.
Helikopter tersebut lepas landas dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, menuju titik operasi. Perjalanan udara menuju lokasi membutuhkan sekitar 45 menit. Rangkaian misi berlangsung dari pukul 14.48 WITA sampai 16.50 WITA.
Evakuasi Dilakukan dengan Metode Hoist
Saat tiba di lokasi, kru helikopter dan personel yang terlibat melakukan pengangkatan dari sebuah kapal tongkang. Jenazah dievakuasi menggunakan metode hoist dengan basket life, yaitu perlengkapan yang digunakan untuk mengangkat korban dari permukaan atau kapal ke dalam helikopter tanpa harus mendarat.
Prosedur tersebut menuntut koordinasi yang presisi antara awak udara dan petugas di lokasi. Proses pengangkatan juga dilakukan dalam kondisi angin tenggara dengan kecepatan sekitar 25 hingga 35 knots. Meski cuaca dan angin menjadi faktor yang harus diperhitungkan, evakuasi dapat diselesaikan dengan mengedepankan keamanan penerbangan serta keselamatan seluruh personel.
Setelah berhasil diangkat, jenazah diterbangkan ke Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Dari bandara, korban diserahkan kepada tim yang menangani proses lanjutan sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk identifikasi.
Identifikasi diperlukan untuk memastikan identitas korban secara tepat sebelum penanganan berikutnya dilakukan. Dalam operasi bencana dan kecelakaan transportasi, proses ini menjadi bagian penting agar setiap korban dapat ditangani secara profesional dan keluarga memperoleh kepastian.
“Polri mengerahkan helikopter untuk menjangkau lokasi dan membawa korban menuju daratan agar dapat segera mendapatkan penanganan serta proses identifikasi,” katanya menambahkan.
115 Korban Telah Ditemukan
Hingga pukul 15.30 WITA pada Senin sore, Basarnas mencatat 115 korban telah ditemukan dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8. Dari jumlah itu, 109 orang ditemukan dalam keadaan selamat dan enam orang meninggal dunia.
Masih ada 128 orang yang belum ditemukan. Pencarian terhadap mereka terus dilakukan oleh unsur SAR gabungan. Operasi ini melibatkan dukungan kapal, helikopter, personel penyelamat, tenaga kesehatan, serta tim Disaster Victim Identification atau DVI.
Pergerakan evakuasi korban juga berlangsung melalui sejumlah titik. Sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Rinciannya terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. Satu korban lainnya telah tiba di Lanud Syamsudin Noor.
Sementara itu, 28 korban masih berada dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti. Tahapan pemindahan korban dari perairan ke darat perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, kesiapan armada, dan keselamatan petugas yang bekerja di area operasi.
Dukungan Kemanusiaan Terus Dikerahkan
Polri menyatakan akan memaksimalkan sumber daya yang tersedia guna mendukung penanganan kemanusiaan dalam insiden tersebut. Dukungan tidak hanya berasal dari unsur penerbangan, tetapi juga kapal, personel, layanan kesehatan, dan tim DVI.
“Polri terus memberikan dukungan melalui kapal, helikopter, personel, kesehatan, dan DVI. Setiap korban yang ditemukan akan mendapatkan penanganan secara profesional dan manusiawi, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan bersama seluruh unsur SAR,” ujarnya.
Kehadiran helikopter dalam pencarian di laut membantu menjangkau titik yang sulit dicapai dengan jalur permukaan dalam waktu singkat. Dukungan udara juga memungkinkan korban yang ditemukan segera dipindahkan untuk memperoleh penanganan medis maupun proses identifikasi, khususnya ketika jarak dari lokasi operasi ke daratan mencapai puluhan mil laut.
Operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 masih berlanjut. Tim gabungan terus melakukan penyisiran untuk menemukan korban lain, sambil memastikan setiap orang yang telah dievakuasi menerima penanganan yang sesuai di darat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Helikopter Polri Berhasil Evakuasi Jenazah Korban?Helikopter Polri Berhasil Evakuasi Jenazah Korban is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Helikopter Polri Berhasil Evakuasi Jenazah Korban matter?Helikopter Polri Berhasil Evakuasi Jenazah Korban matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.