Bapanas Salurkan 1,65 Juta Ton CBP untuk Antisipasi Dampak El Nino
1,65 Juta Ton Beras Pemerintah Dikirim ke Pasar untuk Menahan Tekanan Harga di Tengah El Nino
Tajukpublik.com – Hingga akhir Agustus 2026, pemerintah telah menyalurkan total 1,65 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) ke berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengendalian harga pangan yang dijalankan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di tengah ancaman cuaca ekstrem El Nino yang beririsan dengan puncak musim kemarau.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Volumenya jauh melampaui realisasi periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Dibandingkan Januari–Agustus 2023 yang mencatat 1,37 juta ton, angka 2026 melonjak 20,43 persen. Jika diukur terhadap Januari–Agustus 2025 yang hanya mencapai 631,58 ribu ton, kenaikan mencapai 161,49 persen.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa pemerintah memiliki kesiapan jauh lebih baik menghadapi fenomena El Nino tahun ini dibanding dua episode sebelumnya.
"Pemerintah meyakini pergerakan inflasi beras tidak akan sampai melonjak seperti pada El Nino edisi tahun 2023 dan 2024," ujarnya.
Inflasi Beras: Pelajaran dari 2023–2024
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi beras bulanan pernah melonjak tajam pada masa El Nino sebelumnya: 5,61 persen pada September 2023 dan 5,32 persen pada Februari 2024. Kedua lonjakan itu terjadi di saat musim kemarau memperparah kelangkaan pasokan.
Ketut menilai bahwa fluktuasi harga beras sepanjang 2026 sejauh ini masih berada dalam koridor yang terkendali, meskipun El Nino telah mulai berdampak sejak Juli dan Agustus yang bertepatan dengan puncak kemarau.
"Realisasi distribusi cadangan beras pemerintah telah mencapai 1,65 juta ton, kami optimis mampu mengerem perkembangan harga," kata Ketut saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu 22 Agustus 2026.
Rincian Penyaluran Januari–Agustus 2026
Secara rinci, distribusi CBP dalam periode tersebut mencakup beberapa kanal:
Penjualan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Januari–Februari tercatat 221,05 ribu ton, sementara realisasi SPHP Maret–Agustus mencapai 678,12 ribu ton. Bantuan pangan tahap pertama menyumbang 662,86 ribu ton, dan tahap kedua yang baru mulai berjalan telah menyalurkan 32,25 ribu ton. Selain itu, 11,39 ribu ton dialokasikan untuk bantuan bencana dan keadaan darurat, serta 53,68 ribu ton untuk golongan anggaran.
Stok Bulog dan Mekanisme Intervensi
Per 21 Agustus 2026, total stok CBP yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,17 juta ton — angka yang jauh melampaui stok Agustus 2023 yang kala itu hanya 1,32 juta ton.
"Ini karena kita menguasai beras banyak. Tentu harusnya segera bisa kita lakukan intervensi secepatnya, di mana pun di Indonesia. Ini karena sekali lagi semua yang dilakukan dalam SPHP, pengeluarannya diganti oleh pemerintah," kata Ketut.
Mekanisme pengendalian harga yang dijalankan meliputi percepatan distribusi beras SPHP ke pasar ritel serta penyaluran bantuan pangan Bulog selama tiga bulan (Juli, Agustus, September). Seluruh langkah tersebut bertujuan menjaga Indeks Perkembangan Harga (IPH) tetap stabil.
Ketut memastikan bahwa seluruh biaya intervensi perberasan yang dilaksanakan Perum Bulog ditanggung penuh oleh pemerintah. Kebijakan ini, menurutnya, mencerminkan komitmen negara dalam melindungi daya beli masyarakat sekaligus menyediakan bantalan ekonomi bagi kelompok rentan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bapanas Salurkan 1 65 Juta Ton CBP?Bapanas Salurkan 1 65 Juta Ton CBP is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bapanas Salurkan 1 65 Juta Ton CBP matter?Bapanas Salurkan 1 65 Juta Ton CBP matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.