Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029 Dikukuhkan, Menkomdigi Tekankan Tiga Pilar
Nine Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029 Resmi Dikukuhkan
Tajukpublik.com – Di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid secara resmi mengukuhkan sembilan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk masa bakti 2026–2029. Acara pengukuhan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, dan menjadi tindak lanjut dari Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83/P Tahun 2026 yang mengatur pemberhentian serta pengangkatan anggota KPI Pusat.
"Saya, Menteri Komunikasi dan Digital, dengan ini secara resmi mengukuhkan saudara-saudari dalam Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Pusat periode tahun 2026-2029."
Sembilan Nama yang Dikukuhkan
Daftar komisioner yang menerima pengukuhan terdiri atas Muhammad Hasrul Hasan, Andi Sukmono, Tulus Santoso, Fuji Samantha, Widhie Kurniawan, Aliyah, Evri Rizqi Monarshi, Analisa, dan Amin Shabana. Kesembilan nama tersebut sebelumnya telah ditetapkan oleh Komisi I DPR sebagai komisioner KPI Pusat untuk periode yang sama.
Tiga Pilar yang Dititipkan Menkomdigi
Dalam arahannya, Meutya menegaskan bahwa KPI Pusat tidak boleh kehilangan orientasi sebagai representasi publik sekaligus harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika ekosistem penyiaran terkini. Ia mengingatkan bahwa penegakan regulasi tidak boleh hanya mengandalkan mekanisme hukuman atau sanksi administratif.
"KPI juga harus melakukan pembinaan pada ekosistem penyiaran yang ada sekarang agar dapat hadir ke tengah masyarakat secara sehat dan berkualitas."
Meutya kemudian menyampaikan tiga pilar strategis yang menjadi penanda arah kerja KPI selama tiga tahun ke depan. Pilar pertama adalah penguatan standar kualitas penyiaran. Pilar kedua menyangkut penguatan pengawasan serta tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. Pilar ketiga menekankan peningkatan partisipasi publik dalam tata kelola penyiaran.
"Kehadiran jajaran pimpinan Kemkomdigi saat ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk bersama KPI membenahi kualitas siaran di tanah air."
Keberagaman sebagai Fondasi Penyiaran Nasional
Meutya juga menyoroti fungsi strategis penyiaran dalam memperkokoh keberagaman dan demokrasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keberagaman konten siaran harus menjadi landasan utama penyelenggaraan penyiaran nasional.
"Keberagaman isi siaran harus jadi pondasi utama, selaras dengan semangat bangsa ini yang memang berbhinneka tunggal ika."
KPI sebagai Rujukan Informasi Publik
Muhammad Hasrul Hasan, yang kini menjabat Ketua KPI Pusat, menyatakan komitmen lembaganya untuk selaras dengan Asta Cita pertama Presiden, khususnya dalam memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Hasrul menegaskan bahwa KPI akan terus mendorong lembaga penyiaran agar tetap menjadi sumber rujukan utama masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan, sekaligus berfungsi sebagai media pendidikan bagi generasi bangsa.
"Karena itu, kualitas isi siaran harus terus diperbaiki agar semakin sehat, berkualitas, mencerdaskan, dan berpihak pada kepentingan publik."
Sinergi dengan Seluruh Pemangku Kepentingan
Di luar aspek kualitas konten, Hasrul menyatakan KPI juga berkepentingan menciptakan iklim usaha penyiaran yang sehat dan berkelanjutan. Ia menyambut baik kolaborasi antara KPI, Kemkomdigi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem penyiaran Indonesia.
Hasrul mengakui bahwa transformasi ekosistem penyiaran tidak dapat ditangani oleh satu lembaga secara tunggal.
"Saya sadar, kerja ini tidak dapat dilakukan KPI sendiri. Karenanya KPI akan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan penyiaran, termasuk juga masyarakat, agar mimpi menghadirkan ekosistem penyiaran yang berkualitas dan mendukung demokrasi yang sehat dapat terwujud."
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anggota KPI Pusat Periode 2026 2029?Anggota KPI Pusat Periode 2026 2029 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anggota KPI Pusat Periode 2026 2029 matter?Anggota KPI Pusat Periode 2026 2029 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.